Demam Membara Descendant of the Sun


Assalammu'alaikum

Buat penyuka drama Korea Selatan, nggak asing lagi dong dengan Mega Best Seller drama berjudul "Descendant of the Sun". Drama sebanyak 16 episode ini berkisah tentang romantisme antara seorang anggota pasukan khusus tentara nasional Korea Selatan berpangkat kapten (Yoo Si Jin) dan seorang dokter cantik (Kang Mo Yeon) dan terkenal di kawasan Gangnam. Awalnya mereka ketemu nggak sengaja di rumah sakit tempat dokter Kang bekerja waktu Kapten Yoo dan temannya mencari ponsel yang dicuri seorang anggota geng. Eh si Kapten langsung deh jatuh cinta pada pandangan pertama. 

Tak berapa lama kemudian, kapten Yoo ngajak dokter Kang ngedate. Rencananya mereka akan nonton di bioskop. Eh, masuk bioskop aja belum di Kapten Yoo malah dijemput helikopter karena harus menjalankan tugas ke suatu tempat yang dirahasiakan (iya lah namanya juga pasukan khusus). Tinggal si dokter Kang yang bengong sendirian seolah-olah ia telah dikerjai mentah-mentah sama orang yang ngaku naksir dirinya tapi ngebatalin gitu aja janji nonton bareng untuk pertama kali. Dokter Kang nggak tahu kalau Kapten Yoo itu seorang anggota militer yang sangat diandalkan dan merupakan anggota pasukan perdamaian PBB. Perempuan itu hanya mengira bahwa Kapten Yoo adalah lelaki aneh. 

Kali kedua, mereka janjian buat nonton di bioskop yang sama. Ada sebuah film yang oleh keduanya sangat ingin ditonton. Kejadian yang sama terulang lagi, baru aja film dimulai si Kapten Yoo menerima telepon untuk segera ke markas demi menjalankan tugas. Dokter Kang kesel dong karena untuk kedua kalinya kencan mereka batal dan dia nggak tahu kemana itu di Kapten Yoo pergi dan buat ngapain. Setelah kapten Yoo pergi, dokter Kang dapat panggilan dari rumah sakit bahwa ia harus segera melakukan operasi pada pasien yang baru saja tiba. Kali ketiga, mereka ketemu lagi dan dokter Kang minta kanten Yoo bicara jujur soal pekerjaannya. Tapi, si Kapten nggak mau mengungkapkan siapa dirinya, karena pekerjaan pasukan khusus memang dirahasiakan dari masyarakat sipil. Ya, udah dokter Kang yang marah bilang bahwa ia nggak akan pacaran sama orang yang bahkan nggak bisa kasih tahu apa pekerjaannya. Kan si dokter jadi takut. Jangan-jangan kapten Yoo alien dari planet entah berantah. 

Pada suatu hari, saat kapten Yoo hilang dari peredaran dokter Kang mendapatkan undangan makan malam dari kepala rumah sakit tempatnya bekerja. Si kepala RS rupanya naksir dokter cantik yang makin terkenal karena penampilannya di televisi. Eh ternyata ada udang dibalik batu, si kepala rumah sakit mengira dokter Kang itu perempuan murahan yang mau tidur dengannya demi melejitkan karirnya. Alhasil ia hampir membunuh si kepala Rumah Sakit. Tak lama kemudian, dokter Kang dan timnya dihukum selama 8 bulan untuk melakukan tugas mulia sebagai relawan dokter di negara bernama Urk. Nah, saat beberapa orang tentara menyambut kedatangan tim medis di bandara, dokter Kang dan Kapten Yoo ketemu lagi. Sekarang barulah dokter kang sadar bahwa Kapten Yoo yang suka menghilang itu seorang tentara dan kini mereka bertugas di lokasi yang sama demi menjaga perdamaian dunia. 


Di negara Urk lah kisah cinta mereka dimulai dimana dokter Kang belajar banyak hal tentang kondisi masyarakat sekitar kamp, pemandangan alam yang indah, seorang teman kapten Yoo yang keluar dari tentara dan menjadi seorang mafia kelas internasional, desa fiktif tempat penampungan calon anak-anak yang akan diperdagangkan sebagai budak seks, gempa bumi, kematian, dan kisah cinta rekan mereka yang sangat rumit. Dokter Kang juga banyak belajar kerja-kerja tentara di wilayah konflik seperti menyisir ranjau dan menjinakkan bom, menolong masyarakat sipil saat tertimpa musibah dan membebaskan korban kejahatan dari penjara. 

Pada momen-momen ini Kapten Yoo terus saja menyatakan cinta pada dokter Kang yang masih ragu-ragu. Kapten Yoo itu tampan, gagah berani, idola para gadis dan seorang prajurit kebanggaan Korea Selatan. Tapi, dokter Kang sebenarnya lebih takut kalau-kalau pada suatu waktu kapten Yoo tak pernah pulang dari tugasnya dan ia akan kehilangan dia selamanya. Ia juga takut dengan perbedaan profesi mereka yang slaing bertolak belakang tapi sama-sama idbutuhkan Korea Selatan dan dunia internasional. Namun kemudian, dengan berbagai pertimbangan akhirnya ia menerima kapten Yoo dan mereka menjadi sepasang kekasih yang direstui baik oleh pasukan si kapten Yoo maupun oleh tim medis. 

APA SIH KELEBIHAN DRAMA INI?
Drama ini seperti bom warna pink yang meledak dan membuat penontonnya merasa bahagia. Tidak seperti kebanyakan drama korea yang sering berepisode sampai puluhan, drama ini hanya 16 episode saja. Selain itu, konflik yang ditampilkan juga bukan konflik ala drama Korea pada umumnya tentang si kaya dan si miskin, perebutan harta, penghinaan dan sebagainya. Drama ini murni tentang kerumitan perasaan pasangan kekasih seorang tentara dan dokter yang sama-sama memiliki tugas berbeda bagi kemanusiaan dan jam terbang tinggi. Jika profesi yang satu berkemungkinan melakukan penghilangan nyawa demi keamanan masyarakat, maka profesi lainnya justru bertugas menyelamatkan nyawa messi itu nyawa seorang penjahat sekalipun. Benturan kepentingan, idealisme, nasionalisme dan impian antara kedua tokoh utama menjadikan drama ini memang istimewa. 

Tambahan lainnya adalah lokasi syuting. By the way, negara Urk itu dimana ya? Ada dua lokasi negara asing yang diceritakan dalam drama ini sebagai lokasi pengabdian kapten Yoo dan dokter kang, yaitu Urk dan Albania. Kedua tempat ini memiliki pemandangan indah, terutama ketika base camp para tentara ditempatkan di lokasi reruntuhan bangunan kuno khas peradaban Eropa dimasa lampau. Salah satu tempat yang menarik misalnya sebuah pulau kecil dengan pasir putih yang indah dimana sebuah bangkai kapal terongggok tempat sebuah mitos tentang cinta dan pertemuan dihidupkan oleh masyarakat sekitar. Lokasi ini dijadikan Kapten Yoo dan dokter Kang sebagai tempat bertemu kembali apabila mereka benar-benar telah sepakat untuk saling mencintai dna mendukung profesi masing-masing. Juga tempat lain yang sangat indah di negara Urk itu. Dan ternyata lokasi itu ada di Korea yaitu bekas tambang batubara tua di kota Taebak, provinsi Gangwon (dikira diluar negeri beneran lah hehehe). Tempat ini kini menjadi lokasi wisata populer dan secara resmi akan dibuka untuk publik pada Juni 2016. 



Yang tentu saja menjadi perhatian publik adalah pemeran utama drama ini, Song Jong Ki sebagai Kapten Yoo dan Song Hye Kyo sebagai dokter kang. Keduanya merupakan aktris dan aktor ternama Korea Selatan dengan peran-peran ciamik mereka dalam banyak drama yang juga laris manis. Pertemuan keduanya dalam satu drama sebagai sepasang kekasih menjadikan drama ini seolah-olah sebuah film Disney made in Korea yang akhir ceritanya adalah Happily ever after. Dan kebahagiaan itu masih berlanjut dengan 3 episode lanjutan sebagai episode khusus (pengulangan adegan-adegan tertentu saja) dan kegembiraan pengelola destinasi wisata karena lokasi syuting drama ini mendatangkan turis ke wilayah mereka. 

PANASNYA SAMPAI KE INDONESIA
Di tanah air, demam drama ini lumayan panas sampai membawa-bawa si tampan lagi mempesona Agus Harimurti Yudhoyono dalam sebuan meme. Aku mendapati meme ini di akun instagram Annisa Yudhoyono. Ia me-report sebuah gambar yang menyandingkan Kapten Yoo Si Jin dan Kapten Agus Yudhoyono yang selama ini memang menjadi idola kaum hawa se-tanah air. Bu Annisa menegaskan bahwa pak AHY adalah miliknya jadi silakan para jomblo untuk nguber-nguber kapten Yoo aja. Ah kocak banget deh dampak  nih drama. Kebenaran lainnya adalah bahwa nonton drama Korea Selatan sejenis ini jauh lebih masuk akal dan menghibur dibanding menonton sinetron, film hantu atau FTV ala Indonesia yang garing, bermutu rendah dan kadang-kadang juga berisi pembodohan.  


MENGAPA KOREAN DRAMA BEGITU DIGANDRUNGI?
Bagi sebagian orang yang (merasa dirinya) cerdas dan berkelas, nonton drama Korea Selatan merupakan sebuah tindakan bodoh, konyol, murahan, kampungan dan tidak mencerminkan intelektualitas jika dibandingkan dengan menonton opera sabun serupa dari negara-negara Barat. Tapi bagiku, deman budaya korea baik film, drama, musik, makanan hingga gaya hidup menunjukkan bahwa Korea Selatan kini sedang memegang kendali percaturan budaya. Kalau kita mau sedikit melakukan desk research via internet, akan didapati kenyataan pahit bahwa negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, China, dan Taiwan telah jauh meninggalkan Indonesia dan negara-negara Asia lainnya (kecuali India ya) dalam percaturan budaya. Produk-produk ayng diperkenalkan lewat drama-drama kacangan kini membanjiri tanah air, bahkan menjadi jalan meraup rupiah bagi para pelaku bisnis online. 

Jika kita mau terlibat dan meluangkan waktu untuk mempelajari mengapa produk budaya mereka begitu diterima dimana-mana (bahkan secara diam-diam ditonton para remaja negara-negara Timur Tengah), kita akan menangisi betapa tertinggalnya bangsa kita. Negara-negara Asia Timur itu nampaknya bersatu padu membumikan budaya negara mereka. Lihatlah situs-situs yang menampilkan drama, film, reality show negara mereka dapat diakses dengan mudah melalui internet. Siapapun, dimanapun dan kapanpun bisa menonton. Hari ini sebuah drama tayang di negaranya, besok sudah bisa dinikmati masyarakat internasional lengkap dengan terjemahannya dalam bahasa Inggris. Beberapa situs bahkan menyediakan terjemahan dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Cepat sekali mereka bekerja ya. Dan ini telah menjadi racun yang memangsa pasar (mungkin) tanpa disadari pelaku bisnis hiburan tanah air. 

Setelah menonton cukup banyak drama dan film Korea Selatan, aku mendapati beberapa hal penting yang membuat mereka diatas daun. Memang tak bisa dipungkiri bahwa persaingan kerja di Korea Selatan, terutama di industri hiburan sangat tinggi. Tapi kita harus bisa memberikan apresiasi pada kerjasama pemerintah dan sektor swasta dalam memajukan industri ini. Kisah dalam drama Korea nyaris sama; soal cinta, kaya miskin dan talik ulur keduanya, dan kehidupan sosial mereka. Tapi selalu ada tema-tema khusus yang mereka fokuskan untuk mempromosikan budaya. Misalnya drama A fokus pada kuliner tradisional berupa kimci, drama B fokus pada praktek kedokteran, drama C pada kekuatan militer dan kerjasama internasional, drama D pada lokasi-lokasi sejarah, drama E pada kopi dan sebagainya. Bahkan, seringkali ada tulisan yang khusus membahas fashion dalam sebuah drama seperti halnya dalam drama ini seperti pakaian, sepatu, lipstik, tas dan sebagainya. Fashion item dalam drama-drama Korea biasanya akan berpengaruh positif bisnis karena permintaan pasar yang meningkat. 

 
Kita bisa melihat dampak ini di pasar tanah air mulai dari pakaian, sepatu, tas, makanan, aksesoris, hingga kosmetik. Perhatian pusat-pusat perbelanjaan di kota kita masing-masing, pasti disana ada konter-konter produk kecantikan Korea Selatan, juga rak khusus makanan-makanan produk Korea Selatan. Lihatlah akun media sosial pelaku bisnis online. Nyaris produk Korea Selatan dan China isinya! dan sepatu yang dipakai Song Hye Kyo dalam drama Descendant of the Sun kini menjadi hits dan dicari para gadis. 

Dalam banyak hal, Indonesia yang lebih kaya segala sesuatunya kalah gesit dalam membaca peluang pasar dan kini jauh tertinggal. Meski demikian, aku berharap industri ini akan bangkit dan mengejar ketertinggalannya segera, serta memimpin kebangkitan budaya di Asia Tenggara. Masa iya Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau kalah populer dengan Korea Selatan yang selalu saja membawa satu-satunya Pulau Jeju dalam setiap film dan drama sebagai promosi pariwisata internasional mereka. 

Depok, April 2016

Bahan bacaan:
http://www.destinationkpop.com/descendants-sun-shooting-location-become-tourist-spot/
http://www.hancinema.net/hancinema-s-report-descendants-of-the-sun-filming-in-greece-87624.html
http://www.zetizen.com/show/1735/fashion-recap-from-descendants-of-the-sun

Wijatnika Ika

3 comments:

  1. Di Korea to ternyata pengambilan syutingnya.. omegoot.. aku kira beneran di Urk, dan kalau beneran di Korea dapat dari mana ya anak-anak bule ntuh? hihi

    ReplyDelete
  2. Negara Urk itu lokasi syutingnya di Korea. Tapi kalau yang pulau dengan bangkai kapal, padang pasir dll beneran di luar negeri. Bisa dicek kok di beberapa sumber.

    Btw makasih ya sudah berkunjung ke blog ini Mba Rani.

    Salam

    ReplyDelete
  3. Point terakhir betul sekali tuh mbak,
    Pemerintah Korea concern sekali sama pariwisata mereka dan serius banget menanganinya.
    Aku pernah beberapa kali terlibat dalam program KTO yang memang khusus dibentuk pemerintah Korea buat membantu para wisatawan yang ingin berkunjung ke Korea.

    Nonton dramanya aja kita udah bisa tertarik banget sama kulinernya, fashion, budaya dll.

    Mudan2an suatu saat nanti Indonesia bisa seperti itu yah, jangan cuma korean wave aja, Indonesian wave juga harus bisa menembus pasar internasional lah :))

    ReplyDelete

PART OF

# # # # #

Instagram