Hi, Ayah Terhebat di Dunia!


Assalammu'alaikum,

Adalah Sabari bin Insyafi, bocah dari keluarga miskin yang kulitnya terbakar matahari karena keseringan bermain di padang, tiba-tiba jatuh hati pada seorang anak perempuan yang merebut lembar jawaban ulangan Bahasa Indonesia dan mencontek semua isinya. Sabari yang badung dan urakan tetiba berubah menjadi anak lelaki yang rajin mandi dan memakai baju bersih. Ia juga terjangkiti virus puitis mereka yang sedang jatuh cinta. Dan pada saat pengumuman nilai ujian lah ia tahu siapa gadis yang telah menaklukkan hatinya, Marlena gadis manis dengan lesung pipit yang indah. Kepada gadis itulah Sabari memendam rindu, dan mengerahkan segala daya upaya selama 3 tahun di bangku SMA untuk merebut hatinya. Sabari menjadi populer di sekolah karena memenangkan banyak perlombaan olahraga, membuat puisi romantis dan tidak pernah menoleh pada gadis lain kecuali Marlena binti Markoni si bos percetakan batako paling fenomenal. Meski Lena membencinya setengah mati, Sabari tetap saja bertahan dan setia sampai-sampai ia tidak tahu telah diperdaya dua sahabatnya sendiri Tamat dan Ukun yang telah membuat puisi-puisi palsu untuk menghibur Sabari.

Cinta suci Sabari untuk Juliet-nya telah mencapai 11 tahun 5 bulan saat ia dipanggil Markoni untuk menikahi Lena. Si ayah yang penuh penyesalan karena menyia-nyiakan masa sekolahnya ini sudah tidak sanggup menangani anak gadisnya yang playgirl dan punya pacar dimana-mana. Seperti kejatuhan bintang-bintang Sabari pun setuju dan mulai mempersiapkan segala sesuatu, termasuk membangun rumahnya sendiri untuk ditinggali keluarga kecilnya. Sayangnya, Lena yang terlanjur benci akut sampai ke ubun-ubun tidak sudi tinggal bersama Sabari. Meski demikian, Sabari tetap mencintai Lena dan sambil memandangi keindahan purnama di beranda rumahnya yang sepi, ia mendambakan keluarga kecil bahagia bersama Lena dan anak-anaknya kelak. Sayangnya, kebencian Lena yang akut tak berbanding terbalik dengan impian muluk lelaki miskin dan buruk rupa itu. Lalu lena pergi selama berbulan-bulan setelah melahirkan anak lelaki mereka yang kemudian dipanggil Zorro. Lelaki kecil tampan dan imut inilah yang kemudian mengubah hidup Sabari.

Setelah mendapati kenyataan ia menjadi seorang ayah, Sabari merasa bersyukur ayahnya memberinya nama yang bermakna ia harus bersabar. Bersabar menunggu cintanya berpaut setelah 11 tahun menunggu, tepatnya untuk bersabar menunggu kehadiran seorang lelaki kecil yang kemudian memanggilnya "Aya, aya..." yang membuatnya berlinang air mata dan semakin giat bekerja. Meski Sabari sangat repot harus menjadi orangtua tunggal sementara Lena entah dimana rimbanya, Ia membesarkan Zorro dengan penuh cinta sambil menjaga warung di rumahnya dan memelihara beberapa ekor kambing. Ia meninabobokan Zorro dengan puisi, mengajaknya jalan-jalan ke seantero kampung dan mengagumi purnama bersama-sama. Sampai-sampai seisi kampung sangat terenyuh mendapati Sabari begitu bahagia dengan kehadiran Zorro, meski Lena sungguh seorang istri tah tahu adat. Terserah apa kata orang bahkan apa kata dunia, cinta Sabari untuk Lena tetaplah sama. Cinta yang polos, jujur dan tidak pernah berubah. Hal inilah yang membuat Lena muntab dan mengajukan gugatan Cerai. Sabari hanya bisa menangis dalam hati saat melihat buku nikahnya digunting hakim setelah sidang perceraian selesai.

Suatu hari, Sabari membawa Zorro bersepeda ke tengah kota dan membelikannya kembang gula. Sayangnya, saat Sabari tengah membeli sesuatu tiba-tiba Lena bersama 3 lelaki kekar mengambil Zorro begitu saja. Sabari tidak bisa berbuat apa-apa dan pulang dengan langkah gontai. Ia menanggung kesedihan tak terkira karena kehilangan anaknya. Ia tak peduli kehilangan Lena dan semua hal dalam hidupnya, asalkan jangan Zorro kesayangannya. Karena itulah ia menulis surat berbahasa Inggris yang ditulisnya diatas sebuah alumunium lalu diikatkannya dengan akar bahar kebadah seekor penyu. Tujuh tahun kemudian surat itu ditemukan seorang lelaki di Darwin, Australia yang serta merta mencari Lena dan Zorro kemana-mana sampai-sampai ia dianggap sinting oleh para tetangganya. Begini surat Sabari tersebut:
Belitong, December 1990
This is from Sabari, please help for information where my son Zorro and the women Marlena binti Markoni. Loss, no clear where. Marlena my X wife, Zorro no my X son, he is my son always, to be continue, forever. 
Happy news for give to Sabari, Belantik Villagem close SD Inpres (the President Instruction school basic), east Belitong Island, Indonesia. SOS, mei dei, help, urgent, emergency, danger, your good will give back to you again by God, sorry before and after, thank you no limit. Sincerely yours,
Very very sad, Indonesia lonely man, Sabari.
Selama tujun tahun itu, salam proses si penyu menyebrang lautan untuk sampai ke Australia, sesungguhnya Lena dan Zorro berpindah-pindah tempat. Setelah mengambil Zorro dari Sabari (tepatnya menculik) pada suatu siang yang sedih, Lena menikah dengan cinta pertamanya, tapi cerai beberapa bulan kemudian. Lalu menikah dengan seorang PNS di Bengkulu bernama Manikam, lalu bercerai lagi karena merasa tidak cocok. Lalu ia ke Medan dan menikah dengan seniman Sumatera bernama JonPijareli dan bercerai lagi karena Jon selingkuh. Lena yang pemberontak, suka petualangan, sahabat pena dan playgirl sangat tidak suka diselingkuhi. Lalu ia melanglang buana ke berbagai kota dengan Zorro, mengalami pasang surut kehidupan yang tidak pernah membuatnya puas dan betah. Sampai suatu hari Lena menikah lagi dengan Amirza di kampung Nira dan memiliki dua anak lain. 

Sabari yang sinting dan meninggalkan rumahnya untuk menjadi gembel menjadi pembicaraan seisi kampung. Ia kurus, tak terurus, bau dan sinting dan tentu saja membuat rumahnya nyaris rubuh karena tak diurus, usaha bangkrut karena semua tetangganya berhutang dan kambing-kambingnya tak terurus. Karena itu dua sahabatnya memutuskan untuk mencari Lena dan Zorro ke Sumatera demi mengembalikan kewarasan Sabari, lelaki itu mulai bangkit dan berbenah diri. Ia membenahi segala hal termasuk penampilannya demi menyambut Zorro. Dan ketika Ukun dan Tamat berhasil membawa Zorro yang sudah besar, kehidupan Sabari kembali. Ia merasa menjadi ayah paling bahagia di dunia. Dan Lena si petualang, kembali pada Sabari saat dia telah menjadi jenazah. Ia meminta dimakamkan disamping makam Sabari di kampung Belantik dimana di pusaranya ditulis puisi purnama ke duabelas. Ah, mesranya kisah kasih mereka yang pemalu lagi penuh benci. 



KEUNGGULAN NOVEL AYAH
Sejak Laskar Pelangi, aku suka karya-karya Andreas Hirata. Hm, ia memiliki selera khusus dalam menyuguhkan cerita sehingga membuatnya memiliki pecintanya sendiri. Ia berbeda dengan penulis lain dan tidak berusaha menjadi serupa. Karya-karyanya sangat ramah dengan keseharian dan dekat dengan kehidupan di rumah, sekolah, bahkan langit yang puitis dan misterius. Dan dalam novel ayah ini, aku menemukan beberapa permata yang sebenarnya menjadi pesna penting Andreas Hirata untuk kita semua para generasi penerus Indonesia.

Pertama, keluarga. Melalui berbagai karakter tokohnya yang memang banyak dengan cerita dan masalahnya masing-masing, AH hendak menyampaikan bahwa akar setiap manusia adalah keluarga. Seorang anak misalnya, adalah permata bagi ayah dan ibunya, secerewet apapun sang ibu misalnya dalam menggembleng anak-anaknya agar mereka tidak gagal dimasa depan. Minimal si anak bisa bertahan hidup secara terhormat dan tidak menjadi beban orang lain. Tokoh Sabari digambarkan sebagai ironi dimana kesetiaan, cinta, kerja keras, dan kesabarannya tidak berbanding lurus dengan penerimaan orang-orang termasuk perempuan manis bernama Marlena karena Sabari buruk rupa. 

Kedua, kampung halaman. Novel-vovel AH selalu memberi kesan kuat tentang kecintaan pada kampung halaman, termasuk 'Ayah' yang mengambil setting di Belitong sebagaimana novel-novel sebelumnya. AH mampu menggambarkan kampung halamannya sedemikian rupa dengan menghadirkan padang, hutan, bekas tambang, pantai, kedai kopi, pasar, rumah panggung sebagai ciri khas Belitong yang jelas membuat imajinasi pembaca bekerja keras membayangkan betapa indah dan otentiknya Belitong. Bukankah baik untuk menarik minat wisatawan? Dan alangkah baiknya jika seorang novelis menginspirasi pembacanya untuk berwisata ke kampung halamannya?

Ketiga, persatuan dan kesatuan bangsa. Puisi menjadi alat AH untuk mengingatkan kita semua akan keindahan seni merangkai kata yang kita pelajari dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Kemudian ketika Ukun dan Tamat akan menjelajahi Sumatera mereka menyadari bahwa bahasa Belitong mungkin akan mengganggu, karenanya mereka mencoba menggunakan bahasa baku yang dipelajari dari kamus besar bahasa indonesia (KBBI) yang mereka bawa sepanjang perjalanan. Bahasa itu penting sebagai pengikat suku-suku di Indonesia yang memiliki bahasa berbeda-beda. Dan bahasa Inggris tidak sempurna yang digunakan dalam novel ini merupakan gambaran kuat bahwa memahami bahasa itu penting.

Keempat, ada banyak pesan yang AH sampaikan terkait masalah negeri ini melalui berbagai percakapan antar tokoh. Novel ini memang berisi kisah ironis dari manusia kebanyakan. Tapi disinilah letak kekhasan novel ini karena tidak memaksakan kebahagiaan untuk menyesuaikan dengan tren yang sering digembor-gemborkan MLM dan para motivator. Karakter tokoh-tokoh yang digambarkan begitu kuat dan mungkin mewakili banyak kaum miskin dan pinggiran yang harus berjuang demi hidup setelah tak mampu menggapai cita-cita karena tak punya uang untuk masuk universitas, menjadi poin plus. Dan menurutku dalam novel ini sosok AH tidak hadir dalam tokoh manapun. Membaca novel ini umpama mendengar cerita tetangga tentang seseorang di kampungnya, sangat terasa dan nyata.   


 
Depok, Maret 2016

Sumber gambar:
http://budaya.rimanews.com/read/20150626/220781/Ini-Rahasia-Terbesar-Seorang-Ayah
http://rizamuharram.blogspot.co.id/2015/07/review-novel-ayah-karya-andrea-hirata.html

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram