Sembilan Hal yang Aku Nggak Suka

Asap Rokok Membunuh Sekitarmu
Assalammu'alaikum, 

Disela-sela mikirin hal-hal serius yang bikin pening kepala dan sakit perut, kali ini aku mau cerita soal hal-hal yang bikin aku bete, jijik, mual, bersin dan geli. Hal-hal remeh temeh tapi menganggu. Yah, buat bahan pelajaran saja bahwa kita manusia punya rasa terhadap semua hal baik senang, suka, nggak suka, jijik, benci dan sebagainya. 

1. Debu
Aku paling nggak bisa kena debu apalagi kalau si debu masuk hidung, bersinku bisa bersambung sampai 30 kali. Capek kan bersin terus. Makanya aku suka rajin bersihin kamar kosku mulai dari lantai, dinding sampe langit-langit. Meski debu tak pernah bisa dihilangkan karena seringkali ia datang dari luar, tapi setidaknya aku selamat dari bersin bersambung terutama pas kondisi badan nggak fit dan banyak kena polusi diluar. Dan kalau aku terlibat kegiatan publik yang ada urusan bersih-bersihnya, maaf ya aku nggak mau nyapu karena males kena debu dan bersin sampe hidung dan mata sakit. 

2. Asap rokok
Hidungku sangat tidak bisa mentolelir asap rokok. Kalau ada orang merokok didekatku biasanya aku kibas-kibas tangan, tutup hidung dengan tangan atau masker, menegur sampai pindah tempat duduk. Dalam rapat atau pertemuan dengan orang-orang yang merokok aku melakukan hal serupa, melindungi diriku sendiri. Bodo amat mereka aktivis, pejabat atau siapa. Kalau nggak sopan soal si asap rokok didepanku mending aku tutup mulut atau menyingkir. Bahkan saat bapakku sendiri belum berhenti merokok aku akan menegurnya jika beliau merokok didekatku, atau aku pindah tempat. Asap rokok itu sangat bau. Bahkan baunya menempel di pakaian sangat lama. Juga karena aku sayang paru-paruku dan aku nggak mau hasil kerja kerasku habis buat ke dokter gara-gara paru-paruku rusak kena polusi asap rokok.

3. Detak jarum jam
Kalau waktunya tidur, aku nggak bisa mendengar detak jarum jam walau yang paling halus sekalipun. Dalam proses menuju tidur, mendengar detak jarum membuat otakku tidak rileks. Apalagi kalau detak jarum jam ini dtambahi dengan lagu dangdut yang mengalun dari kejauhan. Udah deh bisa begadang semalaman sampe subuh. Jadi, kalau aku menginap di rumah atau kosan kawan, aku suka jahil dengan mematikan jam dalam bentuk apa pun di rumahnya hehehe

4. Kuku Panjang
Aku nggak suka kuku panjang, apalagi kalau kukuku sendiri. Kuku panjang sedikit langsung eksekusi oleh gunting kuku. Menurutku berkuku panjang itu sangat tidak nyaman, susah melakukan kegiatan-kegiatan kotor seperti menanam bunga dan makan pake tangan. Ntar nyelip semua dan jadi bau. Jadi biasanya kemana-mana aku bawa gunting kuku hehehe

Kuku panjang warna-warni
5. Binatang melata
Nah, entah sejak kapan aku merasa geli melihat binatang melata sedang merayap di dinding, dahan, tanah dan sebagainya. Binatang kaki seribu, cacing, ulat, ulat, kalajengking, lenyai dan sebagainya. Meski mereka ciptakan Tuhan, aku jauh-jauh deh daripada geli. 

6. Rambut di makanan
Nah, kalau pas lagi asyik menikmati bakwan tiba-tiba nemu rambut nempel, langsung kulempar itu makanan dan kumuntahkan yang ada dimulutku. Bisa jadi saat memasak di pemasak mengurai rambutnya, atau tidak menutup rambutnya jadi rambut rontok bisa masuk ke adonan atau masakan. Gimana coba klo kepala si pemilik rambut belum dikeramasi selama satu minggu dan ketombean? Kan geli-geli gimana gitu. 

7. Telor setengah matang
Pas beli nasi bungkus dengan menu telor ceplok balado, eh ternyata pas dibelah kuning telurnya masih encer, dijamin nggak akan kumakan itu telur. Kok ya kayak makan cat dinding warna kuning hihihi

Cakep sih, tapi nggak deh klo buat dimakan
8. Roti tawar warna putih
Ih kayak makan gabus. Mending aku makan singkong rebus atau ubi goreng aja. Jelas enaknya. Dan entah kenapa kalau habis makan roti tawar beginian perutku rasanya aneh gitu. 

9. Sampah
Wah kalau yang ini aku nggak suka banget, apalagi kalau acak-acakan. Dan makin nggak suka sama orang yang buang sampah sembarangan. Bayangin, kotoran diri sendiri aja dibuang di toilet dengan sangat rapi dan tertutup bahkan kadang toiletnya cantik banget, masa sampah hasil dapur dibuang ke tanah orang, jalan atau sungai. Itu namanya kejahatan. Apalagi kalau ada orang yang suka buang sampah dari mobil kerennya. Ah itu mobilnya doang kerena, tapi otaknya sampah.

Oke, demikian cuap-cuap buat siang hari ini. 

Depok, 9 September 2015

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram