Setiap Anak Adalah Bintang



Ishaan selalu takjub pada ikan dan ingin sekali dibelikan aquarium oleh ayahnya


Bocah itu, Ishaan, sangat suka mengamati ikan. Begitu sukanya ia mengamati ikan di selokan sampai-sampai ia suka membuat orang-orang kesal padanya karena ia menjadi biang kerok terlambatnya bis sekolah. Karena itu pula ia juga membuat ibunya kelimpungan akan sikapnya yang tidak biasa, yang kemudian dianggap ayahnya sebagai kelakukan anak nakal, pemalas dan susah diatur. Tak jarang ia juga menyebabkan pertengkaran orangtuanya dengan tetangga mereka karena Ishaan kadang-kadang berkelahi dengan anak tetangga tanpa ditanya apa alasannya berkelahi. Sesekali ia sangat marah pada seisi dunia yang tidak memahaminya, tetapi dilain waktu ia begitu menikmati dunia yang begitu menakjubkan. 

Ishaan lahir sebagai anak bungsu dari dua bersaudara di sebuah keluarnya yang berpusat pada seorang ayah yang galak dan tegas. Si ayah memiliki peraturan tersendiri bagi keluarganya, dimana baginya disiplin dan kecerdasan akan menjadi penentu kesuksesan anak-anaknya. Si ayah sangat bangga pada Yohan, anak pertama mereka yang selalu menjadi juara dan mendapat nilai sempurna untuk nyaris seluruh mata pelajaran di sekolah. Keluarga itu juga dikelola oleh seorang ibu yang cantik, baik hati dan pandai mengurus anak-anak setelah ia mengorbankan karirnya yang cemerlang. Tetapi, di keluarga itu, dan pencapaian-pencapaian yang mereka raih dan siapkan untuk masa depan seakan-akan rusak oleh kelakukan Ishaan seorang. Si ayah, dalam film itu, beberapa kali menampar Ishaan yang baru berumur 9 tahun karena ia berkelahi dengan anak tetangga dan bolos sekolah, tanpa bertanya terlebih dahulu apa alasan anak bungsunya melakukan semua itu. Bagi si ayah, Ishaan itu seperti dilahirkan untuk mengacaukan hidupnya. Dan karena prestasi Ishaan di sekolah juga hancur, maka ia memutuskan untuk menyekolahkan si anak ke sekolah berasrama. Di sekolah itulah petaka dan keberuntungan dimulai. 


Saat Ishaan bermanja-manja dengan ayahnya
Ishaan kecil merasa dibuang oleh keluarganya saat ia mendapati bahwa sekolah barunya merupakan sekolah dengan peraturan super ketat dan guru-guru yang galak dan kasar. Meski di sekolah itu ia memiliki teman dekat, ia masih tetap menjadi bahan tertawaan karena ia tak mampu membaca dan menulis. Semua nilainya buruk dan ia sering dihukum. Kehilangan keluarga dan bertambahnya ketakutan dan kebenciannya pada pelajaran-pelajaran di sekolah membuatnya frustasi. Ia melihat semua huruf dan angka menari-nari dan saling melompat sehingga ia tak bisa membacanya. Kadangkala khayalannya membawanya pada kejadian-kejadian menakutkan. Ia semakin frustasi dan sendiri. Ia tak punya seorangpun yang bisa diajaknya bicara. Lalu ia menjadi pendiam dan berhenti bicara. Bahkan, ketika guru kesenian yang baru masuk ke kelasnya dengan segudang kegembiraan, ia tetap diam. Pelajaran seni di sekolah itu tak ubahnya pelajaran matematika dan bahasa. Ia bahkan pernah diganjar 5 pukulan di tangannya di kelas seni yang membuatnya semakin ketakutan. Maka ia tak lagi punya semangat. Ia juga tidak lagi menggambar sebagaimana kesukaannya selama ini karena baginya hidupnya telah hancur. Mati. 

Sebuah rahasia guru baru di kelas seni membangkitkan semangat hidup Ishaan

Guru barunya di kelas seni, yang diperankan oleh Amir Khan, yang mencoba mengetahui rahasia Ishaan akhirnya menjadi gerbang bagi kembali Ishaan yang hilang. Ishaan yang mati hidup kembali. Awalnya sang guru memberi tahu kelasnya bahwa orang-orang besar di seluruh dunia seperti Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, Thomas Alva Edison, hingga Abishek Bachchan adalah orang-orang sukses yang mengalami kesulitan membaca dan menulis saat mereka sekolah. Ia ingin memberi tahu Ishaan bahwa setiap kesulitan harus diselesaikan, bukan dibiarkan menjadi masalah yang semakin menakutkan. Ishaan mulai bangkit. Ketika sang guru memberi tahu sebuah rahasia bahwa dirinya juga menderita kesulitan yang Ishaan alami, Ishaan mulai tersenyum. Meski masih malu-malu, minder dan tak semangat, Ishaan berhasil menunjukkan bahwa ia bisa menciptakan sesuatu yang prestisius, sebagaimana khayalannya selama ini. Inilah yang menguatkan sang guru untuk meyakinkan berbagai pihak seperti orangtua Ishaan dan guru-guru di sekolah bahwa ia bisa membuat Ishaan menjadi anak yang cemerlang. 

Karya Ishaan yang mengubah hidupnya

Melalui upayanya membuat Ishaan mau belajar dengan gembira untuk mengenal dan memahami huruf dan angka, sang guru berhasil membuktikan kepada ayah Ishaan dan guru-gurunya bahwa mendisiplinkan anak dengan kekerasan dan makian sama dengan membunuh hati anak itu. Sebab, prasangka mereka kepada Ishaan sebagai anak pemalas dan nakal telah menghancurkan Ishaan tanpa terlebih dahulu memahami masalah motorik Ishaan yang berbeda dengan anak-ana pada umumnya. Yang berarti, Ishaan memiliki kelebihan yang tak dimiliki anak-anak lain, yaitu imajinasi yang sangat hebat. Dan terbukti ketika dalam lomba menggambar yang diikuti oleh seluruh sekolah, Ishaan menjadi pemenanga yang lukisannya mengalahkan karya sang guru. Saat gemuruh tepuk tangan mengantarnya menjadi sang juara, Ishaan pun terharu dan memeluk sang guru. Ia kini menyadari bahwa murung dan lari atas masalah yang ia hadapi tak akan mengubah apapun dalam hidupnya, selain menyuburkan prasangka sebagian besar orang bahwa ia merupakan bocah nakal, pemalas dan nakal. 

Yuk berkhayal dan bergembira!!!
Film ini berhasil membuatku terus menerus meneteskan airmata. Bukan saja karena scene demi snene yang mengharu biru, juga karena akting si bocah yang begitu menggemaskan. Film ini juga melemparku ke masa lalu, dimana di kampung halamanku, terdapat sekitar 5 anak yang lahir istimewa tetapi disosiasikan sebagai anak hasil perbuatan orangtuanya yang terkutuk. Aku merasa berdosa, karena ketika kecil aku termasuk anak yang takut pada rupa buruk mereka, kebiasaan menjijikan mereka dan hidup mereka yang merepotkan orang lain. Dua diantara mereka sudah meninggal, satu orang pindah ke tempat lain bersama orangtuanya dan tersisa dua lainnya yang masih menjadi bahan tertawaan orang-orang dikampungku. 

Ingin rasanya membagi kisah ini pada orang-orang di kampungku, untuk menekankan bahwa setiap anak adalah bintang. Setiap anak yang lahir dari rahim seorang perempuan adalah spesial. Dan setiap anak harus dihargai atas cita-cita dan imajinasinya. Ingin sekali aku lupa bahwa anak-anak di kampugku mengalami cacian dari ibu atau ayahnya sendiri, atau terkungkung dalam pekerjaan orangtuanya dan bermain sebagai tabu. Ingin aku lupa pernah melihat hal-hal mengerikan semacam itu dari keluarga-keluarga tak terdidik dan hanya memahami disiplin ala makian.  Meski sekarang aku belum bisa, aku ingin sekali bisa melakukannya, mempersembahkan sebuah langkah perbaikan bagi anak-anak di kampungku. Semoga kelak aku bisa, dan mereka akan melihat sebuah spanduk kegiatan yang bertulisakn "Selamat Hari Anak Nasional: Setiap Anak adalah Bintang, Setiap Anak adalah Spesial." Aku mau para orangtua tak terdidik itu meminta maaf pada anak-anak yang hatinya terluka dan membayar kesalahan mereka dengan kasih sayang seluas samudera dan motivasi setinggi langit. 

Depok, 31 Desember 2013

Sumber gambar:

www.images22.com 
movies.sulekha.com
specials.rediff.com
thebollywoodfan.blogspot.com 
filmsdunia.blogspot.com

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram