Kisah Kakek Lucu Pencipta Bom Atom


Assalammu'alaikum

Allan Karlsson genap berusia 100 tahun ketika ia ingin melakukan petualangan seru sebelum mati karena menyesal telah menghabiskan waktunya selama bertahun-tahun dalam kebosanan rumah lansia (dalam pengawasan maha ketat seorang Direktur yang cerewet). Hari itu perayaan ulang tahunnya akan diadakan sangat meriah, termasuk dihadiri walikota karena memang sudah sangat jarang orang berhasil hidup setua itu. Sayangnya, Allan memilih kabur melalui jendela hanya menggunakan sandal kamar dengan membawa sedikit uang. Ia berfikir akan pergi ke tempat dimana tak seorangpun menemukannya dan merasa lebih baik mati saja agar semua kebosanannya tamat riwayat. Begitulah rencana awalnya. Tapi....

Ketika di sebuah terminal bus, keisengan Allan kumat dengan membawa kabur sebuah koper yang dititipkan seorang pemuda yang kebelet BAB. Allan tidak tahu apa isi koper itu tapi ia memutuskan untuk membawanya serta ke tempat ia akan turun seharga uang yang dimilikinya meski dengan tertatih-tatih. Saat ia tiba di sebuah terminal tak terurus di sebuah desa yang sangat sepi, ia bertemu dengan seorang mantan kriminal (Benny) dan terkejut ketika mengetahui bahwa koper itu seluruhnya berisi uang! ya, hanya uang! Maka otak kriminal keduanya pun kambuh dan mereka berniat membagi dua uang itu. Tentu saja setelah tak sengaja membunuh pemuda si pemilik koper dan menyembunyikan jasadnya di sebuah kontainer yang akan dikapalkan ke luar negeri. Sampai disini, Allan dan Benny belum sadar bahwa mereka dalam pengejaran polisi dan Allan dinyatakan sebagian orang hilang (beritanya mengagetkan seisi Swedia). 

Dua kriminal tua ini kemudian menemukan teman baru, seorang pemuda (Julius) penjual hot dog (yang tokonya tidak terlalu laris). Mereka membeli mobilnya dan si pemuda menjadi sopirnya tentu dengan upah yang sangat bagus. Mereka pun melarikan diri sejauh-jauhnya sampai kemudian tak sengaja menemukan sebuah rumah di wilayah pedesaan dimana mereka akan membayar mahal untuk makan malam dan kamar untuk menginap, dengan pemiliknya bernama Jelita yang membuat Julius jatuh hati saat itu juga. Nah, setelah mereka semua menceritakan kisah masing-masing, Allan dan Benny memutuskan untuk membagi rata uang dalam koper itu dan bersenang-senang tanpa peduli siapa pemiliknya. Sampai kemudian seseorang datang dan mengaku sebagai pemilik uang itu (rupanya penjahat lain menguntit mereka). Sayangnya, keisengan Allan sudah sampai pada level akut. Alih-alih memberikan uang dan kopernya kepada pemiliknya yang sah, si tua bangka yang amoral ini malah memerintahkan gajah peliharaan si Jelita untuk menutup mulut si penjahat dengan cara mendudukinya. Matilah dia. Nah, Allan dan komplotannya sudah membunuh dua orang. Kemudian, karena menganggap semua penjahat sudah mati, maka mereka berencana melarikan diri menggunakan sebuah mobil besar karena harus membawa serta si gajah. Mereka berencana menginap di rumah kakak si Julius.

Dalam perjalanan, mereka dikejar orang lain (yang merupakan si bos komplotan penjahat pemilik koper dan uangnya). Sayangnya mobil si bos malah ringsek saat menghadang mobil besar para penjahat tua dan mereka terpaksa membawa si bos ke rumah kakak Julius. Dan, ternyata si bos dan kaka Julius adalah teman lama dalam dunia bisnis makana impor di Swedia. Alhasil, mereka semua membicarakan bagaimana uang itu dibagi rata saja. Dan saat seorang inspektur polisi menemukan mereka, si polisi malah ikut-ikutan hendak melarikan diri daripada menyerahkan mereka ke polisi. Allan yang memiliki kenalan seorang perempuan kaya dan berpengaruh asal Indonesia berniat mengajak semua teman barunya ke Bali. Ia beranggapan bahwa Indonesia adalah negara yang segala sesuatunya mungkin terjadi, dan suap menyiap adalah hal sangat biasa. Para kriminal ini pun lolos dari kejaran polisi setelah menyuap sana-sini, dan hidup bahagia di Bali. 

Kurang ajar sekali si kakek tua Allan ini ya! Sebelum menjadi tua dan merepotkan banyak orang (dan menghancurkan reputasi Indonesia!), siapakah sebenarnya Allan ini? Jadi begini, Allan Karlsson adalah anak dari keluarga miskin di Swedia yang memiliki kemampuan meledakkan rumahnya sendiri dengan dinamit. Ia putus sekolah pada usia 10 tahun karena sangat miskin dan harus bekerja di pabrik yang memperkenalkannya pada mesin-mesin dan bahan peledak. Kecintaannya pada alat peledak membuat hidupnya penuh petualangan. Ia juga sangat suka membaca dan selalu mempelajari kondisi politik dunia dari berita di koran dan radio. Petualangan Allan sangat memukau dan tempat-tempat yang ia tinggalkan sebagian besar hancur akibat ulahnya. Ia juga membuat Nagasaki dan Hiroshima hancur lebur sampai kemudian ia bertemu adik tiri Albert Einstein yang bodoh. Petualangan keduanya membuat mereka sampai ke Bali untuk menghabiskan uang yang Allan peroleh dari para revolusioner komunisme di China, ia juga punya koneksi tingkat tinggi dengan para presiden dan mantan presiden Amerika Serikat. Allan dan adik Albert Einstein itu memulai hidupnya di Bali sebagai orang kaya-raya setelah bertemu seorang perempuan bodoh dari kasta terendah (yang menikah dengan adik tiri Einstein) yang bangkit dan menjadi pengusaha yang diperhitungkan oleh rezim Soeharto, sebelum ia diangkat sebagai Dubes Indonesia di Perancis. Setelah bosan hidup bertahun-tahun di Paris bersama keluarga Einstein yang eksentrik, Allan menerima tawaran enjadi seorang detektif rahasia..

Bayangkan, Allan yang amoral dan eksentrik ini mampu membuat polisi tidak bisa menemukan bukti bahwa ia telah membunuh dua orang dan melakukan pencurian! Bahkan Ia mampu membuat seorang polisi putus asa pensiun diri dan bergabung bersamanya! Wah, Allan sangat lihai dan berbahaya bagi keamanan dunia. Untung saja dia tidak berniat membuat bom atom dan meledakkan seisi dunia kecuali Bali dengan pantai tropis yang sangat disukainya.  

Apakah semua ini nyata? Ah, semua cerita dalam novel karya Jonas Jonasson ini hanyalah humor internasional dalam bentuk fiksi. Tentu saja bukan Allan si eksentrik penemu bom atom dan membuat nama Indonesia menjadi sedemikian busuk. Untuk lebih menikmati bagaimana ada tokoh cerita seorang Allan yang bisa membuat dunia porak-poranda, membaca novelnya adalah kebaikan yang sangat disarankan, khususnya bagi mereka yang sedang sulit tersenyum atau galau. Cerita dalam novel ini juga sudah diangkap ke layar lebar, sayangnya aku belum menemukan situs yang mengunggah filmnya secara penuh. Ini dia trailer filmnya yang lucu dan mengocok perut. 



JONAS JONASSON
Sebuah pertanyaan penting kemudian mencuat ke permukaan: "Bagaimana bisa Jonas Jonasson menulis kisah sekocak ini? Jika kita buta sejarah maka akan serta merta percaya bahwa Allan adalah penemu bom atom!" di bagian akhir buku dimuat wawancara dengan Jonas. Sebagai jurnalis, ia mengatakan bahwa ia ingin membaca sebuah buku yang didalamnya harus lucu. Karenanya dalam proses membuat puluhan tulisan, ia jatuh cinta pada judul cerita yang dibuatnya sendiri. Ia yang mencintai Swedia dan petualangan, sungguh berniat baik hendak menceritakan kehidupan di Swedia secara paralel dalam sejarah dan masa kini melalui tokoh cerita: seorang pria berusia 100 tahun yang tentu memiliki banyak pengalaman hidup. Dan, benar saja novel ini meledak di pasar internasional dan telah diterjemahkan kedalam 35 bahasa. 

Jadi, berterima kasihlah bahwa Jonas Jonasson telah dilahirkan ke dunia ini, dan karena dia memilih menulis kisah yang lucu daripada menunggu penulis lain menulis kisah yang selucu kisahnya. Mungkin memang ia dilahirkan kedunia dengan tugas mulia untuk menghibur manusia modern dengan kisahnya yang lucu, heroik dan sebenarnya menertawakan diri kita sendiri. Oh ya, novel keduanya yang tak kalah lucu berjudul "A Girl Who Save King of Sweden" sangat layak diadopsi dari toko buku. Bukan hanya karena fiksi tersebut sangat lucu, juga lumayan menampar manusia-manusia akademis yang sesungguhnya bodoh, yang sayangnya memiliki jabatan strategis terkait kepentingan publik

Depok, Maret 2016

BACA JUGA:


Wijatnika Ika

2 comments:

  1. Aaaaaww.... Wwkwkk.... Bener2 minta dicubit si-Alan ini, ya! I want to read id soon. Beli di mana?

    ReplyDelete
  2. Aku beli di TM Book Store. Kayaknya di Gramedia ada deh.
    Novel ini benar-benar lucu ampe kucel bukunya karena kubejek-bejek saking gemes sama tokoh ceritanya Izzah Annisa

    Salam,

    ReplyDelete

PART OF

# # # # #

Instagram