PROYEK NGAPUSI





Hm, akhirnya bisa mulai melukis lagi. Kali ini, setelah mendapat penjelasan mengenai dunia seni lukis dari salah seorang kawan yang selama tiga tahun menjalani kegiatan melukis secara otodidak, aku menggunakan kertas jenis baru dan mulai menggunakan akrilik. Kali ini aku memberanikan diri menggunakan aneka media sebagai pengganti kuas seperti sikat cuci, sikat gigi, garpu, hingga jari-jemariku sendiri. Rasanya, hm, unik dan penuh kemarahan. Tak ada hasil yang lembut dari goresan sikat tentunya, hehehehe. Berikut adalah lukisan-lukisanku selama 21-22 Agustus 2013 ini. Koleksinya ada di: Artwork








Proyek Ngapusi? 
Kertas-kertas bernama GHU (Hak Guna Usaha) yang berhamburan di meja-meja di gedung-gedung pemerintahan kebanyakan untuk perluasan perkebunan sawit. Nah, apakah konversi hutan ke pekebunan sawit itu umpama upaya untuk memajukan kesejahteraan umum? ngapusi! saat hutan habis, itu ibarat kita membuka keran air tanpa menutupnya kembali, yang bikin semua tabungan air terus keluar tanpa bisa dihentikan, so, daerah hilir pada kebanjiran. Apa enaknya punya rumah mewah, mobil keren, dan uang berlimpah kalau kebanjiran air keruh? Bukankah sawitisasi itu umpama berbagi bencana? Proyek penanaman pohon, apa hasilnya? itu juga ngapusi! satu lokasi ditanami pohon cilik, nah lokasi yang berpohon ditebang untuk sawitisasi. Pernah ke Jakarta? pernah melihat sungai-sungai di Jakarta? ih, itu mah tempat pembuangan sampah? Kemana APBD untuk kebersihan? ngapusi kan semuanya? Itu juga yang terjadi di kota-kota di provinsi-provinsi di Indonesia. Pun dengan lembaga perenteniran termutakhir berkedok 'Koperasi Simpan-Pinjam" di desa-desa. Agunan 1000% adalah bukti bahwa kita sedang memberi makan perut kita dengan api neraka. Tuhan bilang, Riba itu api neraka! Nyaris semua, nyaris semua! Negara berhutang kesana-kemari ke luar negeri, rakyatnya berhutang kesana-kemari demi hidup. Hutang yang berbunga-bunga tapi tak pernah menghasilkan madu. Kesejahteraan macam apa yang kita inginkan? Bukankah itu hanya 'pertumbuhan'? betapa ngapusinya semua itu. Ulama-ulama dan para tetua ibarat pisau tumpul! Kerjanya ceramah tanpa memberi teladan! Sila-sila si burung Garuda nampak seperti 'Ngapusi'. Kasihan sekali para pendiri bangsa ini......

Ikuti serial 'Ngapusi' ini. Semoga kedepan lukisan-lukisan di proyek ini semakin tajam dan sedap dipandang ;)

Bandar Lampung, 22 Agustus 2013

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram