Ben dan Juwita # 24


Imajinasi menjadi Ibu

Ben, aku tidak pernah bisa membayangkan
rasa menjadi ibuku pada 27 tahun lalu
saat ia meringis, mengejan dan menahan sakit
ketika aku mendesak-desak ingin melihat dunia
dan saat kedua matanya basah dan keningnya berkeringat
sedangkan aku merasa lega memulai hidup baru
sebagai bayi: aku


Nah, Ben
Kamu tidak akan pernah bisa melampaui rasa
menjadi perempuan dan menjadi ibu
Lelaki manapun tidak akan pernah bisa
meski sekedar berimajinasi
tentang rasa menjadi perempuan
yang menjadi unit terbesar dalam proses
pembentukan manusia baru 
Karena kamu tidak punya rahim

Jadi, 
Ya, meski dunia menjadikan perempuan lelucon
jangan sekali-kali kamu menjadikanku lelucon
atau perempuan manapun sebagai lelucon
kamu tahu mengapa, Ben?
karena surga ada dibawah telapak kaki perempuan
dan neraka ada di telapak tangan perempuan
bagaimana kamu mencintai 
dan menghormati perempuan
atau kamu menjadikan mereka lelucon
maka kamu akan diseret mereka ke
salah satu dari dua tempat itu
kamu mau, Ben?
Ah, tentu saja kamu menolak.
Kamu kan manusia baik, aku tahu itu
    
Nah, Ben
Sudah kubilang kamu tidak akan bisa
Sekeras apapun kamu berusaha
kamu tak akan bisa merasa bagaimana menjadi 
perempuan: aku, ibumu, dan perempuan manapun

Ben, 
Saatnya kita merenung

Depok, 14 Mei 2013
-remember my mother-

sumber gambar; 
oomkemi.wordpress.com 

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram