Toko Bir di Fayetteville




1500 Jam di Amerika
Kisah Seorang Penerima Beasiswa IFP yang
Tinggal dan Belajar di Kota Fayetteville, Amerika

(Draft gagal masuk penerbit, akhirnya diterbitkan di blog ini, selamat membaca...)

Suatu hari, aku lupa kapan tepatnya, aku salah masuk toko. Malu-maluin tapi lucu. Sore-sore hari Minggu, aku tuh pengen beli keripik kentang di sebuah toko langgananku karena camilanku habis dan aku bisa bĂȘte banget kalau ngerjain PR tanpa camilan. Nah, diantara toko-toko yang ada disitu, ada satu toko yang membuatku penasaran. Masuklah aku kedalamnya. Eh, ternyata toko khusus minuman keras.

Aku masuk sambil celingak-celinguk dan petugas kasir hanya mengatakan ‘Welcome’. Lalu aku berkeliling mau cari jus. Eh, baru nyadar kalau yang dijual adalah aneka jenis bis. Waktu itu aku menggunakan jaket dengan penutup kepala, sehingga kupikir nggak terlalu kentara jika aku ini perempuan Muslim. Tapi, aku kemudian menyadari kalau si petugas kasir sedang mengamatiku dengan mimik muka penasaran. Ia hanya melihatku saja tanpa mengatakan apa-apa. Ya, aku menyadari bahwa ia heran mengapa perempuan Muslim sepertiku masuk ke toko bir. Meskipun aku menutup kepalaku dengan topi jaket, tetap saja identitasku yang berjilbab kelihatan.

Ya, karena penasaran,aku berkeliling saja sambil melihat-lihat nama-nama dan warna botol-botol aneka minuman keras yang dipajang rapi. Lalu aku tersenyum pada si petugas sebelum keluar. Saat aku hendak keluar, ada sepasang pria dan wanita yang membeli berkaleng-kaleng bir. Kemungkinan mereka mahasiswa miskin yang tak bisa beli wine atau alcohol lain yang lebih berkelas.

Beberapa hari kemudian, temanku yang orang Vietnam, yang hobi minum bir dan makan pork memintaku menemaninya ke toko bir itu, sebelum kami mampir ke sebuah toko untuk membeli beberapa alat dapur. Oke, aku menemaninya. Ia membeli beberapa botol bir sebagai stok di apartemennya. Satu kaleng bir harganya tidak sampai 2 Dollar. Ya, alkohol murahan ala mahasiswa. Ternyata, ia berjanji pada salah satu teman Indonesiaku yang asal NTT untuk minum bersama. Glek! Dan mereka janjian di apartemenku untuk ngobrol dan minum bir. Aku memperbolehkan mereka minum, asal tidak lebih dari satu kaleng. Kan malu-maluin kalau mereka mabuk di apartemenku. Ya, teman-temanku memang suka meminum minuman keras, termasuk beberapa teman Arabku yang ‘gaul’. Tetapi, meski demikian, mereka paham dan tidak menawariku minuman mereka. Mereka selalu memberiku jus jeruk.

Bagi beberapa teman asingku, minum bir itu sebuah kenikmatan. Seorang temanku asal China yang sering kami panggil dengan nama Handsome karena ia bermarga Han dan memang tampan, sangat gila kalau minum bir atau wine. Nyaris setiap malam ia dan teman-temannya minum alkohol di apartemennya. Teman-teman asingku asal Asia memang cukup terbiasa dengan minuman keras. Kita mengenal bahwa orang Korea suka sekali minum Soju dan orang Jepang suka minum Sake, alkohol tradisional mereka.

Dalam pesta-pesta atau kegiatan makan-makan di apartemen kami, minuman beralkohol tak pernah ketinggalan. Dalam sebuah pesta ulang tahun teman Arabku, teman satu amartemenku yang asal China ditantang menghabiskan segelas wine dengan seklai teguk dan ia melakukannya dengan sangat baik. Para pria di ruangan itu berteriak histeris, tak menyangka si Nona China menghabiskan segelas wine dalam sekali teguk. Mereka juga tidak menyangka gadis polos itu bisa demikian candu pada alkohol. Sialnya, pesta itu diadakan di apartemenku. Mau nolak? Nggak bisa dong, kan aku tinggal bersama si Nona China dan Nona Jepang. Pesta ulang tahun itu dilakukan di apartemenku karena yang masak semua masakan untuk si teman Arab itu adalah Nona Jepang. Sebagaimana kuceritakan di bagian yang lain, si teman Arabku itu naksir si Nona Jepang.

Nah, begitulah ceritaku tentang alkohol di kota Fayetteville. Saat aku menjadi bagian dari komunitas internasional, bukan saja aku dituntut untuk menghargai pilihan-pilihan orang lain, juga bagaimana menjaga diri dan menghargai budayaku sendiri. 

Mahasiswa Internasional di Fayetteville


Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram