Kimchi: Filosofi Hubungan Manusia dan Alam

Kimchi Lobak
Assalammu'alaikum, 

Karena aku lagi suka banget nonton drama atau film Korea Selatan dan Jepang yang berhubungan dengan kuliner mereka, kali ini aku mau cerita mengenai Kimchi. Yup, acar sayuran dan buah khas Korea dan Jepang yang difermentasi. Sebuah drama berjudul Fermentation Family/ Fermented Family yang baru kutuntaskan ini plotnya nyaris sama dengan drama-drama Korea Selatan lainnya. Kaya-Miskin, tradisional-modern, cantik-jelek, orang baik-orang jahat, ambisi-pemaafan dan sebagainya. Tapi, yang paling istimewa adalah mengenai filosofi pembuatan Kimchi dan hubungannya dengan interaksi antar manusia dan antar manusia dengan alam. Dalam setiap episode terdapat scene cara pembuatan kimchi sayuran dan buah-buahan tertentu, termasuk kimchi Paprika yang tidak pedas untuk anak-anak. 

Baiklah, kita mulai saja. Kisah ini bercerita tentang seorang pemuda anggota genk bernama Gi Ho Tae yang merasa sangat lapar setelah dihajar habis oleh bosnya. Ia ditolong Le Kang San, puteri pemilik sebuah restoran tradisional Korea yang baru saja pulang dari sebuah restoran Italia tempatnya bekerja sebagai chef. Keesokan harinya, saat ia berjalan-jalan di sekitar restoran aneka bayangan berkelabat dalam benaknya seakan-akan mengatakan bahwa Ia pernah berada di restoran ini sewaktu kecil. Dalam proses pencariannya, Ia tak sempat bertanya kepada ayah Kang San dan Woo Joo karena sang ayah pergi entah kemana tanpa pemberitahuan. Gi Ho Tae pun bekerja paruh waktu di restoran tersebut karena kedua kakak adik merasa kelimpungan. Semakin lama ia bekerja disana, semakin sadarlah bahwa restoran itu punya hubungna erat dengan masa lalunya yang sedikit demi sedikit semakin terkuak. 

Baek Kimchi
Selama proses itu, ia belajar kepada Kang San dan Woo Joo setiap kali mereka mendapatkan kiriman bahan-bahan untuk membuat kimchi dari ayah mereka yang entah pergi kemana. Setiap kali membuat kimchi, sepasang kakak adik itu selalu menceritakan filosofi pembuatan kimchi kepada seorang gadis kecil berna Eun Bi yang belum lama tinggal bersama mereka setelah ditinggalkan ibunya entah kemana. Filosofi yang mereka ceritakan berasal dari cerita ibu mereka sewaktu mereka masih kecil hingga beranjak remaja. Singkat cerita, masalah Gi Ho Tae terpecahkan, sang ayah pulang dengan sakit hilang ingatannya yang semakin parah dan persediaan kimchi aneka sayuran dan buah tersedia di gentong-gentong di halaman belakang. Drama berakhir dengan happy ending. Klasik, khas drama Korea sekali. Oh ya hampir lupa, ost drama ini semua bagus dan rasanya pas ditelinga. 

Tapi, yang istimewa dalam drama ini adalah Kimchi. Di Korea sebenarnya ada sekitar 180an jenis kimchi, dan dalam drama ini mungkin ada sekitar 10an jenis Kimchi. Setiap kimci yang dibuat berdasarkan bahan-bahan tertentu mengandung makna berbeda dan hubungan berbeda antara manusia dengan alam, atau antara manusia sendiri karena terkait ketersediaan bahan-bahannya di empat musim berbeda dan emosi. 

Beberapa jenis kimchi
Kimchi kubis merupakan kimci ibu karena ia memeluk semua seperti induk ayam terhadap telurnya. Kimchi jenis ini ada di meja setiap waktu makan tiba. Kimchi jenis ini juga membawa mimpi-mimpi setiap ibu sehingga rasa kimchi ini berbeda di setiap rumah. Setiap anak akan bilang bahwa kimchi buatan ibu mereka adalah kimchi terbaik dan paling lezat. Kimchi Putih (Baek kimchi) adalah salah satu varian Mama Kimchi karena merupakan jenis kimchi yang awal-awal dibuat sebelum Korea mengenal cabai paska invasi Jepang pada 1592–1598.

Kimchi Gardenia bermakna kebahagiaan. Kimchi ini terbuat dari berbagai irisan sayuran lalu digulung dan diikat oleh sebuah tali dari sayuran. Kebahagian berasal dari kebersamaan baik dengan keluarga maupun teman. Kimchi citrun dan lobak merupakan perpaduan unik karena rasa asam tersendiri. Jika dicampur lobak akan menciptakan rasa yang mengagumkan. Itu seperti penampilan luar citrun yang jelek tapi isinya bagus. Lobak ibarat orang yang baik penampilan luarnya, berteman dengan citrun yang jelak luarnya tapi baik isinya, maka lobak dan citrun sama-sama akan menjadi baik luar dalam. Citrun dan lobak ibarat sahabat yang tak pernah meninggalkan dan mengecewakan, namun saling membantu untuk hidup bahagia. 

Scallion/Green Union kimchi yang dibuat dengan jeotgal sebagai bumbu terbaik untuk kimci jenis ini. Scallion tumbuh berdekatan antara satu dan lainnya. Ada lima atau enam batang dalam setiap rumpun. Scallion kimchi akan terasa sangat lezat bila dibundel dalam lima atau enam batang, sebab jika dipisahkan maka rasanya akan berlainan. Seperti keluarga yang hidup satu atap, dan akan sedih atau merana jika sebagian anggotanya tidak ada dan terpisah satu dengan lainnya. 

Kimchi labu kuning adalah umpama menciptakan keajaiban dan keberuntungan. Labu adalah representasi manusia berkepribadian baik dan berhati baik. Meskipun labu terlihat jelek diluar tapi penuh dan indah didalam. Labu bukanlah buah yang mahal sehingga setiap orang bisa membelinya dan setiap keluarga bisa membuat kimchi labu sebagai makanan lezat dan sehat. Labu memiliki banyak vitamin. Kimchi labu akan leih lezat lagi apabila dibuat sup atau kari, dan terhidang bagai makanan mewah dan mahal bagi orang miskin yang tidak bisa membeli makanan mahal.

Wah ternyata kimchi punya banyak makna ya. Nah, bagaimana dengan kuliner Indonesia? Yuk mulai mencari tahu makna setiap kuliner yang sangat beragam pada bangsa kita mulai dari Sabang sampai Merauke. Semoga kita kini makin menghargai arti sepiring makanan dan memberi apresiasi pada petani dan nelayan kita sebagai tulang punggung bangsa. 

Depok, Agustus 2015

Wijatnika Ika

1 comment:

  1. karena suka nonton drama korea, kimchi menjadi akrab ditelingaku :)

    ReplyDelete

PART OF

# # # # #

Instagram