Saat RUPIAH Jadi MATA UANG SAMPAH

Uanggggggg
Buat siapapun yang hari ini merasa sok kaya, dompetnya sok tebal dan ATMnya sok makmur, dan punya kartu kredit, apalagi unlimited credit card : harap mengerem kesombongan dan kebiasaan hidup hura-hura. Sebab, bangsa kita ini miskin dalam kacamata internasional. Apa pasal? Usut punya usut, ternyata mata uang Indonesia (Rupiah) merupakan satu dari 10 MATA UANG SAMPAH! dunia bersama  Zimbabwe, Vietnam, Sao Tome dan Principe, Laos, Iran, Guinea, Turkmenistan, Paraguay, dan Zambia Kenapa? Karena murahan, banyak nol-nya, dan nggak berharga jika disandingkan MATA UANG MAHAL! dunia. Alamak! bangsa kita yang Gemah Ripah Loh Jinawi ini kok jadi begini ya nasibnya? 

Dan inilah 10 mata uang termahal di dunia tahun 2013:
  1. Kuwait Dinar, 1 KWD setara dengan US$ 3,51
  2. Bahrain Dinar, 1 BHD setara dengan US$ 2,65
  3. Oman Rial, 1 Oman Rial setara dengan US$ 2,59
  4. Latvia Lats, 1 LVL setara dengan US$ 1,88.
  5. Inggris Poundsterling, 1 Poundsterling setara dengan US$ 1,53.
  6. Yordania Dinar, 1 JOD setara dengan US$ 1,41
  7. Euro (Eropa), 1 EUR setara dengan US$ 1,32
  8. Azerbaijan Manat, 1 manat setara dengan US$ 1,27
  9. Caymand Island Dollar, 1 KYD setara dengan US$ 1,22
  10. Swiss Franc, 1 franc setara dengan US$ 1,07
Dinar Kuwait, mata uang termahal sejagad raya. 1 KWD = 3.51 US$ alias Rp. 40.000an. Wow!!! Jadi mikir, gaji Dubes Indonesia dan para staf KBRI untuk kuwait berapa ratus juta/bulan ya klo nilai tukarnya segitu mahal, dan harus sekaya apa orang Indonesia kalau mau melancong ke Kuwait? Enak kali kerja jadi dosen atau guru di Kuwait, pulang ke Indonesia bisa jadi konglomerat? hihihi...

Pada tahun 2010, saat isu mengenai kebijakan redenominasi menguat kembali di kalangan pengamat ekonomi dan pemeirntahan, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika misalnya kalah jauh dengan nilai tukar Ringgit, Bath Thailand, Peso Philipina dan Dollar Singapura. "Ringgit sebesar 3,16 per dolar, Bath Thailand 32,205 per dolar, peso Philipina 45,115 per dolar, serta dolar Singapura hanya 1,351 per dolar AS" (Tempo, 5 Agustus 2010). Sedangkan 10 mata uang paling tidak laku terhadap Dollar Amerika adalah: 
  1. Vietnam Dong 19.095 per dolar
  2. Sao Tome and Príncipe Dobra 18.655 per dolar
  3. Turkmenistan * Manat 14.250 per dolar
  4. Iran Rial 10.000 per dolar
  5. Indonesia Rupiah 8.957 per dolar
  6. Laos Kip 8.243 per dolar
  7. Guinea Franc 5.150 per dolar
  8. Paraguay Guarani 4.770 per dolar
  9. Zambia Kwacha 4.870 per dolar
  10. Cambodia Riel 4.233 per dolar
Saat ini, mungkin Zimbabwe menjadi negara paling naas di dunia. Mata uangnya sama sekali tak berguna. Rakyatnya sudah mulai menggunakan Dollar Amerika untuk berbelanja dalam interaksi ekonomi sehari-hari. Tak terbayangkan bagaimana terpuruknya negeri itu dan betapa berat upaya bangkit dari keterpurukan. Salah satu penyebab keterpurukan ekonomi Zimbabwe adalah selain nilai implasi yang naik hingga 231.000.000% (Gile! 231 juta persen) juga karena ketimpangan pendapatan dari ekspor dan pengeluaran untuk impor. Bahkan, saking pailitnya negara itu, kas negara yang tersisa bahkan tak cukup lagi untuk digunakan sebagai biaya pemilu, sehingga harus mengajukan pinjaman ke Afrika Selatan dan Angola, dan ke PBB. Lama-lama negara ini bisa diambil alih sama PBB nih dan jadi lahan empuk program pinjaman dari IMF dan World Bank, atau program-program pemberdayaan dari berbagai NGO internasional. 

Pada Desember 2013, nilai tukar Dollar Zimbabwe terhadap Rupiah aja begitu mengerikan, bagaimana dengan Dollar Amerika dan Dinar Kuwait. Benar-benar nggak berharga, dan benar-benar naas nasib Zimbabwe.
Saking tidak berharganya Dollar Zimbabwe, dibutuhkan 100 juta Dollar untuk 3 butir telur. Kondisinya lebih mirip dengan uang monopoli, atau uang-uangan. Dan nggak kebayang kalau mau belanja macam-macam barang harus bawa sekarung uang kertas!!!

Nasib Indonesia?
Pada 1 Desember 2013, Dollar Amerika menjebol pertahanan Rupiah. US$ 1 mencapai Rp. 12.000. Padahal pertengahan 2013, US$ 1 masih bekisar Rp. 9.600an. Sedikit lagi kondisinya mirip dengan krisis 1998 dimana US$ 1 mencapai Rp. 15.000. Celakanya, kalau tahun 2014, Dollar bisa tembus Rp. 13.000 kita bisa mengalami krisis ekonomi dan banyak investor asing yang tidak jadi menanamkan modalnya di Indonesia. Sebagian kecil orang yang biasanya berinvestasi dalam bentuk Dollar memang akan diuntungkan dan bisa kaya mendadak. Sedangkan bagi rakyat miskin hidup akan makin tercekik. Kabar buruknya, jika benar kita akan mengalami krisis, pada 2014, Indonesia memang tak sendirian menghadapi krisis ini dan dari ancaman Dollar Amerika. Sebab, beberapa negara seperti Brasil, India, Turki dan Afrika Selatan juga akan kena hajar Dollar Amerika. Bahkan, Jepang yang dalam beberapa tahun terakhir ini sedang terpuruk diprediksi akan turut dihajar. Korea Selatan, Taiwan dan China termasuk negara-negara yang bisa bernafas lega dari ancaman Dollar Amerika tahun 2014. Tapi, tetap saja krisis akan menghancurkan!

Meskipun demikian, semoga ekonomi kita segara pulih dan pemerintah segera melakukan langkah-langkah pencegahan terpuruknya ekonomi Indonesia, agar tak bernasib seburuk Zimbabwe. Nah, kabarnya, untuk menghadapi kondisi ini, pada 1 Januari 2014, kita akan memiliki nilai mata uang baru sebagai hasil kebijakan redenomisasi. Sederhananya, nilai mata uang kita ditingkatkan dengan mengurangi jumlah nol dibelakang angka. Dan uang dalam bentuk yang belum diredenominasi akan dicabut pada 31 Desember 2013. Buat yang suka nabung di celengan nampaknya harus segera bongkar celengan dan menukarnya dengan uang yang sudah di redenominasi. Tapi, redenominasi itu bahaya gak ya? Karena ada kekhawatiran kebijakan redenominasi ini menjurus pada praktek sanering. Secara sederhana redenominasi adalah pemotongan nominal tanpa merubah harga mata uang dan daya beli masyarakat. Sedangkan sanering adalah pemotongan nilai mata uang dan harganya sehingga berpengaruh pada berubahnya daya beli masyarakat. 

Masa depan Soekarno-Hatta hasil kebijakan redenominasi Rupiah. 

Depok, 27 Desember 2013

Sumber bacaan:

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram