Empat Kesialan Menyebalkan


Bulan ini, entah kenapa, rasa-rasanya aku ketiban sial melulu. Entah itu memang sial atau memang rencana Tuhan untuk menghindarkan aku dari perkara yang lebih buruk dan menggantinya dengan yang lebih baik atau entah apa. 

Pertama: gagal wisuda!
Draft tesis sudah di ACC pembimbing untuk sidang, satu penguji dan satu penguji ahli sudah menyanggupi. Eh, ketua jurusan yang menjadi ketua sidang malah ke luar negeri. Trus nggak ada yang mau menggantikan beliau sebagai ketua sidang. Meski aku sudah berusaha meminta bantuan karena aku nggak mau bayar SPP lagi, eh nggak berhasil. Alasannya sih bahasan Tesisku berat dan tidak seperti kebanyakan bahasan Thesis mahasiswa lain di jurusanku. Setelah nangis bombay akhirnya aku harus merelakan uang Rp. 8,5 juta untuk bayar SPP semester baru untuk bisa Sidang semester ini dan lulus tahun ini juga. Padahal rencananya aku mau beli buku-buku bekas untuk perpustakaan komunitas yang sedang kukembangkan di kampung halaman. Ya, mungkin memang harus buang sial dengan nyumbang kampusku yang kaya raya itu dan harus cari uang lebih giat lagi.  



Kedua: dua kali kena tilang!
Ada urusan kantor dan sialnya jalan yang kulewati sedang ada razia. Hari pertama gara-gara bawa motor butut dengan STNK yang sudah expired dan tanpa SIM. Kena deh Rp. 20.000 dari Rp. 140.000. Nah hari kedua, meski bawa motor kantor yang bagus dan baru itu, kena seret lagi karena nggak ada SIM. Maklum staf kantor ini orang Sumatera Selatan dan baru beberapa bulan saja kerja di kantor.  Kali ini sih karena sebel mainkan taktik dengan nongkrong aja diatas motor sambil sms-an supaya bikin Polantas-nya sebel, dan karena menjelang Jum'atan jadi bayarnya Rp. 0 deh... 

Ketiga: baju-bajuku di jemuran raib!
Minggu kemarin, tepatnya hari Jum'at, aku seharian di kantor. Entah kenapa hari itu aku beteee banget. Ada aja yang bikin bete hingga kebawa ke kosan. Nyampe di kosan udah haha hihi bareng temen  nyambi nonton tivi. Nah, pas mau cuci muka dan  wudhu baru sadar ada sejumlah jilbab (dan ada jilbab kesayangan), celana dasar dan blazer yang raib dari jemuran. Juga sebotol sabun mandi dan shampo (ini baru ketahuan pas mau cuci muka jam 11 malam). Lucu bener nih kejadian. Aku dan dua teman kosanku terkikik kikik aja karena merasa terlampau lucu dan menggemaskan kejadian ini. Untung para daleman aman-aman aja, hehehe...

Keempat: Nyaris kecopetan!
Hari ini, ada janji ketemu dengan kepala Lembaga Penelitian Universitas Lampung. Karena motor kantor sedang nggak dipake staf lain makanya aku ngangkot. Pas nyambe dekat kampus Umitra, ada dua cowok bertampang lumayan naik, mungkin mereka mau ke kampus. Keduanya bawa tas ransel kosong. Heran juga sih ada orang bawa ransel kosong. Nah, keduanya ngapit aku. Eh, ternyata mereka mau nyopet. Jadi, aku mau dijadikan korban. Was-was juga karena baru terima sejumlah uang dari kantor untuk kegiatan lapangan. Buru-buru kukeluarkan ponsel dari kantong blazer dan memeriksa isi tasku sambil memandang wajah si pencopet. Dan, mereka gagal mencopetku karena aku mengapit ranselku erat-erat dan turun di Unila. Jadi, aku atau si pencopet ganteng yang sial ya?  hihihi...

Semoga ga ada lagi kesialan di bulan ini, kan cuma 3 hari lagi menjelang Februari. 

Bandar Lampung, 29 Januari 2014

Sumber gambar:
www.infobdg.com

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram