American Kids


Memori Laptop nyaris penuh. So, ngubek-ngubek filenya dong, kira-kira mana yang harus dihapus, dipindahkan atau dipertahankan. Nah, ketemu rekaman ketika aku belajar selama 2 bulan di Fayetteville City, Arkansas pada akhir 2012 lalu. Ternyata, itu beberapa rekaman yang belum sempat dicompile. Yah maklum lah, compile video kan cukup menyita waktu. Jadi, ini merupakan episode yang tercecer dari beberapa kegiatanku selama tinggal disana. 

Hari itu, sore 6 November 2012, cuaca cukup hangat, setelah semua pelajaran kami selesai, kami mengunjungi sebuah organisasi yang didirikan oleh salah satu orang kaya disana. Boys and girls club after school. Tempat itu didedikasikan untuk anak-anak sekolah. Semacam sarana bermain, belajar, dan menyalurkan hobi. Setelah mendaftar ke meja resepsionis, kami ditemui oleh manajer dan diajak berkeliling bersama beberapa gadis kecil sebagai pemandu. Bangunan luas dan megah itu terdiri dari dua lantai dengan fungsinya masing-masing.


Pertama-tama, kami diajak berkeliling di lantai dua. Kami langsung disambut berbagai peralatan Gym, sekaligus bisa melongok ke kolam renang. Setelah itu kami mengitari lintasan lari sambil melihat bocah-bocah lelaki bermain basket atau football di lantai bawah. Bocah-bocah itu bicaranya cepat sekali, dan kadang-kadang aku merasa kelabakan. Bahkan pernah saat sedang merekam perjalanan kami, seorang bocah perempuan bertanya padaku apakah aku pernah memainkan musik tertentu dan aku hanya menjawab oke, padahal seharusnya kubilang aku tidak pernah belajar musik. Makanya mukanya heran. 

Sementara lantai dasar disekat menjadi beberapa ruangan. Ada perpustakaan, ruang komputer, ruang seni, penitipan barang, ruang snack, dan sebagainya. Dua orang bocah yang aku lupa namanya, memperlihatkan kemahiran mereka melakukan permainan panjat tebing sebagaimana yang dilakukan anak-anak pecinta alam. Bedanya, lokasinya ada di ruangan. Mereka juga menunjukkan lokasi kolam renang, dan mengajak kami ke halaman belakang dimana beberapa anak sedang melakukan permainan 'Crazy Monkey'. Bahkan aku sempat mewawancarai beberapa anak kecil, dan aku takjub saat ia mengatakan bahwa Amerika merupakan tempat yang baik untuk mereka bermain. Duh, anak sekecil itu sudah tahu cara menjawab pertanyaan orang asing secara diplomatis. Lalu kami kembali ke dalam, dan aku diajak ke tempat seorang anak membagikan snack sehat seperti yang sering kubeli di toko makanan, yang kupikir sumbangan dari Walmart. Ia turut mengambilkan satu buah snack yang terbuat dari beberapa jenis biji-bijian untukku. 

Disana, anak-anak tak hanya sekedar bermain. Misalnya, ada dua pos yang harus dijaga bergantian oleh mereka, yaitu pos pembagian snack dan penitipan barang. Anak-anak juga dibebaskan untuk memilih kegiatan keterampilan dan olahraga apa yang mereka suka. Bisa main basket, melukis, bermain game di komputer, berolahraga, berenang dan sebagainya. Namun sayang, hari itu kami tak bisa belama-lama disana dan bermain dengan mereka, sekaligus memperlancar komunikasi dengan orang lokal. Kami punya beberapa tempat lain yang harus dikunjungi. Meskipun demikian, perjalanan singkat itu memberiku hikmah tentang bagaimana memberikan fasiltas bermain dan berkarya kepada anak-anak dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anak/ child welfare, yang tentunya sangat membantu dalam proses perkembangan psikologis mereka. 

Ini adalah potongan peristiwa kunjunganku dan teman-temanku ke tempat itu. Sayangnya, aku tidak merekam keseluruhan momen. Tetapi, lumayan untuk sedikit belajar ke Amerika soal organisasi anak. 

Klo mau melihat seperti apa organisasi ini, kita bisa berselancar di website mereka di : Fayettevillekids . Dan photo-photo kegiatan bisa dilihat melalui akun Facebook mereka di: Gallery . Nah, kita bisa memetik hikmah tentang sekelumit kehidupan warga Amerika, khususnya di Fayetteville city dalam memberikan penghargaan kepada generasi mereka. Hal-hal baik dan membangun bisa kita adopsi tentunya, untuk diterapkan dalam kehidupan kita, terutama dalam memberikan penghargaan dan pendidikan diluar sekolah kepada anak-anak.    



Bandar Lampung, 19 September 2013
Sumber gambar:

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram