After the Flowers: a Story of Beautiful Samurai


Lady Ito saat bertarung dengan pedang kayu
Lady Ito adalah putri seorang keluarga samurai terpandang. Kelahirannya sebagai perempuan tak diharapkan karena ayahnya ingin anak laki-laki yang dapat meneruskan garis keturunan keluarga dan menjadi samurai ternama. Karena itulah Lady Ito berlatih pedang kayu sejak kecil dan menjadikan ayahnya gurunya. Kemampuannya menggunakan pedang membuatnya terkenal sebagai gadis petarung yang tangguh namun juga anggun dan terlihat aristokrat saat berbalut kimono. Karena kemampuannya ia merasa kesepian. Tak seorang pun menghargainya dan menganggap kemampuannya tak pantas untuk perempuan anggun dari keluarga samurai. 

Suatu hari saat ia berjalan-jalan untuk menikmati mekarnya bunga sakura, ia bertemu dengan seorang samurai tangguh, Eguchi Magoshiro yang menantangnya duel. Lady Ito merasa bahwa inilah kesempatan untuk membuktikan bahwa ia layak dihargai sebagai petarung cantik. Atas persetujuan ayahnya, mereka melakukan duel dan lady Itu kalah. Namun, kekalahnnya ia anggap sepadan dengan pengalaman mendapatkan pernghargaan atas kemampuannya bermain pedang. Lama-lama ia pun menaruh hati pada Eguchi. 

Ayahnya yang memahami perasaan puterinya buru-buru mengabarkan bahwa Eguchi akan segera menikah dengan lady Kayo, sedangkan Ito sendiri akan menikah dengan Saisuke. Ito tak terlalu menyukai calon suaminya yang pembelajar namun terkesan tak serius, suka makan, genit dan selalu tersenyum. Kepada Saisuke itu menceritakan semua hal termasuk perselingkuhan lady Kayo dengan seorang petinggi samurai yang dikemudian hari diketahui membuat Eguchi bunuh diri. 

Duel antara lady Ito dan Eguchi
Setelah dibantu Saisuke melakukan investigasi atas kematian Eguchi, Lady Kayo memutuskan untuk membunuh sang samurai selingkuhan Kayo. Lelaki itu diketahui berasal dari keluarga yang memiliki kekuasaan dan kebal hukum. Tak seorang pun berani untuk mengajukan tuntutan padanya atas kematian Eguchi, dan hal ini embuat lady Ito marah. Ia ingin menegakkan keadilan dan agar masyarakat paham bahwa lelaki seperti itu tak layak jadi samurai. 

Suatu hari lady Ito mengirimkan surat kepada sang samurai untuk menemuinya di suatu tempat pagi-pagi sekali. Lady Ito datang sendirian, namun samurai itu datang dengan anak buahnya. Sang samurai meremehkan kemampuan lady Ito yang memang belum pernah memainkan pedang sungguhan. Setelah ketiga anak buah sang samurai tumbang oleh pedang lady Ito, sang samurai berhasil melumpuhkan lady Ito. Untunglah lady Ito membawa belati hadiah dari ayahnya dan dengan belati itu ia berhasil membunuh sang samurai. Seisuko datang menolongnya dan membuat kejadian itu seolah-olah sebuah perampokan. Tak seorang pun tahu bahwa lady Ito pelakunya. 

Japanese beauty
Dari film ini aku belajar bahwa perempuan yang mampu mengusai ilmu yang berkaitan dengan kepentingan publik haruslah tampil di masyarakat dan menegakkan keadilan. Laki-laki dan perempuan pasa dasarnya memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki keahlian tentang sesuatu, dan keduanya sama berkesempatan unjuk diri untuk kepentingan publik. 

Silakan nikmati film ini disini; After the Flowers

Sumber gambar:
http://yeinjee.com/keiko-kitagawa-plays-swordswoman-in-new-movie/

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram