Bank Sampah Salam Berseri Selamatkan Bumi


Kemarin, aku didaulat sebagai pembicara pada acara peringatan Hari Bumi 2014 yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat Lampung. Untung saja aku tak salah membuat materi presentasi ketika ternyata pesertanya adalah para ibu rumah tangga. Mereka adalah anggota Bank Sampah Salam Berseri yang merupakan binaan Rumah Zakat. Meski merasa deg-degan karena khawatir materi presentasi tak mereka mengerti, akhirnya seluruh proses berjalan lancar. Para ibu cukup paham dengan materi yang kufokuskan pada kondisi sungai. 

Mengapa sungai? karena sungai ibarat urat nadi bumi. Sungai adalah penghantar air si sumber kehidupan. Daripada memberi presentasi yang nggak ada sangkut pautnya dengan kehidupan mereka sehari-hari, mending aku memberikan materi yang sangat dekat dengan keseharian mereka. 


Terbukti bahwa selama ini mereka resah dengan sampah yang mengotori sungai dan wilayah pantai. Selain itu, kebiasaan buruk masyarakat dalam membuang sampah tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah  kota. Jadilah wilayah pesisir penuh dengan sampah. 

Nah, sore harinya, kami bersama-sama mengumpulkan sampah di tempat yang selama ini jadi tempat pembuangan sampah kedalam kantong-kantong plastik. Meski mereka mengatakan bahwa kegiatan itu percuma, tetapi pihak Rumah Zakat berjanji akan membangunkan mereka bangunan penampung sampah yang kelak akan dikelola oleh Bank Sampah. Dalam acara ini juga dinobatkan para pahlawan cilik lingkungan hidup. Keren ya...


Semoga kehadiran Bank sampah ini dapat menjadi contoh bagi upaya penyelamatan lingkungan hidup di wilayah pesisir Lampung. 

Bandar Lampung, 24 April 2014


Wijatnika Ika

4 comments:

  1. Replies
    1. Betul, mari ubah musibah jadi berkah dan bikin Indonesia bebas sampah :)

      Delete
  2. Thank mbak ika luarbiasa sekarang member binaan RZ lampung semakin antusias selamatkan bumi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, semoga kedepan saya bisa bantu lebih banyak sebisa saya ;)

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram