Ketika Belanda Bersahabat dengan Air

Kapal angkut ramah lingkungan yang dibuat atas kerjasama Dutch company Damen Shipyards Group dengan Bellona Foundation sebagai salah satu contoh bagaimana Belanda serius mengembangkan teknologi kapal ramah lingkungan dalam program kelautannya

Belanda adalah negara yang mengalami banyak masalah karena peperangan layaknya negara-negara Eropa lainnya. Namun, paska menderita kekalahan demi kekalahan termasuk di wilayah Asia setelah masuknya Jepang pada 1945, Belanda mulai berbenah diri. Meski angka kelahiran dan pengangguran tinggi, pertumbuhan ekonomi Belanda terus menanjak dan kemakmuran negara itu mulai terlihat pada tahun 1960an. Sebagai salah satu negara maju yang diperhitungkan, Belanda telah menjadi kiblat dalam berbagai inovasi pembangunan terutama terkait masalah perairan baik sungai, maupun laut. Mahasiswa dari berbagai belahan dunia berbondong-bondong belajar di Belanda. Mereka takjub pada pesatnya pembangunan dengan inovasi negara Tulip yang mencengangkan itu.

Belanda adalah negara yang penuh ambisi, dimana segala inovasi dikembangkan untuk menjaga kelangsungan hidup warganya agar tetap sejahtera. Terdapat 10 program ambisius yang dikembangkan oleh the Netherlands Department of Economic Affairs diantaranya mengenai Water Technology Innovation Program dan Maritime Innovation Program, dimana keduanya sangat erat hubungannya dengan elemen air yang tak bisa dipisahkan dengan negara penghasil keju itu.

Berbagai inovasi terkait Water Technology Innovation Program dikembangkan untuk memastikan negara itu tidak kekurangan air dan ketersediaan air bersih dan sehat dijamin negara. Juga untuk memastikan segala inovasi terkair air mampu membuat Belanda dapat bertahan dari dampak perubahan iklim. Puluhan proyek dikembangkan mulai dari ‘inland shores’ untuk menabung air, pembangunan tanggul penahan banjir, ‘Box Barrier’ sebagai salah satu solusi banjir, hingga menciptakan ‘Climate Buffer’ di wilayah-wilayah konservasi dengan keanekaragaman hayati tinggi dalam rangka meringankan dampak banjir di wilayah-wilayah hilir.
Sejak lama Belanda dikenal telah bersahabat dengan air melalui berbagai inovasi dan pengembangan teknologi. Kekalahan perang di Asia bukan saja menjadi salah satu alasan negara itu tak lagi harus melakukan invasi ke negara kaya semacam Indonesia untuk memakmurkan negaranya. Melainkan karena ternyata air yang memenuhi negara itu tak harus dimusuhi. Negara itu telah menemukan bahwa dengan bantuan teknologi, mereka bisa bersahabat dengan air bahkan menjadikan air laut sebagai air minum. Mereka tak lagi takut banjir saat musim hujan atau terjangan badai dari luat utara.

Dalam mengembangkan industri air bersih, Belanda kini bahkan telah menggunakan system online sebagai peringatan apabila terjadi pencemaran melalui teknologi ‘Optiqua eventLab detects pollutants in water pipes’. Teknologi ini juga digunakan di Singapura dimana negara itu mengandalkan air laut yang dimurnikan untuk persediaan air bersih. Teknologi pengembangana air bersih juga diterapkan melalui program “Waste water treatment with aerobic granular sludge” dimana melalui “The Nereda water treatment technology” Belanda telah menunjukkan kebolehan dalam mendukung ketersediaan air bersih dengan mengelola air-air kotor dan bermasalah. Dalam mengembangkan proyek ini, Belanda juga bekerjasama dengan Austria dan Jerman dan peran ketiga negara dalam proyek penyediaan air bersih diakui negara-negara Uni-Eropa sebagai sebuah kekuatan yang bisa mengubah air berpolusi di Eropa menjadi air bersih yang layak konsumsi. Proyek ini, sekali lagi, menjadikan Belanda sebagai negara yang terdepan dalam bersahabat dengana air.

Teknologi menjadikan Belanda mampu mengolah air kotor menjadi air bersih

Dalam program Inovasi Kelautan yang juga berhubungan dengan air, Belanda memiliki program yang tak kalah ambisius. Sebagai “Europe’s Maritime Valley” posisi industri kelautan Belanda sangatlah strategis dan negara itu tengah mengembangkan lima strategi ambisius untuk menjadikan Belanda sebagai lokasi terpenting dalam kancah pembangunan maritime dunia. Bermodal inovasi teknologi di bidang kemaritiman dan pelabuhan Rotterdam yang hiruk pikuk oleh berbagai kapal dari berbagai negara menjadi andalannya.


Pelabuhan Rotterdam sebagai ruh kemaritiman Eropa

Mulai dari pengembangan talenta, pengembangan inovasi dan teknologi hingga menjadikan branding internasional industri perkapalan Belanda, negara ini hendak menjadikan Rotterdam sebagai arena bagi pembangunan kemaritiman Eropa. Dalam pengembangan Inland Navigation misalnya, Belanda menjanjikan beberapa inovasi; menambah legislasi terkait polusi, pengurangan konsumsi bahan bakar fosil atau dengan bahan bakar alternatif, penambahan ukuran container disertai dengan pengurangan berat, peningkatan kenyamanan dan keamanan dalam kapal. Yang paling menarik dari program ini tentu saja mengenai bagaimana mengurangi penggunaan bahan bakar fosil atau menggantinya dengan bahan alternatif yang juga mengurangi polusi. Kapal-kapal yang melintasi lautan dengan rendah emisi tentu akan sangat bermanfaat dalam mendukung upaya dunia dalam melestarikan lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Belanda, Air dan Laut
Tiga hal ini adalah hal tak terpisahkan dan menjadikan Belanda sebagai negara yang terdepan dalam mendukung inovasi dan pengembangan teknologi yang berkaitan dengan air. Belanda bukan saja menjadi contoh bagi negara-negara kepulauan yang dikepung air atau akan tenggelam karena dampak perubahan iklim dalam melakukan adaptasi, juga untuk menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi berkah bagi peradana manusia. Lalu apa hubungannya antara program inovasi air dan kemaritiman Belanda dengan filosofi pembangunan negara kincir itu?
Saya memandang bahwa air menjadi berkah dari Tuhan bagi Belanda. Jika dulu negara itu berperang dengan air dan bahkan harus melakukan penjajahan sampai ke Asia untuk menghidupi negaranya, kini negara itu begitu makmur dan maju karena telah menguasai air dengan teknologi. Mengawinkan program inovasi air dan kemaritiman tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Belanda dimana bukan saja negara itu mampu menguasai sumber daya didalam negerinya, juga akan menjadikannya rujukan dunia internasional melalui pengembangan pembangunan kemaritiman ramah lingkungan.

Pencapaian Belanda tentu saja harus dijadikan pelajaran penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai masalah seperti krisis air bersih, bencana banjir tahunan, banjir air rob hingga masalah dunia kemaritiman. Sebagai negara kepulauan penghubung Asia dan Australia, penting kiranya bagi Indonesia untuk belajar pada Belanda dalam konteks bersahabat dengan air melalui pengembangan teknologi.

Referensi:
Water Innovations in the Netherlands: a brief overview by Ministry of Infrastructure and Environment (http://www.government.nl/documents-and-publications/leaflets/2014/03/01/water-innovations-in-the-netherlands.html)

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram