Thesis: Seminar Proposal Sudah



Sebulanan ini sebel banget sama yang namanya INTERNET. Pas pake Google, Facebook, Yahoo, Blogger dan website-website semacam Tubeplus tempat nonton film streaming pada LEMOT. Yang salah entah siapa, entah jaringanya atau emang servernya yang udah mampet kebanyakan pengguna. Dunia maya yang lemot ini menjadikan kerjaan seperti kirim email, nulis blog, sampe googling jadi lamaaaaaaa banget. Gimana mo maju dan pergi ke bulan, klo internet aja segitu leletnya. Padahal aku tinggal di Jakarta-corret, bukan di kampung entah berantah. Jadi manyun.....

Seminar Proposal
Nah, tulisan sebelumya, sehari setelah seminar kan tentang kejebak gitu. Karena capek dan ke-LELET-an internet, jadinya males aja nulis. Oke, sekarang aku cerita soal seminar yang mengharu biru kemarin. Setelah dipending dan dimajukan dari tanggal 28 ke 30 Mei, akhirnya selesai sudah lah satu tugasku dalam masa Tesis ini. Ya, gak banyak yang dikomentari oleh kajur ataupun sekjur, toh pembimbingku sudah kasih tahu spot-spot yang biasa dikuliti dalam seminar. Hanya saja, memang ada sedikit perbaikan -tambahan mungkin ya- mengenai literatur. Oke lah, itu bisa diatur. 

Curcol di FB, hahahahaha....
Yang tidak bisa dikejar ataupun diatur adalah aku lulus semester ini. Gigit jari deh. Teman-temanku bilang, "ya udahlah, pan udah jalan-jalan ke Amrik. Itu lebih dari cukup untuk mengobati kekeselan harus nambah satu semester." Uhhh, kenapa harus lama gini sih kuliah di Indonesia?  Di Luar negeri, kuliah S2 paling lama 1.5 tahun, dan bisa milih pake Tesis atau nggak. Trus, klo pun nambah semester nggak harus bayar uang spp lagi, coz itu udah include sama uang-uang sebelumnya. 

Nambah satu semester bakal bikin beberapa rencanaku berantakan alias harus ditata ulang dan banyak hal harus dimundurkan. Belum lagi, harus mencomot dana tabungan yang awalnya untuk investasi ke dana spp semester baru. Nah, jadi kelimpungan kan nyari beasiswa buat penelitian. Naas bener memang nasib mahasiswa di Indonesia. Mau sekolah aja kelimpungan. Hm hm hm....

Balik lagi ke seminar proposal. Nah, emang bener kata temanku yang kuliah S3 di salah satu kampus di Bogor, bahwa pembimbing itu biasanya baca proposal mahasiswa bimbingannya saat bimbingannya presentasi di seminar, meskipun itu sekelas proposal disertasi. Kasusku juga gitu. Ketahuan banget klo proposalku dibaca nyambi lewat, 10 menit pas aku presentasi. Nggak banyak perbaikan, yang menurutku ada beberapa hal yang harus mereka koreksi dengan teliti. Ah, ini mah kayak presentasi makalah di depan kelas aja, nggak asyik.....  

Disambung cerita lainnya besok-besok deh....

Depok, 4 Juni 2013

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram