WU ZETIAN: The Great Empress of China

Aktris Fan Bing Bing berperan sebagai Wu Zetian

Dinasti Tang merupakan salah satu dinasti yang berkuasa dalam masa feodal China selama 4000 tahun sebelum China resmi menjadi Republik pada tahun 1949. 

Selama itu China diperintah oleh 308 orang kaisar dalam 14 dinasti. Keseluruhan kaisar adalah laki-laki kecuali seorang perempuan bernama Wu Zetian.

Kali ini aku hendak menulis tentang seorang perempuan yang menjadi kaisar pertama dan satu-satunya dalam dunia feodal China pada masa dinasti Tang (625-705 AD). Dinasti Tang merupakan salah satu dinasti yang berkuasa dalam masa feodal China selama 4000 tahun sebelum China resmi menjadi Republik pada tahun 1949. Selama itu China diperintah oleh 308 orang kaisar dalam 14 dinasti. Keseluruhan kaisar adalah laki-laki kecuali seorang perempuan bernama Wu Zetian.

Wu Zhao adalah puteri dari keluarga Wu yang lahir tahun 624 AD. Sebagai puteri dari keluarga bangsawan, Wu mendapat pendidikan terbaik mulai dari seni, musik, sastra dan filsafat. Pada awalnya Wu masuk ke istana (Daming Palace of Tang Dynasty) pada usia 14 tahun untuk menjadi salah satu dari sekitar 3000an istri Kaisar Taizong dengan posisi Cai Ren (selir tingkat 5). Wu yang dibesarkan dari keluarga bangsawan tidak ambisius dan ia hanya mengincar cinta Kaisar. Saat itu kaisar memiliki tiga consort (istri kaisar yang posisinya dibawah Ratu atau selir tingkat 1) dan telah tiga tahun lamanya ditinggalkan mendiang Ratu Wende yang telah memberinya 4 pangeran dan dua orang putri.

Lukisan Wu Zetian
 
Kecerdasan Wu dan kemahirannya dalam menari dan memainkan musik membuat Kaisar jatuh hati. Kaisar pun menjadikannya sekretaris untuk membantunya menduplikasi beberapa dokumen negara dan laporan yang ia terima dari menteri-menterinya. Kaisar memberinya nama baru "Meiniang" yang berarti wanita cantik.

Kaisar sangat suka menghukum Wu Meniang dengan menyuruhnya menduplikasi banyak dokumen jika Wu melakukan kesalahan sehingga semakin tahun Wu semakin cerdas, dan hal tersebut membuat iri banyak istri kaisar yang lain. Meski Wu tertinggal dari angkatannya untuk mendapatkan posisi tinggi sebagai istri kaisar, banyak menterinya khawatir bahwa di masa depan Wu akan membawa kejatuhan pada dinasti Tang. Para menteri percaya bahwa kematian 3 consort berkaitan erat dengan Wu, meskipun ketiganya melakukan pemberontakan tersembunyi untuk membunuh Kaisar karena mereka sesunggunya membenci Kaisar yang menaklukkan kerajaan mereka dan mengambil merka dari suami-suami mereka. Para Menteri juga juga curiga Wu memiliki affairdengan pangeran termuda Kaisar. Karena itu, ketika Kaisar meninggal dunia Wu yang tidak melahirkan keturunan bagi kaisar diharuskan menjadi biksuni di kuil istana dan menghabiskan sisa hidupnya untuk mendoakan mendiang Kaisar. 


Putera bungsu Kaisar akhirnya menduduki tahta dan bergelar sebagai Kaisar Gaozong. Ia yang sejak remaja jatuh cinta pada Wu mengembalikan Wu ke istana. Kaisar kemudian menjadikannya salah satu dari istri-istrinya yang kemudian menimbulkan konflik dengan Ratu Wang dan Consort Xiao. Ratu Wang tidak memiliki keturunan, tetapi posisinya sangat kuat karena ia berasal dari keluarga bangsawan yang menguasai pemerintahan. Sedangkan Consort Xiao meskipun tidak memiliki pendukung di istana, tetapi ia telah melahirkan seorang pangeran yang diharapkannya akan menjadi putera mahkota. Ketakutan kedua perempuan itu menjadi-jadi ketika Wu melahirkan dua  pangeran dan seorang puteri. 

Konflik yang berkisar pada pembunuhan pun melibatkan ketiganya dan menjadikan kehidupan istana penuh tragedi. Namun, Wu yang telah berpengalaman dengan istana 12 tahun lebih awal dari Empress Wang dan Consort Xiao berhasil memenangkan pertaruangan. Empress Wang dan Consort Xiao dihukum mati oleh kaisar dan menjadikan Wu naik tahta sebagai Ratu dan kemudian ia dikenal dengan Wu Zetian dengan gelar Zetian Shunsheng Huanghou. 

Setelah Wu naik tahta kesehatan kaisar terus menurun dan Wu membantunya menangani urusan negara dan membuatnya semakin tidak disukai oleh pejabat istana yang semuanya laki-laki. Untuk menguatkan posisi Wu, maka Kaisar mendeklarasikan mereka berdua sebagai The Heavenly Emperor dan The Heavenly Empress untuk menekankan kepada rakyatnya bahwa kerajaan diperintah oleh Raja dan Ratu secara egaliter. Rakyat kecil mengenal mereka sebagai The Gods karena pemerintahan mereka membawa kemakmuran. 

Lukisan Wu Zetian setelah usianya mencapai 50 tahun

Namun, para menteri yang sebagian besarnya berasal dari golongan bangsawan tidak sudi diperintah oleh Ratu dan menuduhnya sengaja melakukan sabotase atas kesehatan Kaisar, untuk berkuasa seorang diri. Ketidaksukaan mereka pada Wu membuat mereka menghasut dua pangeran tertua Wu untuk melakukan pemberontakan dan membunuh Wu. Namun keduanya gagal. Saat Kaisang meninggal, Wu pun tidak bisa menyerahkan kepemimpinan pada Putra Bungsunya karena ia tak memiliki kualifikasi sebagai Kaisar dan mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar perempuan pertama dinasti Tang. Kaisar Wu memimpin China selama 15 tahun hingga ia turun tahta pada usia 70 (atau 80) tahun.


PRESTASI WU ZETIAN
Pada masa pemerintahannya, Wu Zetian melakukan banyak perubahan radikal di pemerintahan. Ia mencoba mengangkat pejabat istana berdasarkan kompetensinya, bukan semata-mata karena mereka berasal dari keluarga bangsawan yang memiliki pengaruh kuat pada pemerintahan dua Kaisar sebelumnya. Karenanya, pada masa pemerintahannya istana dipenuhi oleh pejabat terpelajar dari kalangan menengah, yang dikemudian hari menjadi bumerang karena mereka juga ternyata haus kekuasaan. 

Prestasi Wu Zetian yang paling dikenal adalah ide irigasi yang mengubah wajah pertanian Dinasti Tang menjaid lebih makmur, pemotongan pajak hingga reformasi sosial. Ia selalu memberikan reward pada mereka yang mampu memberikan inovasi-inovasi baru dalam administrasi pertanian dan meningkatkan hasil panen


Ia juga memberi perhatian penuh pada usaha kompilasi teks-teks buku pertanian. Dalam bidang pendidikan, ia mengembangkan The Teju Educational System yang diadopsi dari Dinasti Sui yang telah hancur

Wu Zetian memberikan perhatian besar pada bidang militer terutama di wilayah utara dan membuka kembali Jalur Sutra. Hubungan internasional pun terjalin dengan baik. Ia juga dikenal dalam melakukan reformasi agama Budha di China sehingga pada masanya agama Budha mengalami puncak perkembangan. Pada 15 tahun masa pemerintahannya (16 Oktober 690–22 Februari 705), Dinasti Tang benar-benar makmur dan stabil,  dan kepemimpinannya diakui memberikan manfaat besar bagai Dinasti Tang. Ia sendiri turun tahta setelah didesak oleh Menteri-Menteri dalam kabinetnya dalam revolusi yang cukup sengit dan digantikan oleh puteranya Li Xian yang bergelar Kaisar Zhongzong. Cucu Wu Zetian yang bergelar Kaisar Xuanzong  kemudian membawa dinasi Tang pada masa keemasan atau Golden Age.

Pada usia 80 tahun Wu Zetian tutup usia. Ia dimakamkan bersama suaminya Kaisar Gaozong, sementara makamnya sendiri kosong. Saat ini Qianling Mausoleum yang menjadi makamnya menjadi tempat wisata sejarah yang terkenal di China. Presiden Amerika Bill Clinton dan Presiden Perancis Jacques Chirac pernah berkunjung kesana dan terkesan dengan lukisan dinding yang makam tersebut yang dianggapnya setara dengan Terracota.
Sebuah patung Budha yang dibuat untuk mengenang Ratu Wu Zetian
Makam Kaisar Gaozong dan Ratu Wu Zetian di Qianling Mausoleum. Merek berdua adalah satu-satunya pasangan Raja dan Ratu yang dimakamkan dalam makam yang sama dalam sejarah China atau dikenal juga sebagai satu-satunya multi burial.

FILM DAN DRAMA TENTANG WU ZETIAN
Meski di buku-buku sejarah di China ia disebut sebagai salah satu perempuan dengan karakter jahat, kepopuleran Wu Zetian sebagai satu-satunya kaisar perempuan di masa feodal China membuat kisahnya banyak difilmkan. Sebuah buku tulisan Jonathan Clements yang berjudul "The True Story of China's Cleoparta" yang terbit tahun Januari 2015 menjadikan Wu Zetian umpama Cleopatra dari China dengan berbagai julukan seperti selir, politikus, manipulator, pembunuh sekaligus titisan dewi. Dalam sebuah tulisan Empress Wu bahkan dimasukkan kedalam salah satu dari 10 orang perempuan tersadis sepanjang sejarah China seperti Empress Cixi/Tzu Hsi dan Madame Mao. 

Terdapat cukup banyak drama dan film yang berkisah tentang Empress Wu Zetian, baik ketika Wu Zetian sebagai karakter utama ataupun bukan. Tapi aku hanya bisa menyaksikan drama yang dibuat tahun 2014 berjudul The Empress of China. Setelah kucari, ternyata beberapa drama dan film tentang Wu Zetian tidak tayang di wilayah Indonesia. Baik dalam drama maupun film, sosok Empress Wu digambarkan sebagai sosok yang kuat, ambius, kejam tapi membawa kemakmuran bagi rakyatnya. Juga selalu ada penggambaran bahwa kecakapan Empress Wu sebagai pemimpin bukan karena ia membuat dinasti Tang hancur, tapi hanya karena ia seorang perempuan. Ya, perempuan yang tidak memiliki darah dari Kaisar manapun, tapi mampu melakukan terobosan dan mendobrak budaya feodal yang dikendalikan laki-laki.

Empress Wu Tse-Tien yang diperankan oleh aktris Li Lihua sebagai Fil Hong Kong yang diproduksi oleh Show Brothers pada tahun 1963
Aktris Alyssa Chia berperan sebagai Wu Zetian dalam serial Lady Wu: the First Empress/ The Great Empress/Empress Wu Meiniang  yang diproduksi tahun 2004
Carina Lau sebagai Empress Wu Zetian dalam film berjudul Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame, film China yang melibatkan Andy Lau yang diproduksi tahun 2010.
Aktris Liu Xiaoqing sebagai Empress Wu Zetian dalam serial berjudul The Secret History of Wu Zetian yang diproduksi tahun 2010  dengan budget mencapai 60,000,000 yuan


Drama terbaru tentang Wu Zetian berjudul "The Empress of China" yang diperankan oleh aktris Fan Bing Bing. Drama ini menggambarkan Wu Zetian sebagai perempuan yang sangat cantik sejak masa belasan tahun hingga kematiaanya. Kostum yang digunakan oleh para pemain mulai dari Raja, Ratu, selir, pangeran, puteri hingga para pelayan sangatlah indah. Benar-benar menggambarkan masa keemasan Dinasti Tang. Kabarnya produksi film ini menghabiskan dana sekitar US$ 49,53 juta atau 300 juta Yuan (sumber lain menyebutkan 100 juta yuan) atau sekitar Rp. 300 miliar. 

Drama yang menjadi populer di China dan Asia ini menjadi sangat mahal karena misalnya sebagai pemeran utama, Fan Bing Bing menggunakan sekitar 260 setel pakaian dan 300 setel lainnya untuk keseluruhan pemain. Kostum termahal tentu saja kostum Raja dan Ratu atau yang disebut Dragon Robe yang pembuatannya menghabiskan lebih dari 500.000 Yuan China. Kuakui, kostum-kostum pemain dalam film ini benar-benar menakjubkan, bahkan pakaian pelayan-pelayan paling rendah sekalipun. 

Meskipun mungkin sebenarnya pada zaman itu nggak megah-megah amat seperti yang didefinisikan otak manusia zaman sekarang dalam drama ini, tapi sungguh penggarapan drama ini tuh seakan-akan pengen nunjukkin bahwa Dinasti Tang yang makmur dizaman dulu itu sebagai salah satu ujuk kebesaran sejarah China untuk dunia. Salut.
Beberapa kostum megah yang digunakan aktris Fan Bing-Bing saat memerankan Ratu Wu Zetian

Berikut adalah link sumber-sumber belajar baik melalui drama dan beberapa video tentang Wu Zetian dan Dinasti Tang yang fenomenal itu:

The Empress of China
The Daming Palace of China's Tang Dynasty
Golden Age: Tang Dynasty China History & Music
Tang Dynasty
Chinese Intrumental Music - Imperial Dancing Music of Tang Dynasty
Heroes in Sui and Tang Dynasties
Young Detective Dee Rise of Sea Dragon
Detective Dee and Mystery of the Phantom Flame
Gaun yang sangat indah dan mahal

APA SIH KORELASI FILM INI DENGAN DUNIA PEREMPUAN?
Pertama, mari kita ingat kembali kisah-kisah tentang berbagai kerajaan di seluruh dunia. Setiap kisah pasti akan menyajikan satu fakta bahwa seorang Raja dapat memiliki banyak istri, hingga ribuan jumlahnya. Para istri Raja memiliki kedudukan berbeda dan yang tertinggi adalah Ratu alias Permaisuri, dilanjutkan dengan selir level 1 dan seterusnya. Keseluruhan istri Raja dinikahkan dengan Raja bukan semata-mata karena cinta, melainkan karena semakin Raja memiliki banyak keturunan maka semakin kuat posisinya dan hubungan politik dengan para mertuanya akan membantu menguatkan kekuasannya. 

Disinilah kita paham bahwasanya sebuah kerajaan tidak lagi melayani rakyat kalau seluruh rakyat dengan posisi tinggi seperti bangsawan dan pengusaha adalah menantu kerajaan. Hal ini juga membuat Raja semena-mena terhadap perempuan karena menguasai mereka secara hukum dan politik, dan dampak terburuknya seringkali menimbulkan pertumpahan darah antara keturunan Raja demi tahta. Jika kita membaca buku-buku sejarah China yang dikeluarkan Pemerintah, maka nama-nama besar para perempuan di masa lampau selalu diidentikan dengan perilaku yang buruk dan para murid dijejali sejarah palsu tentang para perempuan hebat yang dinihilkan generasi penerusnya sendiri karena kebencian jenis kelamin.

Kedua, perempuan-perempuan cerdas, cantik dan memiliki kepemimpinan yang melampui laki-laki seringkali dikambing hitamkan sebagai perusak sebuah dinasti dan diasosiasikan sebagai sosok dengan yang menggoyahkan tahta dengan kecantikan dan urusan seksual. Bagaimana pun juga, laki-laki yang sejak zaman purba mengorganisir kelompoknya sebagai pemimpin selalu menganggap bahwa perempuan tidak memiliki otak dan kemampuan sehingga perempuan selalu direndahkan dan hanya ditempatkan sebagai warga negara kelas dua. Dan, perempuan-perempuan hebatlah yang mampu membuktikan bahwa perempuan dan laki-laki sama saja, kalau mampu ya sok memimpin.

Depok, Agustus 2015
Bahan Bacaan dan Sumber Gambar

http://www.womeninworldhistory.com/heroine6.html
http://www.womeninworldhistory.com/moreWu.html 
http://www1.chinaculture.org/gb/en_aboutchina/2003-09/24/content_22879.htm
http://www2.lhric.org/pocantico/womenenc/zetian.htm 
http://www.travelchinaguide.com/intro/history/tang/emperor_wuzetian.htm 
http://www.slideshare.net/denisonlibrary/womens-history-kiosk 
http://www.chinadaily.com.cn/china/2007-01/26/content_794104.htm 
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2028-q-a-seputar-empress-wu-zetian-%E6%AD%A6%E5%89%87%E5%A4%A9 
http://www.ancientchinese.net/index.php?topic=1129.0 
http://www.dramafever.com/news/17-of-fan-bingbings-most-stunning-costumes-in-the-empress-of-china/ 
https://en.wikipedia.org/wiki/The_Empress_of_China 
http://www.bukukita.com/Non-Fiksi-Lainnya/Non-Fiksi-Umum/131852-The-True-Story-of-China%E2%80%99s-Cleopatra-%28-Kisah-nyata-Empress-Wu-%29.html
http://versesofuniverse.blogspot.com/2015/03/wu-zetian-satu-satunya-kaisar-wanita-di.html 
http://www.chinahighlights.com/xian/attraction/qianling-tomb.htm 
http://www.britannica.com/biography/Wuhou 
http://www.warriortours.com/intro/history/tang/wuzetian.htm 
https://allkindsofhistory.wordpress.com/2012/08/11/the-demonization-of-empress-wu/ 
http://blog.asiantown.net/-/8281/beautiful-pictures-of-chinese-actress-alyssa-chia-in-the-movie-quot-taming-of-the-princess-quot 
http://www.whatsonweibo.com/top-10-of-the-most-evil-power-women-in-chinas-history/ 
http://mywuxia.com/detective-dee-and-the-mystery-of-the-phantom-flame-2
http://www.spcnet.tv/forums/showthread.php/31356-The-Secret-History-of-Wu-Zetian-%E3%80%8A%E6%AD%A6%E5%88%99%E5%A4%A9%E7%A7%98%E5%8F%B2%E3%80%8B#.Vb1C5n1Q3K8

0 comments:

Post a Comment

follow me on instagram