Ben dan Juwita # 26


Ke Pantai Lagi

Ben, debur ombak bergemuruh di telingaku
Maka aku berlari ke pantai itu
Sepasang kakiku menari-mari diatas pasir dingin
Bertalukan hentakan-hentakan ombak

Rasanya, aku ingin mengumpulkannya
Dan menyimpannya didalam kepalaku
Menciptanya sebagai ingatan
Membawanya kemanapun aku pergi
Dan ke dalam  mimpi-mimpi

Ben, apakah gerumuh itu sampai ke telingamu?
Atau harus kuantarkan bersama beberapa keping cahaya?
Tetapi, kupikir, itu membuatmu manja
Kau tidak akan sanggup menantang angin dengan kemanjaan
Kemarilah, Ben
Rasakan sendiri saat ribuan butir pasir memeluki kakimu
Memintamu menari-nari sampai pagi
Sampai matahari berwarna merah, 
Kemudian biru dimata kita

Ben, nenek moyang kita pecinta pantai
Selain penakluk gunung-gunung tinggi
Dan kita, mungkin anak-anak sungai
Maka, kemarilah, Ben
Jangan terlena mimpi-mimpi modernmu
Jadilah sepertiku
Jika kelak aku mati, aku ingin tidur
Di samudera ini, dimana aku  memberikan wajahku
dengan gemuruh ombak sebagai kidung abadi

Ben, 
Apakah kau tak pernah berfikir seindah itu?
Lupakan mimpimu yang berderet-deret

Depok, 29 Juli 2013
-dini hari, menjelang waktu sahur-




Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram