Seribu-1 Dampak Kenaikan Harga BBM


store.tempo.co 
Barusan nelpon travel langganan buat pulang ke Lampung malam ini. Dannnnnn, kaget bener ketika tahu harganya naik. Kalau bulan lalu Jakarta-Bandar Lampung masih Rp. 170.000, sekarang Rp. 200.000/ orang. So, karena aku dari dijemput di Depok, maka aku harus nambah Rp. 30.000 (emang biasa) jadi Rp. 230.000 (sebelumnya Rp. 30.000 itu bisa buat makan enak, nah, sekarang harus keluar uang ekstra dong buat makan, hiks hiks hiks). Katanya karena harga BBM naik, maka ongkos kapal dll pun jadi naik. Gila, kalau satu mobil isinya7 penumpang dikali Rp. 200.000 maka selisih dari harga sebelumnya adalah Rp. 1.400.000-RP. 1.190.000 = Rp. 210.000. Selisihnya lumayan besar, hanya saja aku belum tahu berapa selisih biaya masuk kapal untuk tuh mobil. Kalau selisihnya tidak terlalu besar aku ngerti *dampak mengerikan kebijakan pemerintah!!!!*, tapi, kalau selisihnya besar kan jadi aji mumpung buat tuh perusahaan Travel Agency. Setahuku, biaya masuk penumpang ke kapal sekarang menjadi Rp. 13.000 yang sebelumnya Rp. 11.500, alias naik Rp. 1.500. Hm, harga BBM naik jadi bikin rugi tingkat kakap gini ya......

Kalau sudah begini, siapa yang mau tanggung jawab? 
Presiden SBY? halah, dia lagi sibuk sama ber-SosMed ria, 
maklum pendatang baru.....
Sebenarnya, sebelum harga BBM resmi dinaikkan oleh pemerintah melalui *entah melalui PP or Permen yang mana*, harga-harga kebutuhan pokok sudah naik duluan, curi start. Biasa lah kelakukan buruk masyarakat Indonesia. Sekarang, setelah beberapa lamanya harga BBM resmi naik, segala harga barang dan jasa melejit naik, ditambah Rupiah yang terpuruk. Baru-baru ini harga beli Dollar AS per $ 1 nyaris Rp. 10.000. Gila namanya. Pribahasa bilang sih, kondisi masyarakat Indonesia sekarang itu 'sudah jatuh tertimpa tangga pula' dan kutambahin lagi 'kejebur comberan'.

Beberapa barang dan jasa yang naik sangat lekat dengan keseharian masyarakat pada umumnya, ekonomi lemah. Termasuk aku, mahasiswa dengan ekonomi lemah. 

  1. Tarif angkutan kota. Sebelumnya Rp. 2000, sekarang Rp. 2.500
  2. Harga kosan. Sebelumnya Rp. 650.000, bulan per Agustus 2013 jadi 700.000. Nggak mau kecipratan kenaikan Rp. 50.000, pindah ke Lampung aja ;)
  3. Harga Travel Jakarta-Lampung, sebelumnya Rp. 170.000, jadi Rp. 200.000 *berat bo*
  4. Harga tiket penumpang kapal per orang, sebelumnya Rp. 11.500, jadi Rp. 13.000 *mending klo dapat kapal bagus yang nggak bau pesing*
  5. Harga sembako, nggak usah ditanya, naiiiiiiiiiiiik semua!
  6. Harga kardus bekas, sebelumnya bisa gratis atau minimal Rp. 500/ buah, eh kemarin beli jadi Rp. 1000/ buah. Naik 100 %- 50%. Nasib-nasib!
  7. Nah, harga kosan baruku di Bandar Lampung ikutan naik gak ya?
Dan, pas semua ini terjadi secara bersamaan, beasiswaku habis kontrak. Ngenes banget kan. Pas pencanangan hemat dimulai, eh harga-harga malah melambung tinggi. Benar-benar tidak bisa diprediksi. Nah, gimana dengan lapangan pekerjaan, apakah bertambah? Secara dizaman krismon gini, semakin banyak rakyat yang butuh pekerjaan, apalagi ni bulan Ramadhan.  Maklum, sebelum lulus dengan menyandang gelar double S, aku harus cari kerjaan dong. Masa iya, jadi sarjana pengangguran cuma gara-gara kebijakan ekonomi pemerintah yang nggak karuan, hehehehehe...

Jadi terngiang-ngiang lagi sang Asian Hero, Iwan Fals "Negara"

Depok, 12 Juli 2013
Lagi siap-siap nih, ngepak barang-barang. Malam ini, setelah buka puasa, cabut ke Bandar Lampung. Mau turlap dan ada riset bareng beberapa teman. Semoga pulang ke Lampung bikin rezeki melimpah kayak air terjun......

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram