THE ATLAS OF BEAUTY




Sudahkah hari ini bercermin dan bersyukur atas kecantikan diri? Hm, apa sih yang disebut cantik? Apakah cantik itu seperti para perempuan muda belia yang terpilih sebagai kontesan ratu kecantikan semacam Miss World, Miss Universe dan kontes lain yang serupa? Apakah cantik itu seperti memiliki wajah innocent para pop star dari Korea Selatan? Apakah cantik itu seperti para bintang iklan di TV? Apakah cantik itu berkulit putih mulus bak sutera, bertubuh tinggi, berhidung mancung, bermata belo lagi sendu, bersuara indah bak Raisa dan pandai berpuisi seperti Dian Sastro? Lantas, jika kita lahir berbeda dan tidak memiliki semua kategori itu apakah kita tidak cantik? 

Adalah Mihaela Noroc, seorang perempuan Romania berusia 30 yang mendapat ilham pada usia 27 untuk berkeliling dunia, demi menyaksikan kecantikan para perempuan dari berbagai negara, budaya dan profesi. Ia memutuskan untuk berkeliling dunia bersama ransel dan kameranya demi mengabadikan kecantikan. Setidaknya, ia telah berkeliling ke 45 negara dan bertemu dengan ribuan perempuan cantik yang kecantikannya sungguh tak terkira. Kecantikan yang alami, hangat dan jujur. Proyeknya itu ia namai The Atlas of Beauty yang kini menjadi salah satu proyek photo paling dibicarakan di dunia. Ia membagi photo berbagai perempuan cantik melalui akun media sosialnya seperti twitter, instagram, tumblr, dan facebook. Karena proyeknya, Ia telah diundang untuk berbicara di berbagai acara seperti di Oprah Winfrey's Super Soul Sunday dan CNN. Proyeknya juga banyak diberitakan berbagai media penting seperti The Guardian, Huffington Post, Business Insider, Forbes, BBC dan banyak lagi.

Jadi, apa yang disebut cantik?

Jika kita mengetik kata kunci "Beauty" di Google, maka tersajilah photo para perempuan cantik hasil edit photoshop yang rata-rata berkulit putih mulus plus kinclong. Jika kata kunci pencarian tambah menjadi "Beautiful Women" maka yang serupa 'beauty' akan muncul dengan tambahan para perempuan berbikini. Untuk kata kunci "Beautiful Girl" juga sama saja. Rupanya, para pengunggah tulisan dan photo dengan kata kunci "beauty" memiliki rasa dan pandangan yang kurang lebih sama soal kecantikan: muda, putih, mulus, tinggi, seksi, bikini. Tentunya dengan catatan penting "nggak boleh ada kekurangan dan kecacatan."




Menurut perempuan yang lahir dari keluarga seniman ini, makna cantik nggak bisa diseragamkan sebagaimana yang dilakukan media. Karenanya, melalui perjalanan dan kamerannya, ia ingin menangkap kecantikan perempuan yang jujur dan hangat dari berbagai negara; kecantikan yang apa adanya, yang indah, yang berbaur dengan keseharian dan yang lembut untuk mengimbangi bombardir gambaran kecantikan via media. Termasuk untuk menyadarkan dunia bahwa warna kulit yang berbeda adalah warna kecantikan itu sendiri sehingga mereka yang tidak berkulit putih tidak harus mengalami diskriminasi. Cantik adalah menghargai dan mencintai perbedaan, yang alami dan otentik, yang belum direduksi berbagai racun 'keseragaman' yang diciptakan media demi keuntungan pihak-pihak tertentu. "I prefer to photograph natural faces, without a lot of make-up, and to capture that moment of sincerity and serenity that is so specific for women," ujar Mihaela dalam sebuah wawancara dengan www.teleggraph.co.uk


Twitter Mihaela Noroc adalah twitter yang cantik karena berisi photo berbagai perempuan cantik. Tak lupa ia juga meretwet sebuah tweet The Guardian yang menampilkan photo seorang perempuan Korea Utara hasil jepretennya.


Demi mendapatkan berbagai gambaran mengenai kecantikan dan aktivitas para perempuan di negara-negara yang ia kunjungi, ia tak sekedar mengambil gambar. Tapi berkomunikasi dengan mereka. "When I photograph a woman I talk a lot. I try to make her feel special, proud and unique. I can get along in five languages and this helps me a lot, but in some countries, talking becomes body language," ujarnya. Ia paham setidaknya 5 bahasa dan menggunakannya untuk berkomunikasi dengan para perempuan dari berbagai budaya. Tapi, kadangkala ia hanya menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi. "Global trends make us look and behave the same, but we are all beautiful because we are different. In the end, beauty is in the eye of the beholder, and the beholder is always somebody else." Melalui proyeknya ini ia ingin meyakinkan dunia, terutama perempuan untuk tidak mereduksi kecantikan kedalam tren global yang sempit. Kecantikan itu berbeda dan harus diterima demikian adanya secara alami dan otentik. 

Tak lupa Noroc juga berpesan agar para perempuan memahami kecantikan alami mereka dan nggak usah meniru kecantikan orang lain. Setiap perempuan memiliki kecantikan masing-masing yang jelas berbeda. "I think everybody has to cultivate their own beauty, rather than copying something that doesn't suits. In the end, the original is better than a copy." Proyek ini ia buat dengan sengaja karena keresahan yang menganggunya sebab perempuan selalu diubek-ubek dan direduksi oleh media. Dengan berbekal tabungan hasil bekerja selama 2.5 tahun ia memulai proyeknya. Ia memilih melakukan perjalanan darat daripada menggunakan pesawat. Sebab dengan demikian ia bisa menemukan kecantikan dimana saja dan berkomunikasi dengan para perempuan di wilayah-wilayah terpencil dan jauh dari sorotan media.

Mihaela Noroc berjanji tak akan berhenti memotret kecantikan di seluruh dunia untuk dipersembahkan kepada para perempuan dan kepada dunia yang pastinya terinspirasi oleh kecantikan. Aku berterima kasih kepada Allah bahwa manusia berhati baik seperti Mihaela Noroc telah dilahirkan untuk menjalankan peran ini, yang telah mengambil langkah untuk memberi cahaya sebagaimana banyak perempuan hebat lain berikan untuk dunia. 


Dan, sebagai masyarakat dunia kita bisa menjadi bagian dari proyek Noroc. Kita bisa membantunya mendanai perjalanannya dengan berdonasi melalui proyek penggalangan dan publik di situs www.indiegogo.com dimana kita akan mendapat timbal balik sesuai dengan donasi kita.

Depok, Maret 2016
Bahan bacaan:
http://theatlasofbeauty.com/
http://www.telegraph.co.uk/culture/culturepicturegalleries/11420079/The-Atlas-of-Beauty-33-images-of-earths-diversity-shown-through-portraits-of-women.html?frame=3203767 
http://www.dailymail.co.uk/news/article-2957994/The-Atlas-Beauty-Photography-project-reveals-stunning-women-world.html
http://www.forbes.com/sites/guymartin/2015/02/26/atlas-of-beauty-photographer-mihaela-noroc-maps-the-great-faces-of-the-world/#7f7f92ba708d 
https://www.indiegogo.com/projects/the-atlas-of-beauty#/ 

Wijatnika Ika

5 comments:

  1. Tulisannya informatif sekali mba.. jadi pengen membaca tentang tnirac lebih dalam. Salam kenal mba ika. :)

    ReplyDelete
  2. Salam kenal juga Vinny. Terima kasih sudah berkunjung

    Salam,

    ReplyDelete
  3. wahhhh, saja jadi lebih tahu soal cantik :D
    bahan bacaannya banyak juga ya :D

    salam hangat Mba

    ReplyDelete
  4. Dulu pas awal-awal punya blog saya biasa menulis "Google" sebagai sumber dan ternyata itu salah sebab Google hanyalah mesin pencari. Sejak saat itu saya berusaha menampilkan sumber asli informasi atau gambar yang saya sadur dalam setiap postingan untuk menunjukkan bahwa beberapa informasi dalam tulisan saya memang bukan milik saya, tapi saya sadur dari tulisan orang lain atau laporan jurnalis. Dan itulah memang etika dalam dunia tulis menulis sebagaimana diajarkan di sekolah dan kampus. Itulah ciri khas setiap tulisan saya ;)

    Btw, terima kasih Nyi Penengah sudah mampir ke bloh sederhana ini.

    Salam

    ReplyDelete
  5. suka banget sama tulisannya. jadi semangat buat nulis dan nambah pengetahuan.

    salam kenal

    ReplyDelete

PART OF

# # # # #

Instagram