Buku Titipan CAK TARNO


Cak Tarno dan buku-buku di tokonya
Sore tadi, dalam guyuran hujan aku ke kampus. Aku pun melihat bangkai gedung C FISIP yang serupa raksasa yang baru saja terbakar. Bangunan tiga lantai itu kini hanya rongsokan. 3000 eksemplar buku koleksi seorang Doktor di Departemen sosiologi jadi abu, juga ribuan buku lain mengenai keperempuanan dan feminisme. Tak lupa dokumen-dokumen lain di jurusan tersebut. Rongsokan raksasa itu dikelilingi 'police line' berwarna kuning. beberapa petugas keamanan bergerombol di beberapa titik, menjaga sang abu yang masih dalam proses investigasi kepolisian. Para mahasiswa yang hilir mudik sesekali berjalan sambil menelengkan kepala mereka ke arah gedung, berjalan pelan-pelan sembari menyaksikan asap yang mengepul dari dalam gedung. 

Aku berjalan pelan, sambil memegangi payung, memerhatikan rongsokan gedung itu. Bau kerangka kayu terbakar yang menjadi arang dan diguyur hujan menguar ke udara. Kerangka gosong itu telah berubah dari gedung digdaya menjadi rongsokan yang misterius. Dan saat kulihat langit kelabu dan rinai hujan jatuh dari langit, memuku-mukul gedung itu dengan titik-titik kecil, umpama tangisan ibu saat memeluk bayinya. Betapa dramatis nasibnya. Dan sebagaimana kedua mataku, mata siapapun yang melewatinya akan memandangnya sebagai peri hitam yang tiba-tiba muncul di kampus kami secara misterius. 

Buku-buku donasi dari Cak Tarno untuk perpustakaan komunitas yang sedang kukembangkan
Di toko Cak Tarno, saat aku menikmati secangkir cokelat hangat dan menikmati diskusi mengenai seorang Doktor UI yang melakukan plagiarisme, seseorang masuk ke Toko. Pembicaraan beralih ke peristiwa kebakaran gedung C FISIP. "Kan jam 6 itu katanya api masih kecil ya, itu orang-orang pada kemana? masa jam 10 baru mati? nggak paham soal bencana ini namanya." Katanya berspekulasi. Tak tahulah aku mana analisa yang benar atas peristiwa itu. Terlepas dari itu semua, buku-buku yang terbakar adalah yang paling kami sesalkan. 

Dan di toko ini aku mendapat tiga buku baru sebagai donasi  untuk perpustakaanku, juga sepasang novel keren. Maka, maka malam ini, saat udara menjadi teramat dingin karena hujan seharian dan dunia menjadi tenang, aku akan membacanya dengan senang hati. 

Depok,8 Januari 2014

Wijatnika Ika

2 comments:

  1. toko cak Tarno di depak kah ..?? bagian mana ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya. Jl. Kober ke arah Stasiun UI. Semua orang di jalan itu tahu toko Cak Tarno.

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram