I Sneak a Look at Him Everyday


Jadi, minggu lalu aku dapat kiriman buku dari program giveaway seorang blogger bertema "Blind Date with A Book". Karena 'blind date' maka aku nggak tahu siapa si pemilik buku yang kuterima. Pokoknya aku dapet 3 buku sebagai teman nge-date aku dari seseorang di Jakarta. Nah, dua dari tiga buku yang kuterima merupakan komik yang ternyata sudah dibuat drama Korea berjudul "Flower Boy Next Door". Hm, cerita di komik dan di drama memang agak-agak beda dikit sih, meski tidak membuang inti dari cerita yang aneh, lucu, menggemaskan dan kadang-kadang menyebalkan. 

Seorang gadis bernama Go Dok Mi adalah tipe yang sangat suka tinggal di dalam rumah. Selain pekerjaannya sebagai ilustrator buku anak-anak membuatnya harus bekerja berjam-jam di rumah, ia tak punya teman untuk bermain atau sekedar minum kopi. Ia melakukan banyak hal di apartemennya mulai dari makan, tidur, nonton tv, mencuci, bekerja, makan lagi, bekerja lagi. Ia hanya sendirian. Ia menganggap bepergian keluar merupakan tindakan berbahaya. Selain bisa bertemu dengan orang-orang aneh, kemungkinan terjadi kecelakaan dan penculikan juga besar. Untuk menghibur dirinya yang kadang-kadang merasa kesepian, ia mengintip seorang pemuda di apartemen seberang. Karena mengintip pemuda itu telah menjadi rutinitasnya sehari-hari, maka ia hapal diluar kepala smeua aktivitas pemuda itu mulai dari bangun tidur sampai mau tidur. Ia belum memutuskan untuk mengenal pemuda itu, dan memilih mengintip saja untuk menyenangkan hatinya. 

Tapi, pada suatu hari, saat ia mengintip ia menemukan seseorang asing yang berbeda yang sialnya sedang melihat ke arahnya. Tampaknya rasa penasaran pemuda aneh berambut pirang yang baru saja ia lihat memiliki kejahilan yang sama yaitu mengintipnya dari apartemen seberang. Jadi, selain kesal karena tidak bisa mengintip pujaan hatinya ia juga merasa malu karena telah tertangkap basah mengintip apartemen itu oleh orang asing. Maka ia memutuskan untuk menutup gorden, menjauh dari jendela dan fokus pada pekerjaannya. 

Eh, pada suatu hari si pemuda berambut pirang tiba-tiba saja muncul di pintu apartemennya dan dengan kekurangajaranya memanggil Go Dok Mi sebagai "Bibi". Karena pemuda ini memang kurang ajar, setelah itu ia selalu mengganggu Dok Mi kapan saja bahkan suka mengganggunya saat ia harus bekerja dengan pura-pura ingin makan malam bersama, nonton bola karena TV di apartemen sepupunya rusak dan lain sebagainya. Meski Dok Mi tidak suka padanya, tapi si pemuda tampan dan urakan ini menjadi semakin akrab seakan-akan mereka telah berteman begitu lama. Dok Mi pun tidak lagi rajin mengintip pemuda impiannya di apartemen seberang karena ternyata ia sudah punya pacar. 

Yah, dengan lika-liku yang terjadi, akhirnya Dok Mi semakin dekat dengan Enrique si pemuda aneh. Ia pun jadi sering jalan-jalan keluar dan melihat matahari. lama-kelamaan Dok Mi juga berubah menjadi gadis mempesona. Ia ternyata baru menyadari bahwa seirng jalan-jalan keluar untuk membuang sampah, makan dengan teman atau hanya sekedar membeli camilan ternyata tidak apa-apa dan ia baik-baik saja. Dan seharusnya memang Dok Mi berterima kasih pada si flower boy Enrique karena telah menganggunya dan membuat mereka menjadi sangat akrab. Meski Dok Mi masih melakukan pekerjaan yang sama, ia kini memiliki teman untuk bercerita dan berbagi, juga untuk mengajaknya keluar dan menikmati keanehan yang dulu ditakutinya.


Oh ya, terima kasih ya buat pengirim buku ini. Meski awalnya aku kecewa karena tidak mendapatkan buku yang kuharapkan sebagai pasangan date buku aku, tapi aku bisa sedikit lega karena ketika buku ini datang aku sedang sangat suntuk. Alhasil aku bisa tertawa dan meregangkan otot-otot yang kaku karena kesuntukan yang bertumpuk-tumpuk selama berminggu-minggu. 

Depok, April 2016

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram