Ben dan Juwita # 17


Tempat inilah yang ada didalam kepalaku saat menulis serial ini, pagi ini. Ditempat ini aku duduk di ayunan, dibawah pohon Mapel tua berdaun merah, menikmati pagi yang baru saja merekah. Di arah timur adalah apartemen tempat tinggalku dan teman-temanku selama di Fayetteville. Saat itu adalah Minggu, 18 November 2012.

Cinta yang terburu-buru

Ben, kamu bisa mendengarku kan?
Aku punya cerita baru.
Tentang cinta yang terburu-buru

Pejamkan kedua matamu
Bayangkan kau sedang duduk disini, disisiku
Kita duduk di ayunan dan 
      mendengar celoteh burung-burung
Dibawah pohon Mapel tua berdaun merah

Ben, lalu aku cerita padamu tentang cinta
Tentu saja tentang cinta yang terburu-buru
Cinta yang membuat sesuatu dalam dirimu
Merangkak naik setinggi menara Eiffel
Cinta yang membuat sesuatu dalam kepalamu
Melompat sejauh mata memandang
 
Ben, 
Karena terburu-buru, cinta itu maksudku
Bukan cinta lebih tepatnya, tetapi hatimu
Saat hatimu terburu-buru memberi tempat
Maka secepat itu pula cinta akan membakarmu!
Aku serius, Ben!

Kesimpulannya, Ben
Cinta butuh investigasi.

Jangan tertawa, Ben
Dengarkan saja ceritaku
Dan apakah kau tahu rasanya terbakar itu?
Kuberi tahu: sakit.   

Depok, 29 Januari 2013
-sakit kepala, gak bisa tidur, jam 1 dini hari-

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram