MADE IN INDONESIA, LOVE INDONESIA


Produk Indonesia untuk ekspor
Hm, ada bahasan menarik di Facebook seorang teman mengenai barcode produk made in Indonesia or somewhere. Kebetulan status teman tersebut menghimbau untuk tidak membeli produk berkode 729 alias made in Israel. Dia bilang itu sebagai bentuk dukungan umat Islam atas pembebasan Palestina dari Israel. Nah, kebetulan aku bari membeli beberapa camilan dan kopi instan. Langsung deh kulihat kodenya, eh betul: 899xxxxx alias buatan Indonesia. Si sobat ternyata mendapatkan keterangan mengani barcode tersebut dari website resmi GS1 (www.gs1.org) yang merupakan asosiasi internasional non profit yang beranggotakan 100 negara. Tujuan GS1 adalah untuk membuat bahasa global yang efisien dibidang bisnis untuk memudahkan penghitungan pergerakan supply dan demand. Salah satu prodek mereka adala barcode. Misalnya, kita belanja ke departement store, nah saat membayar di kasih si petugas hanya perlu menghadapkan barcode ke sebuah mesin yang secara otomatis akan menampilkan harga barang di layar komputer. Itu yang disebut efisiensi. Nah, kalau di Indonesia, GS1 diwakili oleh GS1 Indonesia (www.gs1.or.id).

Bakalan excited banget kali ya kalau kita ke luar negeri trus beli barang-barang yang ternyata made in Indonesia. Dulu, aku pernah menghadiri sebuah pameran produk pertanian dan kehutanan di Lampung, dan ternyata memang ada beberapa produk yang hanya dijual untuk pasar luar negeri dan tak ada yang dijual di pasar nasional atau pun lokal. Jadi senang kan kalau ternyata produk-produk Indonesia itu berkelas dan dibutuhkan di pasaran internasional. Untuk keterangan lebih lanjut silakan baca di (SINI). Mungkin kita gak banyak tahu produk apa aja yang buatan Indonesia dan dijual di luar negeri selain Nike, Adidas, dan Zara

Made in Indonesia. Gambar diolah dari : http://www.gs1.or.id
Selain bisa ditunjukkan melalui barcode, produk Indonesia juga bisa langsung dikenali atas nama brandnya. Banyak banget yang sudah mendunia dengan kualitas top. Sebut saja Alfalink; ABC; sepeda polygon; kaskus; kopi luwak dan banyak aneka kopi lainnya; Polytron; Indomie; produk camping dari Eiger; boneka barbie; airbridge bandara; pakaian pemain sepakbola internasional; kopiko; pakaian tentara;  tas, pakaian, sepatu, dan sandal dari The Sak, Raden Roro, Sabatha, Bagteria, Peter say Denim, sepatu Niluh Jelantik; dan masih banyak lagi. Ada beberapa situs yang bisa membantu kita memperoleh keterangan produk apa saja yang dibuat di Indonesia yang digunakan dunia, yang mungkin selama ini gak kebayang itu benar-benar dibuat di Indonesia. Nah, silakan jelajahi situs-situs berikut ini: 


Belum lagi jika ditambah produk pertanian, kehutanan, perikanan, migas dan sebagainya. Beuh, Indonesia ini pemasok dunia!!! Nih, lihat aja bukti nilai ekspor kita yang berhasi dipublikasikan sama The Jakarta Post. Pemasukan negara dari bea cukai banyak dong, plus kalau ditambah devisa made in export pekerja dan yang terbanyak adalah tenaga kerja Indonesia, wah kurang kaya apa lagi negara ini.....


Produk buatan tangan Niluh Djelanti, Kuta-Bali 
Pengen ke Bali jadinya...
Produk The Sak. Diolah dari www.thesak.com
Jikalah semua yang made in Indonesia itu bisa kita dengar gelombangnya melalui barcode itu, pasti ribut sekali di udara dan telinga kita jadi sakit saking banyaknya. Untunglah tugas itu sudah dipikul komputer, hehehe. Nah,  kalau aku punya kesempatan kedua dan kesekian kalinya untuk belajar dan tinggal di luar negeri, aku mau banget berburu barang-barang untuk melihat apakah ada kode 899 alias made in Indonesia apa nggak, hehehe.. 

Indomie yang mendunia...

 

 
  
Dan, jangan lupa...


Depok, 19 April 2013

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram