Idul Adha, Gerakan Soleh Sedunia


Sumber: reyariansyah.blogspot.com

Hari ini adalah Idul Adha kesekian yang kurayakan jauh dari keluarga. Aku dan temanku melaksanakan shalat Ied di masjid dekat kosan kami. Kami berkumpul dalam suasana haru di masjid yang kecil itu, dibawah sinar mentari pagi yang hangat. Bau kotoran sapi dan kambing dari halaman didepan masjid turut menyerbu masuk kedalam masjid. Kami bertakbir dengan khusyuk sembari membayangkan saudara-saudara Muslim sedunia yang sedang melakukan ibadah Haji di Mekkah. Setiap Muslim tentu saja ingin kesana, namun, setiap orang memiliki momen-nya masing-masing untuk sampai disana, menjadi tamu Allah. Imam membaca surat Asy-Syam dan At-Tin dalam dua rakaat shalat kami yang syahdu. Rasanya dadaku sesak karena kerinduan akan keluarga dan juga keinginan untuk menjadi salah satu jemaah Haji. Membayangkan kaki-kaki kecilku mengelilingi ka'bah dan mencium Hajar Aswad, wukuf di Arafah yang panas bagai dalam sungai api, shalat di masjid Nabi yang dipenuhi cinta, membersihkan semua penyakit ragawi dengan meminum air Zam-Zam sepuasnya dan mendapat do'a dari seluruh dunia saat perayaan Idul Adha.

Dalam khutbah yang disampaikan setelah shalat, Khatib menyampaikan bahwa umat Islam harus merasa bahagia atas jumlah yang banyak sehingga dapat berkumpul di Masjid dan melaksanakan shalat bersama-sama, sehingga melatih kita untuk melekatkan cinta kepada Masjid. Selain itu, ada empat hal yang menjadi pesan hari raya Idul Adha. Pertama, Idul Adha sebagai gerakan meninggalkan yang haram dan melakukan yang halal, yang tercermin dalam kegiatan Haji. Juga gerakan untuk berdisiplin dalam melaksanakan syariat Islam. Kedua, bahwa manusia senantiasa harus bergerak. Kegiatan berHaji adalah sebuah gerakan, mulai dari keluar dari rumah-menunaikan segala rukun Haji-hingga kembali kembali ke rumah. Seorang Muslim seyogyanya senantiasa bergerak, melakukan perubahan dan jadi revolusioner dalam kehidupan sehingga ia layak diganjar Surga dan dikumpulkan kedalam golongan orang-orang yang soleh.

KetigaIdul Adha juga merupakan simbol untuk memakmurkan masjid dan menumbuhkan kecintaan kepada masjid sebagai pusat gerakan umat Islam. Sebab, banyak kegiatan Muslim dilakukan di Masjid, sehingga menimbulkan keeratan tertentu pada masjid. Juga untuk menggapai janji Allah atas perlindungan bagi siapa saja yang memakmurkan masjid. Keempat, idul Adha menjadikan kesempatan untuk menuntut ilmu untuk menjadi orang yang soleh. Nabi Muhammad SAW saja selalu berdoa untuk dikumpulkan kedalam golongan orang-orang soleh, sebab beliau tahu bahwa kesolehan hanya dapat diperoleh melalui ilmu. Momen ini senantiasa mengingatkanku pada sosok teladan Nabi Ibrahim dan keluarganya serta orang-orang soleh pada zamannya. Ya, inilah 'spot' puncak dari semua gerakan, karya dan ibadah yang seorang Muslim lakukan sepanjang hidupnya. 

Nah, meskipun aku tidak mendapat jatah kupon untuk menikmati daging kurban, karena aku anak kos yang tidak dikenal, aku tetap bisa menikmati hidangan daging kurban. Penjaga kosanku memberi kami sepiring sate kambing dan hati sapi, dan sepiring rendang. Alhamdulillah...

Bandar Lampung, 15 Oktober 2013

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram