Wonderful Fayetteville # 3


Aha! our second painting
Di minggu-minggu terakhir di Fayetteville suasana semakin sendu. Memasuki musim dingin, keindahan perlahan-lahan pudar dari alam yang sebelumnya sungguh memikat. Warna-warni yang menggoda jiwa untuk berpuisi telah hilang ditelan musim. Udara semakin dingin layaknya kami hidup di outdoor freezer. Hari-hari semakin berhias ujian demi ujian sampai-sampai aku merasa terlempar kembali ke bangku SDBerangkat jam 7 pagi dan sampai kembali di rumah pukul 4 sore. Sungguh, meraih pengetahuan itu bukan perkara mudah, bahkan seringkali menyakitkan. Namun, aku cukup terhibur dengan beberapa kegiatan yang telah diprogram IFP untukku dan teman-teman Fellow IFP. Kali ini aku mau cerita kelas melukis di minggu ke 2 dan minggu ke 3. 

Saat presentasi makna lukisan




Di minggu kedua, tema lukisan kami adalah pahlawan/ Hero. Pahlawan dalam lukisanku adalah Mb Iyung sang pahlawan pulau Pahawang, Lampung. Pahlawan dalam lukisan Rizia, kawan dari Brazil adalah ibunya. Pahlawan bagi Cesar, kawan dari Guatemala adalah Yesus. Pahlawan bagi Oniel, kawan dari Peru adalah ibunya. Pahlawan bagi Rose, kawan dari Brazil adalah perempuan. Dan pahlawan bagi Budhi Kling, guru kami, adalah kami (murid di kelas melukis) yang datang dari berbagai negara. Jadi terharu....


Lalu, di minggu ketiga tema lukisan kami adalah krisis. Krisis yang melanda negara kami masing-masing. Aku melukis krisis atau gap antara kota dan desa yang berdampak pada kehancuran lingkungan, kemanusiaan dan pendidikan. Rizia melukis tentang gap antara orang kaya dan miskin di Brazil dalam memperoleh pendidikan dan pelayanan publik. Cesar melukis tentang praktek pertambangan yang merusak alam Guatemala dan ia berharap perusahaan tambang itu akan segera hengkang dari negaranya. Oniel melukis krisis multidimensi yang melanda Peru mulai dari Pemanasan Global yang meresahkan warga hingga isu ekonomi. Rose melukis tentang sulitnya bagi perempuan untuk hidup layak dan setara dengan pria. Sedangkan Budhi melukis fakta sulitnya masyarakat di arkansas memperoleh layanan kesehatan  karena biaya yang sangat tinggi. 

Lukisan minggu ketiga, Krisis.
Di kelas melukis, aku ibarat ikan yang menemukan samudera untuk hidup dan bersenang-senang. Aku berharap kelas melukis ini menjadi titik awal bagi terwujudnya cita-citaku untuk menjadi pelukis. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan tentang aktivitas kami dan hal-hal menakjubkan tentang dunia disekeliling kami. Akan kuceritakan di tulisan lain... 


Fayetteville, 6 Desember 2012

Photo by: Cesar, Oniel, Budhi & Casey

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram