HISTORY OF THE ARABS



Assalammu'alaikum

Aku memiliki ketertarikan khusus terhadap buku, karenanya aku tidak sungkan menyisihkan pendapatanku untuk membeli buku. Bukan karena untuk gaya-gayaan atau menjadi cerdas seperti para ilmuwan. Alasannya sederhana saja: otakku lapar. Sebagaimana tubuh dan jiwa, otak alias pikiran juga perlu makanan berupa ilmu pengetahuan. Oleh karena sangat kecilnya kemungkinan bertemu dan berdiskusi dengan para penulis hebat (apalagi yang sudah meninggal), jadi ya sudah cara sederhana adalah dengan membaca buah pikir mereka.

Dan pada satu kali saat aku menjadi mahasiswa semester akhir di UI, aku mampir ke toko Buku Cak Tarno dalam perjalanan pulang ke kosan (Ini toko buku langgananku loh). Sebagai penjual buku yang sangat dihormati para dosen dan mahasiswa UI, beliau merekomendasikan buku ini padaku. Tanpa pikir panjang dan entah akan dibaca atau tidak, aku membelinya. Buku ini sempat kesepian diantara tumpukan buku-buku tebal mata kuliah sampai kemudian aku memutuskan untuk membacanya perlahan-lahan.

ARAB? ORANG ARAB? BAHASA ARAB?
Buku yang sampai ke tanganku ini merupakan edisi bahasa Indonesia terbitan penerbit Serambi yang pertama kali publikasikan tahun 2013. Buku setebal 900 halaman ini pertama kali diterbitkan tahun 1937, dan terbitan ke 33 dicetak tahun 1970 setelah mengalami 10 kali revisi. Dinamika masyarakat internasional, khususnya jika dikaitkan dengan dunia Arab dan Islam menjadi daya tarik tersendiri mengapa buku ini harus dicetak berulang-ulang dan diterjemahkan kedalam berbagai bahasa baik. Sebagai seorang imigran Amerika yang terpelajar, Philip Khuri Hitti tidak saja menulis buku ini sebagai sumbangsih pada dunia Islam, juga pada masyarakat Amerika yang pada saat itu tidak memiliki pengetahuan tentang orang Arab dan Islam. Bahkan tidak ada mata kuliah di kampus-kampus di Amerika yang membahas masalah ini hingga Perang Dunia II berakhir dan Amerika mulai terbuka untuk memahami orang Arab dan Islam agar bisa berinteraksi dengan mereka. 


Buku ini merupakan karya yang padat, yang dilengkapi dengan 70 ilustrasi bangunan, gambar keeping uang logam dan karya seni, 21 peta dan 25 tabel dinasti. Untuk memudahkan pembaca melakukan koreksi pada sumber-sumber penulisan, tersedia 2.000 catatan kaki yang merujuk pada sumber-sumber penting berbahasa Arab dari Abad Pertengahan. Nah, karena sangat padat aku tidak bisa membuat ringkasan atasnya, meski pada awalnya aku berencana membuat tulisan berseri yang diambil per bab. Tapi dipikir-pikir aku akan merepotkan diriku sendiri dan seperti menjebak otakku untuk bekerja sangat keras. Sebab bagaimana mungkin aku meringkas sebuah karya yang dibuat begitu padat sehingga tak bisa menemukan satu atau dua atau seratus kata yang bisa dibuang dan digantikan yang lain untuk memuaskah dahaga pembaca?

Buku ini terbagi menjadi enam bagian untuk memudahkan pembaca memahami masa-masa penting dalam peradaban Islam. Bagian satu menceritakan Arab pra Islam terdiri dari 5 bab yang menjelaskan siapa sih orang Arab itu, hubungan internasional mereka, kerajaan-kerajaan kecil di Semenajnjung Arab dan kondidi Arab menjelang kelahiran Islam; Bagian dua menjelaskan tentang fase kelahiran Islam dan Kekhalifahan. Terdapat 5 bab yang masing-masing secara khusus membahas siapa Muhammad sang Nabi orang Arab dan Islam, pembahasan menganai Al-Qur’an dan ajaran Islam, periode penaklukan, administrasi wilayah kekuasan Islam yang baru dan kelahiran kekhalifahan sebagai lembaga politik; Bagian tiga khusus membahas kekhalifahan masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Bagian ini terdiri dari 14 bab yang menceritakan asal muasal berkuasanya dinasti Umayyah dan Abbasiyah pasca pemerintahan para sahabat Nabi. Pada fase ini masyarakat Islam diceritakan bukan cuma suka saling membunuh dan berperang satu sama lain demi merebut kekuasan kekalifahan, juga lahirnya sekte-sekte yang berkembang hingga saat ini, kemajuan bidang ilmu pengetahuan, seni, sastra dan arsitektur, juga kelahiran dinasti-dinasti kecil yang memecah kekhalifahan menjadi Timur dan Barat. Terakhir membahas kehancuran kedua kekhalifahan.

Bagian 4 membahas tentang pengaruh bangsa Arab di Eropa mulai dari Spanyol dan Sisilia. Ada 5 bab yang menjelaskan fase penaklukan Spanyol dan awal mula kekuasaan Islam di Spanyol, kerusuhan-kerusuhan sipil, perkembangan ilmu pengetahuan seperti kajian bahasa, sastra, filsafat, arsitektur, seni, pendidikan, hingga tasawuf; Bagian 5 buku ini membahas mengenai negara-negara Muslim terakhir pada abad pertengahan. Secara khusus bab ini menjelaskan fase kelahiran, sumbangsih dan kemunduran dinasti Fathimiyah di Mesir, terjadinya perang salib, kepahlawanan Salahudin Al-Ayyubi, berbagai peperangan, pergantian kekuasan dari dinasti Ayyubiyah ke dinasti Mamluk, perkembangan ilmu pengetahuan sampai bidang militer, pertanian, industri hingga masalah percampuran ras. Bagian ini ditutup dengan kemunduran dinasti Mamluk dan kelahiran dinasti Utsmani di Turki; dan buku ini ditutup oleh bagian 6 yang menceritakan kekuasan dinasti Utsmani mulai dari kelahiran, kegemilangan hingga kehancurannya dan bagaimana pengaruh Barat dalam dunia Islam dan Arab saat itu. Pada periode ini kekhalifahan dan pengaruh besar orang Arab dan kerajaan orang Islam berakhir. Masyarakat Arab dan Islam tengah menuju dunia baru yang lebih banyak dipengaruhi barat khususnya pasca renaissance Eropa. Turki bahkan mendeklarasikan dirinya sebagai Republik dan benar-benar ingin mereformasi masyarakatnya agar menjadi seperti Eropa. Informasi lain mengenai sejarah orang Arab dan Islam bisa dilihat DISINI  DISINI dan DISINI


Yang paling mencengkan bagi publik internasional kala itu lebih tertuju pada kebangkitan tiba-tiba orang-orang padang pasir setelah kepemimpinan Muhammad sebagai pembawa risalah agama Islam. Kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak terdengar dan tidak diperhitungkan tiba-tiba menjelma menjadi kekuatan baru yang berhasil mengalahkan kekuasaan Romawi dan Bizantium. Kebangkitan ini sempat mencengangkan dunia karena memang memberi sumbangsih pada banyak hal. Namun, bagiku banyak cerita kelam yang justru membuat mata perih ketika membacanya. Tak beda dengan ketika aku membaca buku "Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda" karya Ernst H, Gombrich dimana sejarah peradaban manusia sesungguhnya merupakan sejarah antara perang satu ke perang lain, perebutan kekuasaan antara satu dan yang lain, dan terus begitu sampai saat ini. Dunia orang-orang Arab yang pada mulanya memimpin masyarakat Islam dipenuhi dengan pertumpahan darah bahkan sejak masa pemerintahan para sahabat nabi. Kita tak bisa memungkiri bahwa 3 dari 4 sahabat Nabi yang terdekat yaitu Umar Bin Khathab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib meninggal karena dibunuh dalam pemerintahan mereka.

Pertumpahan darah, perebutan kekuasaan, peperangan antar orang Islam, dan pembunuhan (bahkan dalam praktek yang sangat kejam) antara kelompok satu dan lainnya membuatku hampir tak percaya bahwa inilah jenis lembaga politik masyarakat Islam yang oleh sebagian kelompok ingin dibangkitkan kembali. Bagaimana membangkitkan sistem kekhalifahan sedangkan sistem itu sejak awal dibangun dengan konsep saling mewariskan kekuasaan dari ayah ke anak lalu ke cucu sehingga menimbulkan murka pihak-pihak yang tersingkir, juga soal etnosentrisme dan kegagapan membangun sebuah dinasti bercorak internasional. Dan sebagai umat Islam aku jelas tak bisa menutup mata bahwa salah satu runtuhnya kekalifahan terakhir bukan semata-mata karena campur tangan asing. Juga karena kemerosotan moral umat Islam yang sudah merajalela sejak dari pucuk pimpinan tertinggi sampai rakyat jelata. Gap ekonomi antara kelompok penguasa dan rakyat jelata tak jauh beda dengan masa sekarang, juga korupsi dan kehancuran moral. Soal ini juga bisa dibaca dalam memoar novelis Orhan Pamuk tentang Kota Istanbul. 

Meskipun demikian, kekuasan orang Arab dan Islam dalam percaturan dunia memberikan dampak luas bagi masyarakat Internasional. Perkembangan ilmu pengetahuan, arsitektur, seni, pertanian, kedokteran dan sebagainya masih terasa pengaruhnya sampai hari ini. Ada masa-masa dimana masyarakat Islam begitu mencintai ilmu pengetahuan sehingga mereka mulai melakukan penerjemahan besar-besaran atas teks-teks kuno, misalnya dari teks-teks Yunani ke bahasa Aramik lalu ke bahasa Arab. Periode-periode ini telah melahirkan banyak ilmuwan besar Islam yang turut berpengaruh pada kemajuan ilmu pengetahuan di Eropa pada abad pertengahan. 

Sungguh, aku masih terhenyak dengan buku ini. Meskipun demikian, aku berharap semoga umat Islam tidak keberatan untuk menabung dan membeli buku ini (harganya tidak lebih mahal dari tas atau sepatu kualitas menengah buatan dalam negeri kok). Buku ini adalah satu dari buku penting yang sangat layak dimiliki oleh para cendikiawan Muslim. Umat Islam wajib belajar sejarah mereka. Bagaimanapun juga, khususnya di Indonesia, Islam yang kita terima saat ini telah mengalami perjalanan panjang selama 1.400 tahun. Dan mana mungkin kita sanggup melewatkan banyak cerita dan peristiwa sepanjang periode itu jika memang ingin memahami agama Islam dan melihat posisi kita dalam masyarakat Islam secara global. 

Depok, April 2016

Sumber peta:
http://website-humblec.rhcloud.com/?attachment_id=3360


Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram