RESOLUSI MUSLIM 2014: Hadapi Krisis dengan Berpuasa



Empat hari lagi kita akan memasuki tahun 2014 Masehi. Tak ada yang istimewa dari pergantian tahun selain bahwa ada kewajiban-kewajiban yang semakin bertambah dan jatah usia yang semakin berkurang. Jika momen pergantian tahun biasanya dirayakan seluruh dunia dengan pesta pora yang menguras tabungan dan menghasilkan tumpukan sampah dan limbah, banyak Muslim yang justru merenunginya dengan membuat resolusi. Salah satu resolusi adalah mempersiapkan mental untuk menjalani berbagai ibadah puasa, mulai dari puasa wajib, puasa sunnah hingga puasa membayar hutang puasa Ramadhan bagi kaum perempuan. Semalam, aku mendapatkan jadwal puasa selama tahun 2014 dari akun Facebook Oki Setiana Dewi. Saat memandangi jadwal itu, ada api semangat yang memerciki hatiku. Meskipun ada perkiraan bahwa tahun 2014 adalah tahun krisis ekonomi, pangan dan lingkungan. Tetapi, aku tak akan menggerus imanku karena krisis. Justru krisis harus dihadapi dengan sikap satria, dengan iman yang teguh dan kerja keras terbaik. 

Puasa Sunnah yang biasa dijalani kaum Muslim adalah puasa Senin dan Kamis, puasa pada pertengahan bulan (13,14 & 15) pada kalender Hijriah, puasa Arafah, puasa bulan Sya'ban, puasa 6 hari di bulan Syawal (setelah perayaan Idul Fitri) dan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram. Maka perhitungan perkiraan puasa sunnah tahun 2014 adalah:
  1. Sebanyak 82 hari puasa sunnah Senin & Kamis
  2. Sebanyak 6 hari puasa sunnah bulan Syawal
  3. Sebanyak 2 hari puasa sunnah bulan Muharram
  4. Sebanyak 1 hari puasa sunnah Arafah di bulan Dhulhijjah (Haji)
  5. Sebanyak 32 hari puasa sunnah pertengahan bulan
  6. Sebanyak 30 hari puasa sunnah bulan Sya'ban (sebelum Ramadhan)
Jadi, sepanjang 2014 ada kesempatan sebanyak 153 hari menjalankan puasa sunnah dan 30 hari puasa Ramadhan. Nah, bagi yang mampu secara fisik dan tidak terhalang haid (bagi perempuan), maka setiap Muslim berkesempatan melaksanakan ibadah puasa sunnah dan wajib sebanyak 183 hari sepanjang 2014. Jika kita sanggup melaksanakannya maka kita berpuasa 1/2 tahun lamanya (183 hari dari 365 hari dalam setahun). Maha Suci Allah yang menyediakan begitu banyak kesempatan mengumpulkan amal kebaikan bagi hamba-hambaNya. 

Puasa sebanyak itu dalam setahun sepertinya melelahkan dan membuang banyak kesempatan untuk menikmati berbagai kesenangan, seperti makan dan minum. Akan tetapi, karena puasa semacam kegiatan latihan bagi tubuh dan mental, maka puasa menjadi penting. Manusia tidak mungkin memaksa tubuhnya terus menerus bekerja keras dalam setahun, karenanya demi kesehatan fisik dan jiwa, kita harus memberi kesempatan kepada tubuh kita untuk melakukan reformasi dan detoksifikasi. Berikut adalah beberapa manfaat puasa:
  1. Sebagai proses menjadi pribadi Takwa (QS. Al-Baqarah: 183)
  2. Sebagai alarm untuk menahan diri dari melakukan hal-hal yang dilarang agama dan tidak terpuji secara norma sosial
  3. Cara diet yang paling baik dan murah meriah
  4. Cara detoksifikasi yang paling baik
  5. Cara mengasah kepekaan sosial
  6. Cara berhemat
  7. Cara melatih kesabaran 
Yup, semoga tulisan ini bermakna dan menjadi inspirasi kaum Muslim dalam memasuki dan menjalani tahun 2014 yang diperkirakan sebagai tahun krisis. Tanda-tanda krisis ditunjukkan oleh melemahnya nilai tukar Rupiah atas Dollar Amerika; kelangkaan pangan akibat perubahan iklim, alih fungsi lahan dan kurangnya subsidi pemerintah serta tingginya impor pangan; krisis air bersih akibat kerusakan hutan, kerusakan ekosistem Daerah Aliran Sungai dan kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah di sungai-sungai; dan krisis moral akibat krisis pendidikan.Ya, begitu kompleks krisis yang hendak menelan kita di 2014. Belum lagi krisis yang disebabkan sikap bermalas-malasan, hehehe....

Berikut beberapa bahan bacaan mengenai ancaman krisis pangan pasca 2013:

Depok, 27 Desember 2013

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram