Pilpres 2014, Prabowo dan Dosa Para Jenderal


Masa-masa sebelum Pilpres 9 Juli mendatang semakin menarik untuk disimak. Baru-baru ini publik dikejutkan oleh postingan Wimar Witoelar dalam aku sosialnya yang dikecam banyak pihak. Lalu keterangan Wiranto soal masa lalu Prabowo, sang calon Presiden nomor urut 1. Keterangan Wiranto mendapat tanggapan dari kalangan militer lainnya yang membuat agenda Pilpres semakin menarik. Dan media sosial pun semakin penuh oleh berbagai analisa dan sumpah serapah. 
 
Setelah sebelumnya para purnawirawan cukup duduk diam di belakang layar tanpa bicara pada media, setelah ramai isu tentang surat pemecatan Prabowo oleh DKP nampaknya pantat mereka mulai panas. Pilpres 2014 kini bukan hanya menarik karena pertarungan antara sipil melawan militer, tapi bocornya banyak informasi 'masa lalu' dari para purnawirawan ke publik. Mungkin, mereka ingin cuci tangan dan melempar semua tai masa lalu ke wajah Prabowo yang memang sudah menjadi bulan-bulanan mengenai tragedi Mei 1998 dan kisah pelanggaran HAM lainnya sejak lama sekali. 

Nampaknya tak ada satupun para purnawirawan yang merapat ke salah satu kubu ingin mendapat gelar buruk sebagai 'dalang' peristiwa Mei dan pelanggaran HAM lainnya. Mereka nampaknya telah suka dan betah ketika dunia mengarahkan telunjuk mereka pada Prabowo sebagai satu-satunya 'dalang' dan yang terhukum secara sosial. Benarkah mereka semua tak berdosa dan tak menjadi 'dalang' kasus-kasus yang melukai kebangsaan itu? Apakah cara mereka mencari aman benar-benar akan menyelamatkan mereka dari dosa masa lalu? lalu bagaimana tanggapan para aktivis jika di kubu yang mereka dukung ternyata ada jenderal yang memang 'berdosa' sebagaimana selama ini mereka yakin bahwa Prabowo berdosa?


Tetapi mereka lupa, bahwa media dengan para jurnalisnya yang punya rasa penasaran tingkat tinggi akan mengejar mereka kemana pun mereka pergi sampai mereka mau bicara dan membocorkan rahasia masa lalu. Mungkin mereka lupa, bahwa sekali mereka bicara media akan terus menguntit mereka demi sebuah berita mahal dan meninggikan derajat si media dimata pesaing-pesaingnya. Mereka juga mungkin lupa, bahwa di kubu Jokowi yang mereka duduki itu ada kalangan aktivis NGO yang juga sangat penasaran tentang siapa 'dalang' dari semua kejahatan yang sedang mereka kuliti bersama-sama. Bisa jadi memang Prabowo seorang penjahatnya, bisa jadi ada nama lain akan muncul secara mengejutkan.

Setelah Wiranto dan beberapa purnawirawan bicara pada media, aku jadi penasaran siapa lagi yang akan bicara dan menu apa lagi yang akan terhidang. Mungkin saja keterangan-keterangan yang kelak terlontar akan menjadi hidangan yang lebih lezat untuk disantap dan dinikmati ketimbang kampanye Pilpres sendiri. Dan aku penasaran pada sikap politis asing terhadap kisah ini. Sebab kedua kubu didukung penuh para purnawirawan dan asing jelas-jelas punya kepentingan membaca situasi politik Indonesia demi keuntungan mereka....

Pokoknya, aku menunggu kabar terbaru dari media soal hasil kepo mereka pada para purnwirawan tersebut. Siapa tahu perang antar jenderal di kedua kubu membuat mata rakyat terbuka bahwa yang berperang dalam Pilpres ini bukan cuma Prabowo dan Jokowi, tapi dua kekuatan besar yang sama-sama didukung kekuatan militer dan konglomerat. Supaya para pendukung kedua kubu nggak fanatik buta dan sok tahu, dan lupa pada dapur mereka sendiri.

Ah, ini cuma catatan anak kos yang nggak bisa tidur...

Sumber gambar:
http://politik.kompasiana.com/2014/01/12/jenderal-besar-ah-nasution-prabowo-dan-rivalitas-tni-624002.html

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram