From Texas to Fayetteville


Ini tulisan untuk beberapa rekaman yang terserak, sebelum dihapus dari laptop. 


Over the cloud:
Ketika tiba di George Bush Intercontinental Airport, Texas pada 22 Oktober 2012 lalu, aku sungguh terkejut. Bukan saja karena aku bertemu dengan orang-orang dengan tinggi nyaris 2 meter, juga oleh kecanggihan bandaranya. Yah, termasuk kecanggihan alat pemeriksaan keamanan yang terdiri dari beberapa lapis, sampe bosan dicek mulu. Karena penerbanganku masih lama, aku keliling melihat-lihat toko-toko didalam bandara. Setelah bosan keliling-keliling, aku duduk di ruang tunggu. Saat itu, kupikir aku seperti manusia patung yang cuma duduk menunggu sembari memperhatikan orang lain. Aku sedang kembali ke masa lalu, 12 jam kebelakang dari waktu matahari terbit di wilayah Asia. Didepanku duduk orang-orang asal Amerika Latin, Jepang, dan orang Amerika. Aku memperhatikan mereka seperti anak kecil yang sedang memperhatikan orang-orang aisng yang hadir dalam hidupnya. Aku melihat beberapa nenek mendorong tasnya dan duduk. Hm, kupikir nenek itu sungguh sehat. Ya, Amerika benar-benar berbeda.

Nah, saat waktunya tiba aku berangkat ke Arkansas, ternyata aku naik pesawat kecil. Aku menyempatkan diri merekam dari balik kaca pesawat yang kotor. Ya, itulah bagian kecil tanah Amerika. Perjalanannya cukup singkat, kurang dari satu jam. Saat tiba di Arkansas, aku dijemput Ms. Alanah Masey. Lalu kamu menuju apartemen tempatku tinggal selama 90 hari. Hm, saat itu sedang musim gugur. Aku menikmati pemandangan pohon-pohon hitam berdaun warna-warni di sepanjang jalan, peternakan dan lahan pertanian yang luas, rumah-rumah berhaya Eropa seperti yang kulihat di film-film tentang pedesaan di Amerika. Tentang langit yang sepertinya akan melahap kami saking terlihat lebar dan dekat. Sambil mengemudikan mobilnya, Alanah menjelaskan gedung apa nama tempat-tempat yang kulihat disepanjang jalan.

video


New atmosphere:
Hari kedua di Fayetteville City. Hari itu aku belum mengurus rekeningku di bank, sehingga aku belum menerima bulananku. So, aku belum bisa belanja stok bahan makanan. Tapi, hari itu, aku bersama dua orang teman asal Vietnam belanja ke Walmart dan mencoba kecanggihan teknologi di pusat perbelanjaan yang sangat luas dan lengkap itu. Nah, saat kembali ke apartemen, aku bertemu dengan beberapa kawan dan aku merekam mereka. Hari itu, kami mengumpulkan iuran untuk merayakan ulang tahun seorang teman dari Jepang, Yudai. Jadi, setiap orang harus memasak makanan asal negaranya masing-masing. Hm, karena aku belum belanja jadi aku masak Indomie goreng. Lucu saat kembali melihatnya saat ini. Hampir setahun kami terpisah. Oh, terima kasih teknologi....

video

Nyanyian antar bangsa:
Malam itu, semua penghuni apartemen George Town berkumpul di ruangan Yudai. Kami menyiapkan kue tart, masakan antar bangsa, bir, wine (dua item ini adalah minuman sehari-hari orang Jepang dan sebagainya), dan buah-buahan. Setelah makan-makan, setiap orang diwajibkan menyanyi lagi negaranya masing-masing. Saat itu aku menyanyikan lagu Bubuy Bulan, tapi tak kurekam tentunya. 

Bandar Lampung, 20 September 2013 

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram