Aku, Buku dan Janji Masa Depan


Aku lagi pura-pura baca buku di toko buku Cak Tarno

Seharian ini aku ngantuk karena semalaman tidak tidur sebagai akibat tidur siang hari sebelumnya sebagai dampak tidak tidur malam pada malam sebelumnya. Itulah siklus kacau balau akibat terlalu keras mengerjakan Tesis yang harus segara diseminarkan. Tapi Tesisnya gak kelar-kelar juga, hehehehe. Janji ketemu dosen, eh katanya sang dosen gak ke kampus. Padahal kalau ke kampus punya rencana makan siang menu Buntut Bakar di kafe FISIP. 

Eh baru ingat, pagi-pagi banget nih, setelah selesai masak sayur bening Jagung Manis dan Bayam, aku dapat SMS dari orang tak dikenal berisi penipuan yang mengatasnamakan Telkomselpoin2013. Katanya aku dapat toyota Avanza. Huh, tuh penipuan bikin aku sempat mengkhayal buat traktir teman-teman di Warung Pasta. Gagal total, hihihi.

Karena gagal ke kampus buat bimbingan dan gagal makan buntut bakar yang enak itu, nah akhirnya aku mengubah rencana. Awalnya aku hendak ke Detos, mau cari makanan ringan seperti Tahu Gejrot atau Takoyaki nyambi cuci mata, plus beli kertas. Nah, ada pemandangan yang menarik perhatianku di Gramedia. Turunlah aku di Gramedia. Ternyata sedang ada pameran dari Trubus dan pameran buku murah. Tak lagi tertarik dengan tanaman, karena 90% investasi tanamanku di kosan gagal.
 
Dannnnnnn aku menemukan banyak banget buku yang harganya jatuhhhhhhh melesat dari harga jual awal nyaris Rp. 100.000 ke Rp.15.000-Rp.30.000 untuk novel-novel bagus. Kalaplah sudah. Kuborong 24 buku yang sebagian besarnya novel yang keren-keren, termasuk beberapa novel dan kisah nyata terjemahan. Jika aku membeli buku-buku tersebut pada hari-hari biasa, niscaya Rp. 1 juta habis. Nah, untuk 24 buku tersebut alhamdulillah aku investasi Rp. 490.000. rata-rata tuh buku dari penerbit Mizan. Kayaknya sih lagi cuci gudang coz banyak buku lecek dan kotor. Lumayan lah, hemat. Dan, rencana ke Detos batal.

 
Aku dan Buku
Aku sangat menyukai buku, terlebih lagi mengenai kisah-kisah dimasa lampau di negeri-negeri asing seperti kontradiski kisah Kaisar perempuan terakhir China sebelum menjadi Republik; kisah-kisah kontroversi internasional yang menyeret agama-agama besar dunia termasuk kepercayaan kaum pagan seperti buku-bukunya Dan Brown; kisah-kisah inspiratif tentang kemanusiaan; kisah-kisah cinta dan perjalanan yang tak biasa seperti buku-buku Khaled Hoseini, Orhan Pamuk, Lisa See hingga penulis nasional seperti Agustinus Wiboro, Hanum Salsabiela Rais, dan lain-lain. Atau kisah-kisah yang menggelitik besutan Dewi Lestari; kisah tentang keadilan dan diskriminasi dalam To Kill a Mockingbird dan buku-buku karya Leo Tolstoy dan Victor Hugo  yang sangat fenomenal. Semua kisah itu seperti membawaku pada petualangan keliling dunia tanpa naik pesawat apalagi kereta api.

Aku mulai mengumpulkan buku-buku yang kubeli dengan uangku sendiri sejak SMU, dan mulai konsisten satu bulan minimal satu buku atau novel diluar teks kuliah saat aku kuliah S1. Aku terbiasa menempelkan stiker harga buku di halaman belakang sebagai kenangan, juga mendata semua bukuku dengan rapi. Sehingga aku tahu jumlah buku yang telah kubeli dengan konsisten selama lebih dari 7 tahun, plus jumlah uang yang telah kuinvestasikan untuk membeli buku. 


Menyoal buku, aku sangat suka jika aku memperoleh hadiah buku entah dari teman atau doorprize atas sebuah momen. Aku juga suka buku-buku 'diskon' . Hanya saja seringkali momen diskon tak sejalan dengan momen keuangan. 


Bagiku, buku adalah satu dari sekian jenis investasi untuk masa depan. Aku bisa membuat perpustakaan kecil yang bisa dinikmati keluargaku. Juga, akan menjadi warisan untuk anak-anakku jika kelak aku berkeluarga. Oh ya, aku juga sangat ingin membuat perpustakaan untuk para tetanggaku di desaku. Aku ingin mereka punya kesenangan dan waktu luang dengan membaca dan menjadi bagian dari  pergerakan menuju peradaban gemilang.


Inilah cerita paling sederhana hari ini :) 



Depok, 9 April 2013


Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram