Aku Pingin Jadi Cowok, Suer!!!




This is my top secret, hihihi.
Sejak umur 5 tahun, aku dibesarkan oleh ayahku, nenekku dan keluarga pamanku. Ayahku yang keras kepala selalu membuatku tunduk pada semua peraturannya. Dulu, waktu aku masih SD, ayahku selalu menyisir rambutku sesuai dengan model yang ia suka (yang jadul banget, hehehe), membelikanku baju-baju cantik sesuai keinginannya, melarangku menonton televisi antara waktu Maghrib dan Isya. Bahkan ayahku punya peraturan soal panjang rambutku. Um, sangat protektif. Ayahku tidak pernah membelikanku pakaian untuk laki-laki, misalnya baju kodok yang waktu itu kepingin banget kubeli. Kan lagi tren. Ayahku selalu bilang kalau ia tak ingin aku tumbuh menyerupai anak laki-laki. Nah lho...

Oke, untuk urusan satu itu aku nurut 100%. Aku anak yang manis dalam hal berpakaian. Tetapi, gara-gara itu, aku jadi hobi manjat pohon. Aneka jenis pohon jambu, mangga, sirsak, rambutan, duku, jeruk, alpokat dan sebagainya. Yah, meski aku tak pernah bisa memanjat pohon kelapa. Kadang-kadang nenekku memergokiku memanjat pohon jambu saat ia sedang lebat-lebatnya. Nenekku marah-marah padaku hingga aku nyangkut di pohon seperti anak Koala yang takut jatuh ke tanah. 

Jadi cowok, kenapa? 
Padahal banyak loh cewek yang operasi plastik supaya jadi cewek. Alasannya cukup simpel, jadi cowok itu simpel. That's why nyampe sekarang aku suka mumet sendiri kalau pergi ke suatu tempat, rempong bener bawaannya. Kalau jadi cowok pasti simpel banget kan, cuma gendong satu ransel. Kalau kemana-mana, cowok cuma perlu bawa satu jeans, kaos oblong, dan batik. Simpel bener. Gak perlu rempong kayak cewek yang dalemannya aja banyak, belum jilbab n dalemannya. Hm, jadi, karena memang tidak bisa menjadi cowok, ya sudah, aku mencoba menjadi cewek simpel. Tapi, tetep aja, akhir-akhir ini males gendong ransel, karena bikin badan sakit-sakitan. Padahal aku tuh pengen gendong ransel lagi, pengen melunasi janji mendaki gunung-gunung di seantero Indonesia, hiks. 

Kedua, aku selalu iri sama cowok yang bisa mandi di sungai berbekal kolor doang. Klo cewek mandi di sungai, apalagi berjilbab, rempongnya minta ampun. Jadi, kadang suka gigit jari aja klo ketemu sungai, cuma bisa nyelupin kaki nyampi berkhayal jadi putri yang lagi mandi, hihihi. Trus, cowok tuk gak punya jam malem. Klo para cowok aktivis nih, mereka bebas mo diskusi dari pagi nyampe pagi lagi. Aku nggak bisa masuk kedunia itu, padahal info penting tentang dunia tersebar melalui diskusi semacam itu. Gigit jari aku, untung jariku nggak putus, hehehe.  

Tapi, masih bingung juga, kenapa banyak cowok yang suka berubah jadi cewek. Ya udah lah, segini aja curhatnya. Travelku udah datang tuh, aku mau pulang ke Lampung...

Depok, 10 Nopember 2013

Sumber gambar

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram