EMPRESS KI: the Dangerous of the Beauty


Banyak orang sering berseloroh atau bahkan berkhayal bahwa mereka akan hidup nyaman jika terlahir atau menjadi Raja, Ratu, Pangeran dan Puteri. Trus tinggal di Istana yang megah, punya banyak pelayan dan hidup mewah. Sayangnya, sejarah justru banyak bercerita bahwa kemegahan istana dan kekuasaan seringkali dipupuk oleh darah manusia. Nah, salah satunya adalah cerita tentang si cantik Empress Ki. Meski cerita ini lebih banyak fiksi daripada unsur sejarah, tapi cukup menghibur dan bikin penasaran. Oke, lupain sejarahnya (atau cari sendiri di internet ya...) dan nikmati kisahnya

Ketika Budak menjadi Ratu
Ki Seung Nyang harus menghadapi kenyataan pahit ketika ibunya meninggal akibat dipanah Tangqishi (tentara Yuan) saat mereka melarikan diri dari perjalanan menuju negeri Yuan (China) sebagai budak perempuan. Negeri Yuan punya kebiasaan mengambil para perempuan dari Goryeo (asal muasal Korea) untuk dijadikan pelayan dan selir istana. Dalam usaha mencari ayahnya dan bertahan hidup, ia harus menyamar sebagai laki-laki dan tinggal sebagai pelayan di sebuah rumah pejabat kerajaan Goryeo. Nah, dia pun belajar bela diri dan sangat mahir memanah dan menunggang kuda. 

 

Ia kemudian dikenal sebagai "the Jackal" alias serigala karena terkenal kuat dan memimpin sebuah kelompok genk yang bekerja untuk tuannya si pejabat istana yang licik yang tak lain adalah paman sang raja (Wang Yoo). Karena penyamarannya diniatkan untuk balas dendam, ia kemudian membantu raja untuk mengungkap korupsi tuannya yang merupakan Perdan Manteri. Kemudian ia menjadi pengawal raja dan raja curiga karena ia terlihat cantik dan lembut untuk ukuran laki-laki. Ia kemudian menjalin persahabatan dengan pangeran Ta Hwan yang akan dibunuh oleh pejabat di Yuan atas perintah Perdana Menteri jahat bernama El-Temur. Si perdana menteri merupakan diktator yang telah membunuh 3 raja untuk berkuasa. 


Gara-gara bersahabat dengan Seung Nyang, pangeran selamat dan kembali ke Yuan untuk menjadi raja setelah menipu pejabat yang mau membunuhnya bahwa Wang Yoo akan membunuhnya. Karena itulah, Wang Yoo dan Seung Nyang akan dirkobankan di perbatasan barat Yuan untuk melawan tentara Islam yang saat itu berperang dengan Mongol. Saat itulah Tangqishi mengenai Seung Nyang sebagai perempuan dan berniat menjadikannya sebagai selirnya. Saat akhirnya Wang Yoo tahu bahwa Seung Nyang adalah perempuan, ia pun jatuh cinta. Mereka berjanji untuk sehidup semati. Hidupnya akan bahagia bersama Wang Yoo kalau saja tak ada perwira menengah bernama Yom yang berkhianat dan mencari jabatan di negeri Yuan dengan menipu raja Yuan dan membunuh ayah Seung Nyang yang tak lain adalah atasannya sendiri. 

Singkat cerita, Seung Nyang menjadi pelayan di istana Yuan, bertemu dengan Raja dan menjadi pelayan favoritnya. Raja yang bodoh, kekanakan dan merupakan raja boneka bergantung kepada Seung Nyang yang bersifat keibuan dan cerdas. Saat kemudian Seung Nyang gagal menjadi permaisuri bagi Wang Yoo dan kehilangan bayinya saat Ratu Tanashiri membunuh temannya, ia kembali ke Yuan sebagai selir. Ia bertekad membalas dendam kematian ibunya dan teman-temannya dari Goryeo. Ia menjadi semakin kuat dan cerdas dibawah bimbingan Tal Tal si bijaksana

Sejak ia menjadi selir favorit dan melahirkan seorang putera bernama Ayu, perlahan-lahan ia membalaskan dendamnya. Ia membunuh Ratu Tanashiri (yang terkenal sangat jahat dan menyesal menjadi ratu ketika ia jatuh cinta pada Wang Yoo), Perdana Menteri El-Temur dan banyak penjahat yang ingin membunuh raja. Ia sangat berambisi untuk mengembalikan tahta raja Goryeo dan menghentikan perbudakan jika ia menjadi Ratu Yuan. Sayangnya, ibu Suri tak suka asal usulnya dari Goryeo dan membuat ayah angkatnya memusuhinya dengan menjadikan keponakannya sebagai Ratu. Perdana Menteri Bayan yang setia kepada raja ternyata haus kekuasaan dan bersekongkol dengan Ibu Suri untuk menyingkirkan Selir Ki. Berkat kecerdikannya, Selir Ki berhasil membunuh Ratu Bayan yang telah berniat meracuni puternya dan dirinya. Bahkan, ia berhasil membuat Tal Tal berpihak padanya dan membunuh pamannya sendiri, si Perdana Menteri Bayan. 

Pada suatu masa ketika musuh-musuh raja Yuan berhasil ditumpas, raja tahu bahwa mendiang Pangeran Maha adalah anak dari Selir Ki dan Wang Yoo. Demi melindungi Ki dari hukum kerajaan, ia pun membunuh Wang Yoo. Ia begitu tergila-gila pada Seung Nyang dan ingin melindunginya karena ia menyadari bahwa keberadaan Seung Nyang yang penuh dendam karena ia telah membunuh ayahnya dan mengambilnya dari sisi Wang Yoo. Tapi raja tak tahu, meski ia berhasil menepati janjinya untuk menjadikan Seung Nyang sebagai Ratu, ia belum berhasil menumpas musuh terbesar di kerajaannya yang sangat dekat dengannya dan mengontrol hidupnya. 

Cinta, Kekuasaan dan Harta
"Power requires funding," kata si penjahat Kolta, pemimpin kelompok dagang Eagle House yang menyamar sebagai pelayan raja selama hidupnya yang kemudian bersekongkol dengan ibu suri untuk membunuh raja. "I have never serves you. I serve gold," ujar Kolta menjelang kematiannya di tangan raja. Ia mengatakan kepada raja bahwa kekuasaan bisa berkhianat sedangkan harta tidak. "You are a fool," kata Kolta kepada raja yang berhasil ditipunya. 


Selama hidupnya, ia berpura-pura melayani raja dan menjadi yang terdekat baginya. Padahal selama itu ia meracuni raja perlahan-lahan untuk membunuhnya dan memonopoli perdagangan di Yuan. Karena ulahnya, raja harus membunuh banyak orang bahkan ibu tirinya yang selama ini melindungi dari El-Temur yang jahat. Raja menangis, karena ternyata selama ini semua orang di Yuan hanya menjadikannya sebagai alat untuk mencapai ambisi masing-masing yang tak lain adalah harta dan kekuasaan. 

Jadi, kisah dalam drama ini menyatakan bahwa kadangkala seseorang tak bisa meraih cinta sejatinya yang telah dipilih hati, dan harus berkorban untuk cinta yang bertujuan untuk melindungi kebanyakan manusia yang lemah dan miskin. Seung Nyang dibenci karena ia dianggap ambisius dan menguasai raja dengan kecerdikan dan kecantikannya. Padahal, Ia sendiri belajar dari para musuh raja yang telah disingkirkannya untuk naik ke puncak kekuasaan. Ia melihat kekuasaan bisa menyelamatkan raja Yuan dan rakyat Goryeo dari kehancuran dan membeli waktu untuk membalas dendamnya tepat waktu. Ia juga harus menjadi Ratu untuk melindungi puteranya yang akan menjadi raja Yuan selanjutnya. 

Nah, usut punya usut si ibu Suri yang penuh kasih sama raja Yuan itu bener-bener benci sama Seung Nyang karena sejak dia jadi selir ia mulai memasyarakatkan style Goryeo dimulai dari pakaian sendiri dan pelayan di paviliunnya. Nah, pas jadi Ratu ia mengganti semua style perempuan Yuan dengan gaya Goryeo. Ia bilang bahwa itulah konsekuensi pertukaran budaya yang sebelumnya Yuan lakukan di Goryeo. Si ibu Suri juga nggak mau klan Ki dari Goryeo menggeser klan Bayan dari Mongol yang udah lama banget jadi pembesar-pembesar di kerajaan Yuan. 

Sayangnya, ketika ia telah menjadi Ratu dan berhasil melindungi raja Yuan, Puteranya dan perempuan Goryeo dari perbudakan, pemberontakan merajalela dan raja Yuan mati muda karena racun Kolta. Dalam kisahnya ia lari ke utara, ke wilayah Mongol milik klan Tal-Tal yang mati dalam peperangan menumpas pemberontakan. 

Intinya, hidup itu berubah, berjalan dan tak seorang pun akan puas dengan apa yang telah diraihnya. Kekuasaan dan harta akan senantiasa menguji cinta dan peri kemanusiaan di semua bangsa di dunia. Karena dua hal itu pula, orang baik berubah menjadi jahat; warga negara yang setia bisa berkhianat pada bangsanya sendiri; seorang perwira bisa membunuh pemimpinnya; seorang ayah mengorbankan anak-anaknya;  seorang pebisnis menjadi penjahat dan persahabatan menjadi palsu. Drama yang mengenaskan dan rumit. 

Dalam drama ini ada beberapa jenis tokoh yang sebenarnya menggambarkan kehidupan kita sehari-hari. Pertama, tokoh baik dan mau berkorban demi cinta dan kemanusiaan. Nah, dalam drama ini tipe ini diwakili oleh Seung Nyang dan Wang Yoo bersama pelayan setia mereka. Kedua, tokoh baik yang tak punya kekuasaan dan suka bertindak bodoh. Tokoh demikian biasanya mati konyol atau menjadi kuat jika didukung tipe yang pertama. Ketiga, tokoh innocent yang jadi jahat gara-gara kekuasaan. Ratu Tanashiri adalah korbannya dalam drama ini. Dia dihukum gantung oleh Empress Ki sebagai balasan telah membunuh temannya Selir Pak yang sedang mengandung anak raja. Keempat, ilmuwan yang baik hati dan berpihak kepada kebenaran. Tokoh Tal Tal menjadi sangat kentara dalam drama ini. Kelima, orang jahat, trus jatuh cinta sama tipe pertama dan jadi baik. Sayangnya, tokoh yang demikian biasanya mati dan cintanya nggak kesampaian, hiks. Keenam, tokoh pengkhianat. Biasanya tokoh yang begini tuh mencari keuntungan buat diri sendiri aja, nggak peduli dia mengabdi untuk raja atau bandit. dalam Drama ini tokoh Yom berperan sangat baik. Ketujuh, tokoh jahat yang sampai mati mereka jahat. Yang paling parah adalah kedelapan, tokoh jahat yang pura-pura baik. Nah, Ratu Bayan yang berhasil diracun Empress Ki adalah contohnya. Berwajah dan bertutur lembut, tapi menusuk dari belakang. 

Bandar Lampung, Mei 2014
Sumber gambar:
http://thetalkingcupboard.wordpress.com/2013/11/01/empress-ki-eps-1-2/
koreandmc.co.kr

Bonus nih: 
Selain karena arsitektur dan makanan, yang buat aku suka Drama Korea tentang kerajaan adalah kostum-kostumnya yang cantik banget. apalagi di Drama Empress Ki ini kostumnya cantik-cantik banget. Meski ceritanya fiksi, berasa beneran terjadi dalam sejarah, hehehe...

 


Wijatnika Ika

4 comments:

  1. drama yang sangat bagus dan berkesan.. good job for ha ji won,joo jin mo and ji chang wook

    ReplyDelete
  2. Yup, bagus meski dalam beberapa hal membosankan dna terkesan dilebih-lebihkan.

    Terima kasih sudah berkunjung.

    ReplyDelete
  3. Wang yoo, suka banget sama perannya disini :)
    tapi mengapa oh mengapa dia harus mati?? bahkan sang anak Maha pun juga mati, jadinya gak ada kenangan antara Wang yoo dan seun nyang :(

    ReplyDelete
  4. Yah begitulah adanya mba Irawati. Padahal aku juga maunya Wang Yoo yang hidup hehehe...

    Makasih sudah mampir,

    Salam,

    ReplyDelete

PART OF

# # # # #

Instagram