Sex, Love, and Marriage


wholelarderlove.com
Cerita 1:
Kira-kira minggu kedua di bulan Desember 2012, saat itu aku sedang beres-beres kamar dan membersihkan karpet dengan vacuum cleaner, tak sengaja kujatuhkan tas make up teman sekamarku. Saat aku merapikan tas kecil yang isinya ala-alat make-up tersebut aku tercenung saat melihat sebuah benda kecil yang sangat kutahu fungsinya. Test Pack atau alat untuk melihat tanda kehamilan melalui air seni. Dug, jantungku berdegup kencang. Apakah teman sekamarku adalah penganut free sex? OMG, dunia serasa berhenti berputar. Aku tahu bahwa kehidupan pribadinya adalah haknya, bahkan melakukan seks tanpa menikah juga haknya. Tetapi hatiku tetap saja menangis.

Cerita 2:
Seorang pria yang berteman baik denganku beberapa kali mengajakku berdiskusi tentang seks, baik seks pra nikah ataupun dalam pernikahan. Kami berasal dari budaya yang berbeda dan agama yang berbeda pula. Dia bilang saat itu dia sangat membutuhkan seks sebab dia terlalu lama membujang dan dia harus segera menikah. Berdasarkan pengakuannya, selama hidupnya dia hanya pacaran 4 kali dan tidak pernah melakukan hubungan seks dengan keempat mantan pacarnya. Padahal menurutnya di negaranya hubungan seks sebelum pernikahan adalah suatu hal yang lazim. Hm, antara percaya nggak percaya sih, tapi aku memilih percaya, karena tidak semua orang yang berbeda budaya denganku melakukan hal yang lazim dilakukan di negara mereka. Kubilang saja padanya bahwa seks adalah kebutuhan alamiah setiap manusia, dan sangat wajar jika dia membutuhkannya. Dia bilang bahwa elama ini dia menahan diri untuk tidak melakukan seks pra nikah karena kecintaannya pada Yesus, "Yesus is center of my life," katanya.  

Lalu kami berdiskusi mengani seks dalam perspektif agama kami masing-masing, Islam dan Kristen Evangelis. Terbata-bata kami menjelaskan pemahaman kami masing-masing sebab penguasaan kami untuk bahasa Inggris tidaklah cukup untuk menjelaskan dengan baik apa yang kami ketahuai tentang topik diskusi kami. "And also, if you married, your husband can see your hair and... your body?" dan kubilang "Of course. In Islam, married is key to enjoy women beauty. And just one man who allow to do, he is must be her husband." Dia mengangguk-angguk sambil bilang, "I see, I know. That special, huh?" dan kami tertawa bersama."Women body is pure like their heart, must be pure. There are some people who allow to see my body, they are my father, my husband, my uncle from father's side, my son. If I go to outside, I must cover my body axcept my hand and my face, to protec me from criminal such as sexual abuse. It it because God really love us, and want to protect women. In Islam, woman is like diamond, the best jewelry."

Cerita 3:
Seorang pria lain yang juga berteman baik denganku yang juga pernah berdiskusi tentang seks saat kami sarapan pagi. Dia berasal dari Peru. Dia bilang padaku, "It is not bad if you and me sleep together in the same bad and having sex, because both of us are single. But it will be a big problem if both of us are married people," dan spontan saja aku berteriak "Nooooo!" Dia menjelaskan di negaranya orang lazim melakukan hubungan seks dengan pasangan mereka meski mereka belum menikah, dan kemudian kujelaskan bahwa di Indonesia melakukan hubungan seksual tanpa pernikahan adalah hal yang sangat terlarang dan sangat memalukan. Lalu kujelaskan lagi, "In my country, especially for Muslim people, sex is part of devotion to God. So, sex must be pure and there are several roles about having sex. The first is woman and man who allow to having sex must be wife and husband."

Cerita 4:
Love. What the meaning of love? Is it have it's own meaning and there is no human know? For me, love is the hardest thing to understand and to believe. Sometimes I believe and sometimes I don't believe it. But, sometimes, my heart feel hurt because of love...

Cerita 5:
Marriage,
Seorang teman dari Guatemala bercerita bahwa ia kaget dengan cerita temannya yang orang Arab tentang pernikahan. "He said to me that he can get married with four women. I can't believe it. In my country, in my culture, a man just married with a woman, no more." Lalu kukatakan bahwa dalam budaya Arab sebelum kedatangan Islam, lelaki Arab memang terbiasa menikah dengan banyak wanita. "Yes, my religion allowed men to have four Wife, but there are some rules about that. It is really strict law. So, man who mixed culture and religion easy to said that they can married with more than one woman. Really, it is not Islam rule. It is just culture, Arabic culture." Dan aku cerita soal poligami di Indonesia, "There is a man, a rich man in Java Island, he got married with ten woman. Can you imagine how many children and grandchildren that he has?" dan dia hanya bilang, "WOW! Really?"
  
Demikianlah satu dari beberapa ceritaku hari ini...

Depok, 8 Januari 2013

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram