Tangan Dingin Dibalik SEKOLAH TOEFL


September 2010 kami sebanyak 50 orang manusia desa dari berbagai daerah di Indonesia bertemu di Jakarta. Kami berkumpul dalam sebuah ruangan besar di satu hotel di kawasan Jakarta Pusat. Kami berkenalan, berbagi cerita tentang kampung halaman dan tentu saja berbagi mimpi untuk sekolah di kampus impian kami. Waktu itu, kami sedang mengikuti acara penyambutan dari tim Indonesia International Education Foundation (IIEF) sebagai penerima beasiswa International Fellowship Program (IFP). Sebelum melamar menjadi calon mahasiswa di kampus-kampus internasional, kami harus menjalani pre-academic training selama enam bulan sebagai proses mempersiapkan segala sesuatu termasuk kemampuan bahasa Inggris. Disanalah aku bertemu Budi Waluyo untuk pertama kalinya. 

Di angkatan kami, Budi adalah yang termuda. Ia baru saja lulus S1 saat melamar beasiswa ini. Ia bermimpi menjadi seorang pendidik professional sehingga sangat ingin melanjutkan studinya di kampus yang mampu memberinya ilmu dan bekal untuk menjadi seorang pendidik yang baik. Selama masa training, kami ber50 semakin dekat. Selain karena kami memang nyaris bertemu dan belajar bersama sejak Senin-Jum'at di FIB kampus UI Salemba, beberapa diantara kami tinggal di kosan yang sama dan tak lupa sering jalan-jalan bersama untuk mengenal Jakarta. Kami seperti keluarga.

Selain muda dan penuh semangat, Budi adalah tipe orang yang sederhana, punya komitmen kuat, sayang keluarga dan selalu berbagi hal-hal positif. Jika banyak orang yang merasa jengah bercerita tentang kondisi keluarganya, Budi sebaliknya. Keluarganya, terutama ibunya adalah semangat utama dalam hidupnya sehingga ia bisa mencapai jalan yang kini ditempuhnya. Ia tak sungkan berkisah tentang kondisi keluarganya, kampungnya, kekasihnya dan kekuranganya. Proses penerimaan diri yang utuh itulah yang menurutku membuat sosoknya didukung semesta untuk menjadi sukses. Seorang Budi layak mendapatkan yang terbaik. Setelah menamatkan studinya di Universitas Manchester, Inggris ia diterima sebagai fellow beasiswa Fulbright Presidential Scholarship dan kini sedang menjalani studi S3 di Lehigh University, Amerika Serikat. 

BREAK THE LIMITS!
Membuat hal-hal yang tak mungkin menjadi mungkin dengan konsep ini adalah ciri khas Budi. No excuse! Break the limits! dan segala sesuatunya akan berjalan sesuai rencana Tuhan. Budi sudah membuktikan itu sepanjang hidupnya. Ia telah menampar mereka yang nyinyir terhadap mimpi-mimpinya bahkan terhadap segala daya upayanya dalam membahagiakan keluarganya dengan prestasinya. Kini, mereka tak saja harus mengakui pencapaian Budi yang gemilang, juga bisa membaca perjalanan hidup Budi dalam meraih sukses melalui berbagai bukunya. Budi kini bukan Budi yang dulu. Kini sosoknya penting bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Bacalah buku dibawah ini jika tak percaya atau kunjungi akun media sosialnya. 



Budi berkisah tentang perjalanan hidupnya, impian-impiannya, konsep hidupnya dan bagaimana ia membuat berbagai persiapan dalam mewujudkan mimpinya. Ia sudah menulis beberapa buku seperti "The Manchunian Way" yang berkisah tentang perjalanan hidupnya sampai ia berhasil meraih beasiswa IFP dan menjadi mahasiswa internasional di Universitas Manchester. Juga buku "Untukmu Scholarship Hunters" yang bahkan bisa diunduh gratis dalam bentuk PDF. Buku terbarunya "Inspirasi Paman SAM" semakin memperkuat posisinya sebagai seorang intelektual, pendidik dan teman yang baik hati. Seorang pendidik tidak boleh pelit ilmu, atau terkutuklah ia! Budi juga banyak membagi kisah-kisah positif dan mengharukan di blog pribadinya dan di blog publik Kompasiana.

Dalam masyarakat kita, tak bisa dipungkiri bahwa banyak orang cerdas dengan prestasi akademik gemilang tapi tak mampu secara sungguh-sungguh memberikan kontribusi kepada masyarakat. Banyak orang cerdas menikmati petualangan intelektual untuk diri mereka sendiri, untuk menjadi sukses bahkan menjadi pahlawan. Pelit (kalau kata orang Sunda sih si kodet merepet jehe mere ge hese!) Namun, melalui tulisan-tulisannya Budi memberi tahu dunia, khususnya para pelajar, bahwa untuk bisa mendapat beasiswa, sekolah di luar negeri, diterima di kampus bergengsi dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik itu perlu usaha. Dan Budi dengan sangat sabar memberi tahu jalan yang harus ditempuh kepada mereka yang mau belajar bagaimana usaha-usaha itu dilakukan. Budi memberi siswanya kolam, kail, umpan dan panduan teknik memancing agar mereka dapat memancing ikan incarannya dengan benar. Dalam beberapa tulisannya di blognya misalnya, ia bahkan memberi tahu bagaimana menulis proposal hingga membuat CV yang baik agar pemberi beasiswa terkesan.

SEKOLAH TOEFL
Indonesia adalah negara besar dan kaya. Tapi jurang pemisah dalam kehidupan sosial masih begitu tinggi. Banyak orang bisa mengakses pendidikan dengan mudah, tapi lebih banyak lagi yang tidak. Misalnya, bagaimana bisa seorang warga negara yang miskin dan tinggal di pulau terluar mendapatkan beasiswa untuk sekolah di luar negeri jika untuk kursus bahasa Inggris saja dia tidak mampu? Bagaimana seseorang dengan minimnya akses terhadap informasi tentang sekolah di luar negeri bisa benar-benar sekolah di luar negeri jika cara mendapat beasiswa saja dia tidak tahu? Bagaimana seseorang yang tidak punya uang dapat mendapat buku-buku panduan belajar bahasa Inggris? Budi memikirkan itu semua.

Dengan teknologi Budi menjembatani kesulitan-kesulitan yang dihadapi jutaan warga negara Indonesia. Bukan hanya itu, kebaikan hatinya lah yang menggerakkan semua ini. Ia membangun sekolah TOEFL tanpa sepeserpun uang, sebab memang tak ada bangunan fisik yang diperlukan. Ia ingin orang-orang yang tidak beruntung dengan kondisi keuangan tidak harus selalu memikirkan uang untuk mencapai mimpi belajar bahasa Inggris sampai cerdas dan bisa skeolah di luar negeri. Uang bukan segalanya.

Sekolah yang dipimpin jarak jauh dan melalui dunia maya tidak saja membuat Budi memiliki tempat khusus dimata para siswanya, juga masyarakat internasional. Ditengah-tengah kesibukannya sebagai mahasiswa S3 yang pastinya dipenuhi seabrek tugas dan rencana penelitian, ia bisa menjalankan sekolahnya. Sebuah lembaga gratis yang bisa diikuti siapa saja dari Sabang sampai Merauke, oleh si miskin atau si kaya, tua atau muda, jomblo atau telah berkeluarga. Disiplin dan mengikuti aturan adalah satu satunya aturan dalam sekolah ini. Kalau nggak sanggup, bye!



Sekolah TOEFL didirikan pada 2015 dan kini jumlah muridnya telah mencapai puluhan ribu orang. Aku yakin kursus-kursus bahasa Inggris berbiaya mahal dengan pengelolaan konvesional telah kalah saing dengan sekolah ini. Sekolah ini juga memiliki jadwal ketat mulai dari jadwal penerimaan siswa baru, jadwal pertemuan online, jadwal pembagian buku panduan, jadwal tes, jadwal pengumuman hasil tes dan aktivitas lain. Juga dibangun kelompok belajar online untuk mereka yang sekelas. Mereka berkomunikasi via Whatsapp! Budi juga tak sungkan menjawab berbagai pertanyaan siswanya melalui akun media sosialnya seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Sama seperti sekolah pada umumnya. Hanya saja semua prosesnya berjalan online, siswanya tersebar dimana-mana dan tentu saja gratis. Teknologi menjadikan mimpi Budi membantu orang lain untuk sukses. 

Sebagai sosok penting dalam sekolah anti mainstream ini, Budi memang bukan lagi sosok biasa. Ia telah dikenal dimana-mana. Followernya di Instagram telah mencapai lebih dari 18.000 orang, di Twitter mencapai lebih dari 16.000 orang dan di Facebooknya mencapai 37.000 orang dengan 5000 pertemanan. Sungguh luar biasa! Budi kecil dari tanah Bengkulu yang dulu minder dna tak percaya diri telah bertransformasi menjadi sosok yang keren dan inspiratif. Ia dibutuhkan banyak orang dan besar kontribusinya bagi bangsa ini. Bisa jadi 10 tahun kedepan banyak sosok besar dan sukses lahir berkat kerja kerasnya hari ini.

Budi yang dulu adalah pribadi sederhana bahkan cenderung minder karena berbagai keterbatasan. Tapi, dengan semangat baja, disiplin tinggi, kerja keras dan dukungan keluarga ia mampu melewati semua dan menjadi Budi yang sekarang. Aku dan kita semua yang pernah mengenalnya tidak tahu seberapa banyak ia terjatuh, seberapa sering ia menangis dan seberapa berat cobaan hidupnya. Saat ini, kita hanya tahu bahwa sosoknya penting. Budi, adalah sosok muda yang akan memegang peranan penting bagi masa depan pendidikan Indonesia dan dunia.  



Depok, April 2016
Bahan bacaan:
https://sdsafadg.com/
http://www.kompasiana.com/ahyarros/tiga-alasan-kenapa-pencari-beasiswa-harus-membaca-buku-inspirasi-paman-sam_56b9cb73167b61d40ae80118
http://www.slideshare.net/JunitaSari1/sometimes-need-a-motivator 
http://pbecmalang.blogspot.co.id/2015/05/pendaftaran-sekolah-toefl.html
https://suhudsyah.wordpress.com/tag/sekolah-toefl/
http://www.lomba.or.id/2015/10/ayo-daftar-sekolah-toefl-gratis-2015.html




Wijatnika Ika

30 comments:

  1. Aku sampai berkaca-kaca baca tulisan ini, sangat menyentuh, menginspirasi, perasaanku diaduk-aduk ke sana-sini..hehe
    Terima kasih kak Ika, terima kasih Kak Budi :)
    Let's Break the Limits..!
    Saya tak akan pernah bosan untuk terjatuh, terlebih lagi untuk selalu bangkit dari jatuh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Maulida sudah membaca tulisan ini. Jangan lupa sebarkan tulisan ini agar masyarakat tahu bahwa Budi Waluyo telah memilih jalan untuk memudahkan mereka yang tidak beruntung untuk bangkit dan meraih suksses. Dengan begitu kita bisa membantu banyak orang yang membutuhkan, setidaknya bagaimana membangun semangat belajar ditengah keterbatasan.

      Salam,

      Delete
  2. Oh ada ya sekolah TOEFL. Wah saya jadi ingin ikut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan kunjungi blog Sekolah TOEFL di https://sdsafadg.com/ untuk keterangan lebih lanjut.

      Sukses selalu.

      Salam,

      Delete
  3. Masa depan pendidik kelas wahid. Semoga bermunculan generasi baru yang berakhlak mulia dan berotak encer.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali. Cerdas saja nggak cukup. Semoga kecerdasan menjadi sempurna dengan hati yang baik dan kebiasaan berbagi hal-hal positif.

      Salam,

      Delete
  4. Oh ada ya sekolah TOEFL. Wah saya jadi ingin ikut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan kunjungi blog Sekolah TOEFL di https://sdsafadg.com/ atau bisa juga langsung ke Twitter Budi Waluyo selaku pendiri dan pengasuhnya.

      Salam,

      Delete
  5. Trims sharingnya. Semoga tambah sukses...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Tri yang cantik. Kesuksesan untuk kita semua...

      Delete
  6. makasih infonya mba Ika. blognya keren...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah mampir dan udha bikin geer, Adis hehehe

      Delete
  7. ini bikin terharu mba dan saya juga mau nyoba TOEFLnya, salam kenal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba Lidha. silakan menikmati sajian blog sederhana ini. Silakan kunjungi blog Sekolah TOEFL jika ingin tahu lebih banyak.

      Delete
  8. keren nih, buat inspirasi orang lain juga sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba Tira. Orang keren itu selalu menginspirasi banyak orang.

      Delete
  9. Wah, Ada ya Sekolah Toefl. Aku baru tau.

    TFS, Mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul ada Mba Novia. Silakan search informasinya di Google "Sekolah TOEFL" nanti akan ketemu blog dan akun media sosial pendirinya sehingga bisa bertanya langsung.

      Salam,

      Delete
  10. Assalamu'alaikum mba Ika.
    Membaca Kalimat Pembuka artikel ini langsung menarik perhatian & semangat saya. Saya sangat kurang dlm mempelajari bahasa Inggris. Semoha dengan adanya Sekolah TOEFL & Sekolah Inggris. Mampu meningkatkan kemampuan saya. Terima kasih untuk mentor yg menginspirasi Kak Budi Waluyo & mba Ika. Salam Sukses.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Subhan, makasih udah mampir. Sukses juga buat kamu. Kejarlah mimpi sampai tercapai. Break the limits!

      Delete
  11. saya salah satu siswa nya... benar-benar suatu anugrah bisa bergabung di SEKOLAH TOEFL

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Asep, makasih udah mmapir. Iya, manfaatkanlah kesempatan dengan baik. Dan bergurulah dengan Budi Waluyo, ambil semua ilmu dari kepalanya hehe

      Delete
  12. Bgm cara bergabung di sokolah Toefl dan apa persyratan ya...sy ingin meningkatkan kemapuan bhs inggris di sekolah Mr. Budi sangat menarik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mas Saepudin, makasih udah mampir. Silakan search di Google "Sekolah TOEFL" pasti langsung ketemu blognya Sekolah TOEFL.

      Delete
  13. The inspiring article for getting future..thank you miss. Wijatmika..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mas Saepudin, thank you for visiting my blog.

      Delete
  14. Mba ika,tlg sampaikan ke mas budi utk buka kls ielts juga. Terima kasih ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Euis, makasih udah mampir. Wah, idenya bagus tuh

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram