Bekerja & Berwisata di Pantai Kunjir



Beberapa hari di minggu lalu, aku harus melakukan tugas lapangan. Saat-saat seperti itu sebenarnya adalah ssat yang membuatku senang. Memang sih kalau ke lapangan itu capek, tapi nggak bisa dipungkiri ada bahagia yang terselip diantara lembar-lembar kelelahan. Bersama dua rekan kerjaku, kami keliling-keliling beberapa desa di Lampung Selatan untuk menuntaskan pekerjaan kami. Kami dari divisi yang berbeda dan ke lapangan dengan pekerjaan yang berbeda pula. Tetapi, karena kami bersama-sama, jadi seakan-akan kami ini tim yang sedang melakukan pekerjaan bersama, hehehe. Dengan demikian memang beberapa kekurangan dalam pekerjaan masing-masing jadi terbantu. 


Inilah pemandangan di pantai yang kusebutkan itu, berlokasi tepat di rumah salah seorang aktivis yang sering kami kunjungi ketika ke lapangan. Lokasi di wilayah ini memang ideal untuk tinggal, membangun tempat wisata dan berjalan-jalan sejenak dari rutinitas. Pantainya tak terlalu luas, tetapi cukup lah untuk wisata eksotis yang kebanyakan lokasinya gratis karena dikelola warga sekitar. 


Aku memotret sepatu dan jeans yang kugunakan hari itu. Ya, buat kenang-kenangan saja. Selain karena waktu itu aku tertarik pada karang-karang yang selalu basah disiram ombak sepanjang waktu. 


Ini adalah potret yang kuambil dari sebuah gubuk yang dibangun warga sekitar untuk tempat berteduh saat mereka atau ada pengunjung yang menikmati pantai. Biasanya, pada malam hari, gubuk ini digunakan oleh warga yang membakar ikan bersama-sama, sambil bersenda gurau diantara gemuruh ombak. 


Suasana desa Kunjir dipagi hari, terlihat dua orang murid SD berangkat ke sekolah. Bagiku, desa ini adalah desa yang ideal. Desanya begitu rapi dan lumayan bersih (karena tahun politik, jadi sepanjang desa banyak sekali sampah pemilu yang membuat desa menjadi kotor dan bikin mata sakit). Lokasinya diapit gunung Rajabasa dan Selat Sunda, dekat dengan ibukota Kabupaten dan hanya membutuhkan 1.5-2 jam perjalanan ke ibukota provinsi. Klo ada rezeki, pengen banget bangun rumah, perpustakaan, taman bunga dan kebun buah di desa ini. 




Bandar Lampung, 7 Februari 2014

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram