Wajah Register 45, Mesuji


Register 45, Mesuji dikenal sebagai wilayah konflik yang tak berujung. Tahun 2011 masyarakat Indonesia heboh oleh sebuah video di Youtube yang menampilkan drama kemanusiaan yang sangat mengenaskan. Meski hasil penelitian Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk Presiden menemukan fakta 'penambahan materi asing' dalam video tersebut, tetap saja bikin heboh. Berita-berita tentang konflik Mesuki memenuhi media massa selama beberapa bulan. Nah, baru-baru ini aku berkunjung ke wilayah itu dan memotret wilayah yang dipenuhi tanaman singkong dan gubuk dengan ukuran serupa. 
 

Konflik di wilayah ini merupakan konflik yang begitu kusut. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi Lampung dan Pemkab Kabupaten Mesuji saling lempar tanggungjawab. Umpama enggan mengurus persoalan yang begitu berkaitan erat dengan tanah sebagai sumber kehidupan. Akibatnya, publik lupa menagih tugas pemerintah untuk melakukan audit atas perusahaan pemegang HPHTI dan membiarkan jumlah okupan semakin banyak. Dalam tulisan Oki Hajiansyah Wahab, dkk, jumlah okupan pasca Rekomendasi TGPF bertambah menjadi 17.000an orang. Itu jumlah yang fantastis untuk sebuah gerakan pendudukan lahan negara. 

Register 45 memang anomali. Disatu sisi wilayah ini dianggap haram untuk diduduki masyarakat yang disebut 'perambah' dan mereka menjadi bulan-bulanan pemerintah. Namun, disisi lain pemerintah tidak memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang membeli singkong yang ditanam para okupan di lahan Register. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi di Register 45, Mesuji? 



Analisa secara umum menyatakan bahwa konflik ini merupakan dampak ketidakadilan distribusi lahan kepada masyarakat dan perusahaan. Selain itu, secara ekonomi, dibangunnya jalan lintas timur merupakan faktor penarik yang 'manis' dalam mendorong kehadiran manusia untuk melakukan berbagai usaha seperti rumah makan, tambal ban, penginapan, hingga rumah-rumah masyarakat.  

Kupikir ada bisnis besar yang enggan dilewatkan oleh pihak-pihak tertentu. Tetapi belum ada pihak yang mampu mengungkap siapa dibalik bisnis konflik Register 45, Mesuji. Aku berharap aku bisa mempelajari kondisi ini dari sudut pandang lain.  

Bogor, 18 April 2014

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram