Menikmati Pesona Lampung dari Pinggiran


Assalammua'alaikum, 

Omong-omong tentang Lampung, aku berkhayal provinsi penghubung antara Sumatera dan Jawa ini akan bertransformasi menjadi modern dan kaya raya. Letaknya yang sangat strategis di jalur perekonomian dan jasa kedua pulau jelas sangat menguntungkan. Selain itu, Lampung memiliki pesona yang mendukung transformasi tersebut. Jika misalnya kelak Teluk Lampung dan Teluk Semaka dikembangkan menjadi kota pantai, maka akan menjadi pemantik ekonomi Selat Sunda yang sibuk. Bukan tak mungkin kelak wilayah ini akan jadi primadona para pebisnis dan wisatawan dalam memanjakan minat masing-masing. 

Soal pesona, Lampung tak kalah melimpah dengan provinsi lain di seantero Nusantara. Dari timur ke barat, utara ke selatan semua pesona bakal memanjakan mereka yang bertualang. Meski segala pesona tersebut belum diberdayakan secara optimal oleh pemerintah setempat maupun swasta agar menjual dan mendatangkan kesejahteraan, berbagai komunitas memiliki caranya sendiri dalam berpromosi. Perkembangan teknologi dengan berbagai fitur media sosial dimanfaatkan banyak komunitas untuk memotret pesona Lampung dengan cara yang khas dan unik. Kini, dunia bisa menikmati pesona Lampung dalam bentuk gambar maupun video menarik yang diunggah ke media sosial seperti Instagram dan Facebook. 

Sekelompok anak muda yang terdiri dari lima orang laki-laki dan seorang perempuan ini misalnya melihat pesona Lampung dengan cara yang unik. Pada September 2015 silam mereka yang suka sekali bermotor kemana-mana ini meresmikan kelompok mereka sebagai Komunitas Motor Linescapade. Sebuah komunitas motor yang bebas dan tidak mengikat (tanpa peraturan tertulis). Mereka hanya ingin berbagi bersama mengenai ide dan keadaan sekitar Lampung disela-sela kesibukan sehari-hari smabil bermotor. Nama Linescapade sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris yaitu 'Line' yang berarti garis dan 'Escapade' yang berarti bertualang. Komunitas ini memiliki motto "We Ride to Live" sebagai cara memaknai kehidupan. Ya, hidup memang tak boleh berhenti dan membeku. Manusia harus terus berjalan dengan cara yang mereka pilih agar tetap bisa menyerap hikmah dan belajar dari hal baru yang ditemui disepanjang perjalanan.



Saat akhir pekan, mereka biasanya bermotor ke wilayah-wilayah pinggiran di Lampung untuk merekam pesona dan kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Sejauh ini mereka sudah mengunjungi berbagai tempat di kabupaten Lampung Barat, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus dan Pesisir Barat. Mereka melakukan perjalanan dengan menyisir wilayah tenggara, selatan lalu ke barat. Perjalanan tersebut membuat mereka semakin menyadari pesona Lampung yang sangat luar biasa. Sebagaimana diketahui, sepanjang wilayah timur dari Selat Sunda hingga ke barat yang bertemu Samudera Hindia, Lampung dihiasi pesona wilayah pantai dan teluk yang menggoda. Benar-benar membuai. 

"Pantai-pantainya yang bersih dan belum terjamah banyak wisatawan membuatnya menjadi daya pikat yang harus masuk daftar rencana liburan siapapun. Pada bulan Agustus misalnya, wilayah Pesisir Barat dengan pantai Tanjung Setia yang fenomenal menjadi primadona wisatawan asing yang hobi melakukan surfing sebab gelombang di bibir pantai Samudera Hindia sedang bagus-bagusnya. Nggak kalah sama Hawaii," ujar Andy, salah seorang anggota komunitas ini. 

Dalam setiap perjalanan mereka, komunitas ini juga mereka kehidupan masyarakat Lampung yang tergolong bersahaja dan dekat dengan alam. Mereka kadang terenyuh oleh orang-orang desa yang tak lagi muda tapi tetap bekerja di sawah dan ladang mereka dengan giat. Hal tersebut memberi inspirasi bagi mereka untuk tetap hidup dalam kesederhanaan, kesopanan dan rasa syukur. Hal itu pula yang menarik mereka untuk beranjak dari tempat tidur dan berkeliling pinggiran Lampung. 

Kehidupan petani yang bersahaja yang menginspirasi komunitas ini untuk hidup sederhana, kerje keras dan penuh rasa syukur
Tak lupa, mereka juga menjalin persahabatan dan kerjasama dengan komunitas atau kelompok hobi yang lain. Misalnya, mereka bekerjasama dengan Komunitas Rumah Bintang Bandung, Helau Tiedye dan FeelMood untuk membangun Rumah Belajar Moro-Moro di Kabupaten Mesuji, Lampung sebagai bagian dari proyek #wesavemoromoro untuk membantu anak-anak yang terancam putus sekolah akibat konflik agraria berkepanjangan di wilayah tersebut. Kegiatan itu, bukan saja membuka mata mereka mengenai kondisi wilayah utara Lampung yang berbeda dengan wilayah selatan, timur dan barat yang cenderung indah penuh pesona. Juga membuat mereka belajar mengenai tekad yang kuat dan kebersamaan dalam memberikan masa depan yang cerah bagi generasi muda Indonesia. Termasuk sikap gotong royong dan saling menolong sesama warga Lampung. 

"Kedepan, kami berencana untuk membuat sebuah proyek keliling Lampung dengan bermotor. Tentunya disela-sela pekerjaan dan aktivitas wajib baik sebagai pekerja atau mahasiswa. Kami ingin merekam pesona, kondisi sosial budaya, dan kearifan lokal dalam setiap perjalanan baik dalam bentuk photo, film maupun tulisan yang kelak bisa menjadi inspirasi bagi siapapun yang tertarik untuk berkunjung ke dan membangun Lampung," pungkas Andy. Terus bermotor dan bergerak untuk menikmati hidup.

Di dunia maya, kisah mereka direkam di Instagram dengan IG @linescapade dan mereka bisa dihubungi melalui email: linescapade@yahoo.com

Depok, 22 Januari 2016 

Berikut photo eksklusif pesona Lampung dari @linescapade


 




Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram