[CHILLIDAMBA] Merayakan Kelahiran Mimpi Masa Depan



Assalammu'alaikum

Hari-hari berlari secepat angin dan rasanya tahun ini aku akan merasa kekurangan waktu,sebagaimana yang sudah-sudah. Tahun ini aku memutuskan untuk menuntaskan atau memulai beberapa agenda prioritas. Selain fokus menulis untuk proyek "Aku dan 9 Perempuan Bumi", merintis gerakan Desa Membaca dan menabung untuk rencana tahun 2017 (semoga Allah mengabulkan). Juga merintis bisnis sambal rumahan online ChilliDamba yang akan menjadi fondasi lahirnya resto kecil yang telah lama kuimpikan. Mengapa harus merintisnya? Sebab selain aku tak memiliki pengalaman bisnis, juga tak memiliki 'pembayang' sebagai penyuntik modal. Semua kumulai benar-benar usaha yang telah kuminta kekuatan dan petunjuknya pada Allah. Aku tak akan bergantung pada manusia, meski ia ayah dan ibuku sendiri. Sebab dalam keyakinanku, Allahlah yang nyata dan manusia adalah fana.

ChilliDamba sendiri kumulai melalui banyak pertimbangan. Salah satunya, aku bisa mengerjakan bisnis ini sembari mengerjakan hal lain, termasuk bekerja kantoran misalnya. Selain itu, dunia masak memasak adalah passionku. Sempat memang ada yang menawariku modal dan kerjasama, tapi kemudian orangnya hilang kontak begitu saja. Dia yang mendatangaiku duluan dan sesumbar mengenai banyak hal, eh dia duluan juga yang hilang tanpa jejak. Sungguh, aku benci menjadi lelucon. Meksi kemudian aku menganggap bahwa kejadian itu cuma mimpi belaka dan sudah kulupakan, tapi tak urung menjadi salah satu pelecutku untuk berdiri diatas kakiku sendiri. Bukan cuma soal untuk membuktikan bahwa aku bisa merdeka finansial tanpa mengemis pertolongan manusia lain, juga untuk menunjukan pada diriku sendiri bahwa kesuksesan dimulai dengan melawan ketakutan dalam diri sendiri. Bagiku, ketakutan untuk memulai bisnis yang selama ini bersemayam dalam diriku umpama lubang hitam yang diam-diam menghisapku. Sebab aku sangat paham bahwasanya jika aku gagal dalam satu bisnis aku harus menghadapi segalanya sendirian, umpama manusia papa tanpa sanak saudara. Dan ketakutan itu yang kini membangkitkan semangat dalam diriku. Ketakutan bisa menjaid bara api yang menghidupkan dan menguatkan. Jadi, kumulai dengan bismillah semua ini...



"Majulah!" begitu aku melecut diriku sendiri. Beranikan diri dan gunakan potensi yang tersedia. Tak ada yang perlu ditakutkan, selain penyesalan karena telah kalah pada ketakutan yang belum terbukti menjatuhkan. Jadi, aku memutuskan melahirkan bayi ChilliDamba ini dengan bantuan dua teman satu kosan. Sejak produk pertama kubuat, mereka yang memberi masukan dan pujian. Kami berkumpul di kamarku untuk makan malam bersama beberapa botol sambal dan lauk-pauk bebrumbu ChilliDamba. Mereka yang baru kukenal beberapa minggu telah memberiku dukungan yang membahagiakan, jauh dibanding mereka yang telah mengenalku sejak bayi. Lucu, bukan? Dan ChilliDamba membuatku memiliki semangat baru untuk belajar mengenai pengelolaan keuangan, pemasaran, jaringan dan bagaimana sih mengelola sebuah usaha. Inilah saatnya kembali mempelajari sesuatu yang baru di universitas kehidupan. Dan aku merasa gugup karena aku sedang membayangkan masa depanku yang cemerlang bersama ChilliDamba. 

Dalam mengenalkan ChilliDamba, aku menggunakan hubungan dengan teman-temanku. Mereka cukup mendukung. Dan beberapa sudah melakukan pemesanan. Kini hari-hariku akan bergelut dengan bagaimana membuat sambal yang lezat, disukai konsumen dengan kualitas yang konsisten. Dan tentunya aku akan berbau bawang layaknya ibu rumah tangga yang memasak tiga kali sehari untuk keluarganya. Setiap hari pula aku akan menghabiskan sekian jam di dapur dari sekedar untuk menggiling cabai, membuat masakan eksperimen sampai menyiapkan pesanan teman-teman. Kadang-kadang aku melakukan semua itu sambil senyum-senyum sendiri sebab saat memasak aku berkhayal sedang memasak di dapur resto ChilliDamba yang akan dibangun dimasa depan. 


Akun instagram ChilliDamba yang baru berumur beberapa hari
Sementara ini produk ChilliDamba baru berupa varian Sambal yaitu Sambal Udang, Sambal Terasi, Sambal Teri serta Sambal Ikan Asin. Dilengkapi dengan camilan Keripis Singkong Super Pedas. Untuk meningkatkan minta publik terhadap produkku, aku juga menyertakan resep-resep "Dua Menit" yang kubuat menggunakan sambal ChilliDamba. Resep-resep ini ditujukan kepada mereka yang sibuk dan malas memasak. Jadi, kesibukan dan sikap malas tak bisa lagi menjadi alasan bagi seseorang untuk tidak masak di rumahnya dan menikmati masakan rumahan yang sehat dan murah meriah.  



Jadi, untuk merayakan kelahiran ChilliDamba aku mengucapkan terima kasih kepada semua pihak baik keluarga, teman dan mereka yang tak kukenal tapi menjadi bagian dari kelahiran produk ini. Misalnya, bibi sayur langgananku yang sebagai tempatku membeli bahan-bahan untuk ChilliDamba seperti cabai, ikan asin, ikan teri, udang, bawang, minyak dan sebagainya. Juga seorang pemasok terasi homemade dari Semarang. Semoga ikhtiar ini diridhai Allah sang Maha Pemberi Rezeki dan Maha Pemurah, sehingga berkah dan bermanfaat bagiku, keluargaku, teman-temanku dan sebanyak mungkin orang. 

Akhir kalam, Salam Pedas!

Depok, 9 Februari 2016

Wijatnika Ika

1 comment:

PART OF

# # # # #

Instagram