Cara Jitu Menghadapi Horror Tanggal Tua


Assalammu'alaikum

Barusan nonton video di Youtube tentang Budi yang resah dan gelisah saat menghadapi tanggal tua. Sebagai perantau yang sering bernasib sama seperti Budi aku sih cuma ketawa-ketiwi aja. Maksudnya menertawakan diri sendiri. Punya pengalaman 12 tahun sebagai anak kos dan perantau, aku sudah khatam deh soal cara menghadapi tanggal tua. 


Buatku sih yang paling bikin khawatir pas tanggal tua adalah kehabisan pulsa baik untuk ponsel maupun internet, kosmetik, cadangan makanan dan camilan, detergen dan pembalut. Dan semuanya akan tambah runyam kalau bola lampu atau kipas angin tiba-tiba mati, plus ibu kos nanyain kapan bayar uang kos. Apalagi kalau laptop atau ponsel tiba-tiba rusak. Arghhhhh rasanya dunia terbalik seketika. Maklum aku kan sudah nggak nadah lagi ke orangtua alias hidup mandiri. Mau senang, susah atau pun jungkir balik sampe rambut rontok pokoknya harus mandiri, hidup berdasarkan penghasilan sendiri. 

Karena sudah 12 tahun merantau dan kos, jadi aku tahu lah cara menghadapi tanggal tua. Nggak perlu merengek-rengah sama orangtua meski keadaan nyaris jungkir balik. Sebagai perempuan masa kini, aku harus tahan banting dan tahu cara menyelesaikan masalahku sendiri. Berikut adalah beberapa caraku dalam menghadapi horror tanggal tua: 

1| Prioritas pembiayaan
Hidup mandiri konsekuensinya harus belajar tentang tanggung jawab dan prioritas. Sebagai perantau dan anak kos yang nggak punya saudara untuk minta tolong, aku selalu memprioritaskan beberapa jenis pembiayaan setelah gajian. Pertama, untuk bayar kos. Ini wajib karena kalau nggak bayar bisa diusir loh sama pemilik kosan. Kedua, belanja bulanan. Item yang paling penting dalam belanja bulanan adalah makanan (termasuk camilan), pembalut, kosmetik, dan vitamin. Ketiga, menabung. Meski jumlahnya sedikit tapi tetap harus diupayakan sebagai dana cadangan kalau-kalau terjadi emergency. Keempat, sebagai Muslim aku nggak lupa menyisihkan sebagian penghasilanku untuk zakat penghasilan. Selain perlu untuk membersihkan harta, juga untuk membantu mereka yang membutuhkan. 

2| Rajin memasak dan membawa bekal
Menyukai masakan rumahan dan bisa memasak merupakan bonus. Selain bisa menghemat pengeluaran, juga bisa menjadi sarana latihan kalau-kalau dimasa depan bisa buka usaha dibidang kuliner. Selisihnya lumayan loh kalau kita masak dan membeli makanan di warteg, apalagi kalau ke warung Padang dan restoran.Tapi, walaupun bisa memasak sendiri dan membawa bekal ke kantor, bukan berarti harus masak yang mahal-mahal karena jatuhnya akan sama mahal dengan makan diluar. Aku sih lebih memprioritaskan masak makanan sederhana seperti ikan, telur, tempe-tahu, dan sayuran. Kalaupun masak berbahan daging, aku biasa membuat rendang. Selain rendang adalah jenis makanan sehat yang tahan lama, juga lebih murah daripada membeli rendang di restoran. Atau kadang-kadang aku membuat nugget sendiri yang bisa tahan sampai satu bulan ditaruh di freezer. Selain sehat, hemat lagi.  


3| Masak bersama teman kosan 
Aku percaya peribahasa "berat sama dipikul, ringan sama dijinjing" termasuk dalam berhemat soal uang. Salah satu caranya adalah memasak bersama teman kosan saat wiken tiba. Memasak bersama selain akan meringankan beban pembiayaan untuk membeli bahan-bahan mentah, juga akan membuat jenis makanan semakin bervariasi dan menyehatkan. Kadang-kadang ketika teman mendapat kiriman makanan dari orangtuanya, aku ikut menikmatinya juga. Selain itu, masak dan makan bersama teman juga menghindarkanku dari sikap pelit yang biasanya sangat tidak disukai oleh sesama perantau. 

4| Gunakan Wifi
Sebagai orang yang suka banget nonton film dan drama via internet kadang-kadang sering kesal kalau kuota internet tiba-tiba habis mendadak gara-gara aku keasyikan streaming video-video di internet. Untuk menghindari kejadian ini dan mengkhususkan kuota internat untuk kepentingan pekerjaan dan lainnya, aku memaksimalkan wifi yang disediakan pihak kosan. Yah, meskipun sangat lambat dan menyiksa, apa boleh buat, yang gratisan itu menyenangkan, eh bukan gratisan juga kok sebab sudah satu paket dengan uang kosan. Dan kalau bepergian pokoknya cari tempat yang ada wifinya.

5| I love diskon
Kalau terpaksa harus belanja juga padahal keuangan sudah menipis, aku biasanya cari barang-barang promo alias diskon. Siapa sih yang nggak suka diskon? Zaman sekarang untuk cari barang diskonan nggak perlu juga harus antri atau berebutan di mall. Cukup dengan berselancar di internet sambil menikmati camilan dan mendengarkan musik kesayangan di kosan, bisa 24 jam lagi. Salah satu alternatif mencari barang promo ada di mataharimall. Selain bisa mendapatkan potongan langsung, juga ada potongan khusus, terutama bulan Mei ini. Item yang biasanya paling kucari dalam momen diskonan adalah item-item yang berhubungan dengan keperluan rumah tangga seperti rak buku dan alat-alat masak, maklum kan aku suka masak.


6| Jangan terlalu sering hang out
Hang out bareng teman kerja atau teman kuliah sesekali perlu, tapi jangan terlalu sering, apalagi menjelang tanggal tua. Bagaimanapun hang out akan menguras dompet, apalagi kalau di kafe atau restoran mahal. Untuk pekerja atau anak kuliahan dengan penghasilan pas-pasan bisa banget kok hang out dengan catatan nggak bikin dompet bocor. Jangan sampai usaha mati-matian menabung dan hidup hemat gagal total cuma gara-gara nggak mau gengsi di depan teman. Ada banyak pilihan tempat hang out murah meriah kok. Misalnya hang out ke taman, ke pusat jajanan rakyat atau kafe dan resto kecil yang harganya miring dan bersahabat. Kalau bisa hang out di tempat yang kasih promo buat makan atau minum malah bagus, hemat tapi happy.

7| Buka lapak alias menjual barang
Tanggal tua dan uang menipis sementara tiba-tiba ada kebutuhan medesak bisa juga loh diatasi dengan menjual beberapa barang. Sekarang kan lumayan banyak situs perantara yang bisa membantu menjual barang-barang layak pakai, atau misalnya barang yang nggak pernah dipake, gratis pula. Tinggal photo, upload photo plus pasang harga dna tunggu peminat menelpon dan melakukan pembelian. Kalau kita punya laptop, hp, atau tv dobel ya yang satunya dijual aja. Bisa juga bongkar isi lemari siapa tahu ada baju atau tas atau sepatu atau perhiasan yang pernah dibeli tapi eh nggak cocok dan nggak pernah dipake. Selain bisa bersih-bersih rumah atau kosan dari barang-barang yang nggak dipake, juga dapat uang untuk menutup kebutuhan akhir bulan.  

Demikianlah tips dariku dalam menghadapi masa-masa horror tanggal tua. Tips dari seorang perempuan perantau yang udah 12 tahun menjalani kerasnya hidup, yang berkeinginan kuat untuk mandiri dan tidak menyusahkan orangtua, yang punya mimpi buat sukses dimasa depan dan yang selalu berusaha masak makanannya sendiri untuk berhemat dan hidup sehat. 

Depok, 7 Mei 2016

Sumber gambar:
http://news.viva.co.id/malesbanget/read/tanggal-tua-dan-belum-gajian-ini-dia-cara-ampuh-melewati-tanggal-tua-yang-menyedihkan
http://health.kompas.com/read/2014/08/19/151742723/Perhatikan.Kebersihan.Tempat.Bekal.Makanan 
 
Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. 
Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

Wijatnika Ika

12 comments:

  1. hatam banget yah di tanggal tua nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih maklum udah kelamaan merantau dna kos mas Jay

      Btw, makasih udah mampir

      Delete
  2. Tulisannya keren! Good luck ya buat lombanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Hana.

      Iya nih semoga menang. Amin

      Salam.

      Delete
  3. iya betul mba hangout itu biayanya buanyak, apalagi kalo udah 'berekor' alias punya keluarga. yg tadinya cuma cuci mata bisa belanja beneran hihi

    ReplyDelete
  4. Terima kasih sudah mampir mba Kania,

    Iya betul, makanya saya jarang hang out hehehe

    Salam.

    ReplyDelete
  5. Kalau hangout sama temen tuh yg bikin nguras dompet, yg ujung-ujungnya shoping,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Bunda Lia,

      Iya, betul. Itulah yang membuat saya malas hang out, apalagi kalau uang menipis. Saya memilih mengurung diri di rumah dan membaca buku-buku hasil pinjaman hehehe...

      Salam.

      Delete
  6. Masak bareng teman-teman kost, bakal jadi salah satu kenangan indah setelah menikah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Arinta,

      Iya, pasti bakal jadi kenangan indah...

      Salam.

      Delete
  7. Aku juga suka belanja diskonan Mba.. Terutama produk pakaian.. Benar2 asli diskonan sebab aku tahu harga aslinya berapa sebelum kena diskon.. Lumayanlah bisa dapet barang bagus di mall dengan harga miring..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Rita. Iya aku suka diskonan apalagi kalau 70%. Tapi aku mah jarang belanja juga sih

      Salam

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram