Plus-Minus Provinsi Lampung


Rumah khas Lampung

Tak lama setelah mendengar kabar bahwa suami teman semasa kuliah meninggal dunia karena dibegal, nama 'BEGAL' menjadi bola api yang semakin lama semakin membakar publik se Indonesia. Provinsi Lampung yang selama ini dikenal menjadi sarang begal juga kena getahnya. Kata "Begal Lampung" seringkali muncul dalam berbagai pemberitaan dan diskusi. 

Ya, benar adanya bahwa di Lampung banyak berkeliaran bahkan mungkin bergenerasi Begal lahir. Tapi, sebagai masyarakat Lampung, melalui tulisan ini aku ingin menyampaikan bahwa jangan melulu berfokus pada 'Begal asal Lampung' sebab Lampung memiliki plus-minus sebagai bagian dari negara ini. 

Plusnya Lampung apa sih? 
1. Pintu Gerbang Pulau Sumatera dari pulau Jawa
Sebagai sebuah provinsi yang terletak di ujung selatan pulau Sumatera, secara otomatis Lampung menjadi pintu gerbang pulau ini dari Jawa. Dimasa Lampung bahkan dikenal pelabuhan-pelabuhan di Lampung merupakan pelabuhan penting dan ramai untuk jalur perdagangan rempah-rempah. Hingga saat ini, pelabuhan Bakauheni di Lampung selatan dikenal sebagai pelabuhan kapal penumpang paling padat di Indonesia. Cek saja saat musi mudik tiba. Sangat ramai. 

Nah, sebagai gerbang pulau Sumatera, secara geografis posisi Lampung sangat strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi. Apalagi beberapa tahun lalu sempat ramai diperbincangkan mengenai rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda yang akan memudahkan jalur transportasi roda empat dan kereta api dari dan ke Sumatera-Jawa.

2. Lokasi transmigrasi penduduk Jawa dan Bali
Pernah dengan program transmigrasi dalam program Dana Rekonstruksi Nasional (BRN)? program tersebut merupakan program pemindangan penduduk di Jawa yang padat ke lokasi-lokasi dengan sedikit penduduk, termasuk provinsi Lampung yang saat itu masih merupakan bagian dari Keresidenan Sumatera Selatan. Tempat transmigrasi pertama di Lampung bernama Gedong Tataan. Tak heran, jika ke Lampung suasanya tak ubahnya di Jawa dimana banyak orang bicara bahasa Sunda dan Jawa. Karena hampir seluruh wilayah kabupaten di Lampung adalah lokasi transmigrasi penduduk dari Jawa dan Bali (terutama pasca meletusnya gunung Agung). 

Karena merupakan wilayah transmigran, Lampung merupakan pemilik Museum Transmigrasi pertama di Indonesia. Museum ini merupakan saksi atas momen-momen proses pemindahan penduduk hingga mereka membangun Lampung hingga menjadi seperti sekarang. Museum ini terletak di Gedong Tatan. 

Transmigran dari Jawa saat tiba di Metro. Kini menjadi Kotamadya Metro dan merupakan Kota Pelajar di Lampung. Kota ini sangat terasa Jawa karena penuh orang Jawa.  

Nah, kakek nenekku juga merupakan salah satu transmigran yang turut membangun Lampung sejak tahun 1951, dengan status veteran tentara rakyat. Tak heran jika di Lampung sulit menemukan suku Lampung asli karena jumlah mereka jauh labih seidkit dibandingkan transmigran.  

Salah satu orang penting Indonesia yang juga merupakan keturunan Transmigran adalah Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan yang sekarang bekerja di IMF. 

3. Memiliki dua Taman Nasional
Lampung juga memiliki dua taman nasional. Di wilayah barat ada Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) sebagai bagian dari rangkaian perbukitan Bukit Barisan yang memanjang di bagian barat pulau Sumatera dan di rimur ada Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang merupakan pusat latihan dan konservasi gajah. Dua taman nasional ini merupakan kebanggaan masyarakar Lampung dimana keduanya merupakan kekayaan alam yang menjadi habitat satwa liar yang dilindungi dan hampir punah. 


Burung cantik di TNBBS
4. Memiliki kekayaan budaya yang belum tergali 
Pernah mendengar Kerajaan Tulang Bawang atau To Lang Po Hwang? Yup, itu kerajaan di Lampung yang reruntuhannya baru tergali sedikit dan masih banyak teka-teki yang terkubur. Sebagai bagian dari wilaya Sriwijaya di masa lampau, banyak potensi budaya yang belum mendapat perhatian serius untuk dilakukan penelitian dan kajian ilmiah. Salah satu poin yang bisa membawa kita pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam tentag budaya Lampung misalnya soal Had Lampung/ aksara Lampung. Lampung sebagai sebuah entitas budaya di Indonesia memiliki bahasa dan aksara sendiri dimana kemungkinan besar telah berusia 500 tahun. 


Al-Qur'an pada masa penyebaran Islam pada periode Kerajaan Tulang Bawang. 
Kerajaan lain di Lampung adalah Skala Brak yang meski tidak menonjol sebagaimana kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat di Yogyakarta, namun keturunan raja-raja di kerajaan ini masih menjalankan ritual-ritual budaya dan masih memiliki seorang Raja, Ratu dan pangeran sebagai calon raja berikutnya. 

5. Wisata Lampung

Gajah, Gunung anak Krakatau, Kambas, Harimau Sumatera, Teluk Kiluan, Pantai Tanjung Setia, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Kopi, Kakao, Tapis, Keripik pisang, Museum Transmigrasi, Durian, Kelengkeng, Nanas, Danau Ranau, Festival Krakatau, Bakauheni, Tambak Udang Dipasena, dan sebagainya mungkin telah membawa Lampung cukup populer dalam kancah persaingan wisata nusantara. Tapi, masih banyak lagi potensi wisata yang bisa ditemukan di Lampung kunjungi: Indonesia Travel-Lampung keterangan lebih lanjut. 


Teluk Kiluan
Minusnya Lampung apa sih?
1. Provinsi termiskin ketiga di Sumatera
Mungkin tak ada yang percaya bahwa Lampung yang kaya akan sumber daya alam mulai dari kehutanan, perkebunan, pertanian, kelautan dan perikanan, wisata, perkebunan dan sektor lain Lampung termasuk provinsi termiskin ketiga di Sumatera setelah Bengkulu dan Aceh. Bagaimana bisa provinsi gerbang pulang Sumatera menyandang status sebagai yang termiskin? 

Distribusi kekayaan alam berupa kepemilikan tahan di Lampung cukup timpang. Misalnya ketika sbeuah perusahaan menjadi pemilik konsesi perkebunan tebu dengan ribuan hektar, ribuan rakyat kecil hanya menjadi buruh dan mereka tak kunjung beranjak dari posisinya sebagai masyarakat yang daya belinya sangat rendah. Itu satu contoh saja. Karena kondisi miskin inilah, Lampung bahkan dikenal sebagai kantong TKI dan Human Trafficking. Dahsyat ya dampak kemiskinan di Lampung ini. 


Tapi jangan salah, ada banyak orang kaya dan super kaya yang berasal dan tinggal di Lampung. Salah satu diantara mereka bahkan memiliki grup yang sangat dikenal dan menguasai berbagai bidang bisnis dan mengendalikan aliran uang di Lampung. 

2. Laboratorium konflik agraria
Koflik agraria marak terjadi di Lampung bukan sebuah kebetulan karena Lampung merupakan lokasi transmigrasi. Tapi, jika kita merunut ke puluhan tahun kebelakang sejak Belanda masih bercokol. Belanda tengah melakukan registrasi kawasan hutan di Lampung ketika mereka dipukul mundur dan kemudian Indonesia merdeka. Euforia kemerdekaan membuat pemerintah Indonesia menjadikan hutan-hutan alam sebagai ATM untuk menghasilkan uang yang katanya digunakan untuk pembangunan. Kawasan-kawasan yang telah diregistrasi hingga 49 kawasan tersebut menjadi tidak jelas statusnya, sementara masyarakat butuh makan. Belum lagi kebijakan peralihan fungsi kawasan hutan yang terus dilakukan hingga tahun 1990an. Konflik dalam hal ini banyak terjadi antara masyarakat-negara. Konflik tanah yang tak satupun selesai hingga saat ini menjadikan Lampung begitu rentan, misalnya kasus di register 45 Mesuji yang tahun ini berusia 17 tahunan.


Tenda pengungsu konflik agraria di register 45. 
3. Rentan konflik SARA
Sebagai provinsi dengan penduduk yang beranekaragam mulai dari suku (Lampung, Jawa, Sunda, Tionghoa, Bali, Bugis) dan agama (Islam, kristen, Budha, Hindu, Konghucu) konflik berbasis SARA di Lampung rentan terjadi. Sebenarnya sih konflik berbau SARA biasanya dipicu soal ekonomi yang merembet kemana-mana, sehingga oleh media diberitakan sebagai konflik berbasis suku dan agama. Kerentanan atas konflik inilah yang sebenarnya seringkali membuat Lampung lebih banyak dikenal karena konflik daripada prestasi. Ibarat peribahasa "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga".

4. 'Gudang Begal'?
Di Lampung, begal adalah mimpi buruk. Mimpi buruk itu menjadi sangat nyata ketika aku mendapat kabar bahwa suami teman kuliahku meninggal karena bretarung dengan begal. Korban begal sudah tak terhitung jumlahnya, tapi memberantas begal juga bukan perkara mudah. Dan ketika begal unjuk gigi hingga merambah ke Jawa untuk mengembangkan sayap per-begal-an, nama Lampung semakin rusak. 


Ilustrasi begal yang dihajar massa
Sumber gambar dan bahan bacaan: 
www.rohyanudin.blogspot.com
www.kaskus.co.id
https://fdwiagungwidodo.wordpress.com/2013/01/17/lingkungan-pesisir-provinsi-lampung/
Lampung yang terdiri dari ±169 pulau 
http://dananwahyu.com/2012/11/21/teluk-kiluan-tak-hanya-lumba-lumba/
http://r5alburuj.blogspot.com/2013/11/ekspedisi-andalas-siger-tanjak-1.html
http://www.tempo.co/read/news/2012/04/19/063398259/Presiden-Rancang-Mekanisme-Selesaikan-Konflik-Agraria
http://www.lampungonline.com/2015/01/dua-begal-di-lampung-selatan-nyaris.html

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram