Kado dari Surga

ADIKKU HAMIL! Ya, kemarin sore, saat aku sedang rapat di kantorku aku menerima pesan singkat bahwa ia hamil. Segala puji bagi Allah yang berkenan memberikannya amanah: bakal manusia baru. Sebagai kakak aku turut senang. Telah setahun lamanya ia menunggu punya momongan setelah menikah tahun lalu. Kelak, 9 bulan lagi, anak itu akan memberi senyum di wajah ayah dan ibuku. Itu cucu pertama mereka. Aku, sebagai sulung, kasih menantu aja belum bisa, hihihihi....

Entah kebetulan atau tidak antara rencanaku dengan kehamilan adikku itu. Begini, dua minggu terakhir ini aku berfikir untuk membeli banyak buku mengenai segala sesuatu tentang BAYI dan cara mendidik anak. Itu pasti bisa mencapai ratusan buku. Aku sedang menyiapkan budget nyambi nyari buku-buku mana aja yang akan kubeli. Rencanaku sih simpel banget. Sebelum aku memutuskan untuk menikah dan kemudian punya anak, maka aku harus mempelajari segala hal yang berkaitan dengan cara menyambut dan mendidik si manusia baru, mulai dari dalam kandungan tentunya.Belum sempat aku ke toko buku, sudah kuterima kabar ini. Kabar dari surga. Kabar yang membahagiakan. Jika saja aku tak harus ke Jakarta, maka aku akan pulang dan memberi selamat pada adikku. Minimal dengan memeluknya erat, memberinya beberapa buku, dan memasak masakan khusus ibu hamil untuknya. Pasti seru, hihihi.


Kebahagiaan ini, adalah kebahagiaan keluarga kami. Sembilan bulan kedepan kami akan menyambut sosok mungil di keluarga besar kami. Sebagai bibinya, aku tentu harus menyambutnya secara istimewa. Dan, aku akan menyambutnya sejak ia masih berproses didalam rahim suci adikku. Selain itu, aku jadi greget untuk membanjiri adikku dengan buku-buku tentang anak, makanan sehat ibu hamil, pakaian bayi, boneka, dan tetek bengek lainnya yang berhubungan dengan bayi. Pasti lucu klo nanti si bayi lengket sama aku karena dapet hadiah banyak. Klo kejadian beneran nih, tentu ini akan menjadi rekor baru dalam keluargaku. Sebab, aku dikenal lebih akrab dengan adik ayahku sejak aku masih bayi dibanding dengan ayah dan ibuku sendiri. 

Aku yang dulu
Sejak aku masih bayi, aku terlalu lengket dengan pamanku. Adik ayahku. Paman paling baik sedunia. Katanya, suatu malam saat aku masih batita, aku bangun jam 1 malam dan menangis mencari pamanku itu. Nah, ayahku dibuat repot harus mengantarkanku ditengah malam buta ketempat dimana pamanku hari itu sednag bedagang di rumah paman pacarnya. Katanya, rengekanku suka menganggku jadwal ngapelnya, hihihi. Bahkan aku punya sebuah photo dimana pamanku membawaku saat ia pacaran dengan seorang gadis cantik di galengan sawah, entah dimana tempatnya. Dan sampai saat ini aku memang lebih suka merepotkan pamanku dibanding orangtuaku sendiri. Entah hadiah apa yang pamanku berikan pada ibuku saat beliau mengandungku. 
___________
Nah, sekarang saatnya aku menjadi kakak super baik dan super perhatian pada adikku, dan calon bayinya. Juga jadi calon bibi yang super baik untuk calon keponakanku. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada adikku dalam menjalani kehamilan pertamannya dan proses si jabang bayi berjalan lancar di dunianya, sehingga kelak ia lahir dengan selamat, sehat dan bahagia. 

Menteng, Jakarta, 14 Nopember 2013
-nyambi nunggu kegiatan dimulai dan dengerin berita-

Sumber gambar:

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram