Thesisku dan Sekelumit Dunia Mistis Kampus


Hm, ruangan suram bikin photo jadi suram juga...
Pagi ini, saat aku menuliskan kisah ini, Adzan Subuh baru saja berkumandang dan aku berhenti sejenak untuk menunaikan Shalat. Setelah itu aku kembali, dan mengedit beberapa photo. Aku juga minum beberapa gelas air karena aku merasa sangat haus. Aku bersyukur pagi ini aku bisa terbangun didalam kamarku, bukan di tempat semalam dimana aku dan Julia, temanku, terjebak dan merasa sangat pusing. Yah, seperti dua anak bebek di kampung ayam. Ah, analogi yang nggak nyambung. Omong-omong, ada beberapa cerita dan ya, maaf, jika membuat terkejut. Tapi itu realita yang aku dan Julia masih alami dan lihat. 

Kemarin, 
Pukul 17.15 wib. 
Aku, Julia dan seorang mahasiswa lain bernama Mifta masuk ke ruang perpustakaan Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Tak lain, adalah untuk memulai seminar proposal penelitianku. Lalu dosen pembimbingku, ketua dan sekretaris Jurusan masuk. Tak lama, aku dipersilakan mempresentasikan proposalku selama 10 menit. Rasanya aku sedang dalam proses sidang Tesis, dimana suasananya terasa begitu spesial, tanpa banyak teman. Aku menggunakan alat bantu Power Point untuk presentasi dan ya, bisa dibayangkan bagaimana presentasi dalam 10 menit. Seperti berlari saat dikejar hujan yang datang tiba-tiba dengan lebatnya. Ada banyak masukan dan ya, aku harus merevisi proposalku untuk segera mempeorleh persetujuan untuk melakukan pengumpulan data di lapangan. Nih, Julia sempat merekamnya...


Terjebak
Setelah shalat Maghrib, kami berjalan keluar dan rencananya mau langsung keluar kampus dan mencari makan malam.  Tapi, dari arah Takor ada suara-suara yang menggoda. Ada alunan musik tradisional yang menarik kami untuk datang mendekat. Oh, ternyata anak-anak fakultasku sedang ada acara. Aku dan Julia sebenarnya hanya ingin menyaksikan musik campuran tradisional dna modern yang sebelumnya dimainkan saat sebuah kelompok berlatih. Tapi, yang main melulu anak band yang nggak jelas mereka nyanyi apa. Sebelll! Kami berdua menimbang-nimbang antara keluar atau menunggu. Ya, akhirnya kami putuskan menunggu sampai si kelompok yang kami tunggu-tunggu tampil. Tapi sampai pukul 21. 30 tak tampil juga. Kami benar-benar sudah capek dengan penampilan para anak band yang bikin budek telinga, MC yang garing, dan tata suara yang kacau balau. Ditambah lagi, teriakan-teriakan kasar dan melecehkan dari sekelompok pria saat sekelompok mahasiswi berpakaian super seksi masuk ke panggung lalu menari entah tarian apa layaknya para girlband asal Korea Selatan. 

Saat kita melawan bentuk tarian erotis kelompok dangdut di kampung-kampung yang katanya pornografi dan menjadi faktor pendorong terjadinya tindakan asusila dan pelecahan terhadap kaum perempuan, nyatanya di kampus ini, kampus terbaik seindonesia, kampus paling mentereng, yang begituan juga ada. Legal! Apa bedanya? tak ada yang tak suka, apalagi para pria yang berteriak-teriak "A****g gila seksi, tidurin kita dong!!!!". Gak percaya? ini buktinya....

Satu...

video
Entah apa nama band-nya, tapi bener-bener aku nggak ngerti mereka nyanyi apa. LOL

Dua...

video
Masih percaya bahwa tarian erotis dan dunia erotis hanya milik orang kampung yang nggak sekolah apalagi kuliah di kampus mentereng?

Tiga...

video
Mirip di diskotik kan? ini di fakultasku, di universitas ter-mentereng se Indonesia...

Terjebak atau menjebak diri sendiri? ah, tak tahulah. Tetapi aku dan Julia benar-benar masuk ke pusaran hiburan mahasiswa yang salah kaprah dan sama sekali tidak nyeni, alih-alih nama acara itu katanya ada kaitannya dengan seni atau memang seni itu sendiri dalam bahasa mereka. Sekali lagi tidak nyeni sama sekali. Lalu, sebelum musik 'natural', 'unik' atau apalah namanya, yang kami tunggu-tunggu dimainkan, kami sudah terlampau muak dan memilih keluar dari lingkaran penonton. Kami berdua berjalan keluar kampus.... 

Dari kesialan atas keterjebakan tersebut, ada dua penampilan yang menurutku lumayan bagus. Pertama, saat salah satu gitaris band *hm, apa namanya ya?* membacakan sajak tentang penggusuran para pedagang di seputaran stasiun KA UI beberapa hari lalu yang dilakukan dengan brutal oleh Satpol PP. Kedua, saat salah satu band yang menurutku metal banget menyanyikan lagu 'genjer-genjer' yang mirip banget dengan yang dibawakan oleh grup band Metalica. 
 
Pukul 22.10 wib
Aku dan Julia sudah kelaparan sejak kami keluar dari gedung jurusan, saat aku selesai seminar. Tapi, gara-gara terjebak peristiwa sebelumnya yang bikin kami bau rokok, kami sangat terlambat makan malam. Sambil berjalan keluar kampus, menuju warung tenda di halaman sebuah showroom mobil, kami menahan lapar yang sudah sangat menyiksa, juga kelelahan yang amat sangat. Nah, kami makan bersama dalam suasanan hening karena lelah. Saat itu aku berharap segera menghabiskan makananaku dan pulang ke kosanku. Tidur. Ah, dunia ini....

Menu makan malam aku dan Julia
Mulai nulis setelah shalat Subuh ni siang hari baru kelar, karena upload videonya lamaaaaaaa bener, disambi masak, dan makan.

Depok, 31 Mei 2013
-Rencananya, hari ini aku dan Julia akan mencoba beberapa kuliner di kota Depok, pilihan pertama sih ke Durian Ekspress dan warung SS, tapi entah ya..... Yah, selain untuk memberi nutrisi pada tubuh kurusku, juga untuk sedikit merefresh jiwa agar kembali bersemangat sebelum kembali bergelut dengan Tesis-
 

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram