Kemarin Itu, Apakah Aku Korupsi?



Dua hari yang lalu aku harus mewakili Direkturku untuk menghadiri rapat di sebuah kantor pemerintah di Kota Bandar Lampung. Karena aku tak bisa mengendarai sepeda motor, aku minta seorang staf di kantor untuk mengantarku. Karena si staf itu orang baru, dia nggak tahu jalan menuju kantor itu dan aku lupa-lupa ingat. Melajulah kami di jalanan hingga sampai pada satu jalan yang sepi yang ramai dengan kerumunan Polisi Lalu Lintas yang sedang mengadakan razia. Malang, kami tak dapat mengelak dan motor kami digiring masuk kedalam rombongan 'korban' hari itu. 

Di kantor ada motor dinas, tapi sedang dibawa staf yang lain ke Lampung Selatan. Jadilah kami menggunakan motor seorang kawan yang kebetulan sedang 'ngandang' di kantor karena pemiliknya mengantarkan Direktur ke Lempung Selatan menggunakan mobil. Motor itu butut karena sudah tua, STNKnya sudah kadaluarsa, si staf nggak punya SIM dan KTPNya beralamat di suatu daerah di Sumatera Selatan. Si polisi yang menutupi wajahnya dengan masker memaksa kami untuk menyerahkan motor atau menggantinya dengan istilah 'menitipkan' uang sebesar Rp. 140.000. Karena waktu itu aku sudah terlambat untuk ikut rapat dan tak ada angkot, maka kami memutuskan untuk membayar saja kelalaian kami sebesar Rp. 20.000. Memang apa yang bisa kulakukan dalam keadaan seperti itu? Ya, aku telah menyuap seorang petugas negara dan membuatnya korupsi. Gimana nggak korupsi klo beberapa kesalahan bisa damai dengan Rp. 20.000? Hm, jadi menertawakan diri sendiri. 



Kemarin, aku harus mengantarkan surat ke dua kantor pemerintahan. Kami melaju di jalan yang sama, tapi dengan motor dinas. Dan, meski STNKnya masih aktif tapi si staf kan nggak punya SIM dan KTPnya masih beralamat di Sumatera Selatan. Yeah, kena giring lagi. Kali ini si petugas mengambil STNK motor dan aku diam saja diatas motor sambil memainkan HP. Uang di dompetku ada sih Rp. 30.000, tapi males amat nyuap lagi. Akhirnya aku dan si staf diam saja. Sampai kemudian para polisi itu bersiap-siap kembali ke kantornya karena waktu menjelang sholat Jum'at. Dan, STNK kami dikembalikan tanpa membayar satu rupiah pun. Aku pun tertawa sepanjang perjalanan karena merasa geli. 

Nah, apakah aku korupsi? 

Bandar Lampung, 25 Januari 2014
-Hujan deras-

Sumber gambar:

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram