Wonderful Fayetteville #1





Aku hanya punya 8 minggu tersisa di Fayetteville. Mungkin, kelak aku akan sangat merindukan kota ini sebagaimana aku merindukan hal-hal yang selalu kurindukan. Landscape Fayetteville indah dipandang mata, tempat yang nyaman untuk tinggal bersama keluarga dan tempat yang ideal untuk belajar banyak hal. Pertama kali aku tiba di kota ini, aku merasa kagum. Oh, betapa hebat Tuhan memposisikan wilayah-wilayah subtropis sebagai wilayah yang berbeda dengan wilayah tropis dan wilayah kutub, sehingga manusia bisa belajar banyak hal dan terus masuk kedalam indahnya ilmu pengetahuan. Hingga saat ini aku belum tahu nama-nama pohon, bunga dan tumbuhan lain di Fayetteville kecualli pohon Maple. Saat ini, ketika musim gugur menuju detik-detik terakhir, dedaunan yang awalnya hijau berubah menjadi kuning atau merah, lalu coklat lalu gugur ke tanah dan menciptkan karpet tebal berwarna coklat. Mungkin, ini yang disebut bertahan hidup ala tumbuhan di wilayah subtropis. Keindahan ini nggak akan pernah bisa ditemui di wilayah tropis. Yah, setiap wilayah memiliki keindahan masing-masing, dengan alasan ilmiah masing-masing, dipuji dengan cara berbeda dan dinikmati dengan cara berbeda pula. 


Di Fayetteville, aku tinggal di salah satu apartemen yang fasilitasnya sekelas hotel berharga sedang di Indonesia. Rumah tempat tinggalku terdiri atas dua lantai dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang ramu, dapur, gudang, dan 1 toilet. Aku sekamar dengan kawan dari Jepang dan kamar lainya dihuni kawan dari China. Kamar mandi kami memiliki fasilitas lengkap, dengan bathub layaknya di hotel yang membuatku bisa berendam dengan air hangat pada malam hari. Oh ya, disini aku hanya mandi air hangat pada malam hari. Mandi pada pagi hari adalah perbuatan bodoh sebab akan membuatku jatuh sakit dan merusak kulitku. Di Amerika, setiap rumah atau apartemen harus mengikuti standar minimal yang telah ditetapkan. Hal tersebut merupakan perlindungan dari cuaca ekstrem yang kadang kupikir kejam. Setiap rumah harus punya mesin penghangat dan mesin pendingin, air keran yang layak minum, dan aneka fasilitas yang menunjang hidup layak. Saat cuaca dingin seperti saat ini, tak boleh sekalipun jendela terbuka sebab akan membuat mesin penghangat tidak berguna dan hanya akan membuat bengkak pengeluaran. Kini aku mengerti mengapa rumah-rumah di Amerika berbeda dengan rumah di Indonesia. Alam Amerika yang keras membuat segala hal yang diciptakan orang Amerika harus dibuat untuk melindungi diri mereka sendiri atau orang yang datang ke Amerika.

Setiap pagi, senin-Jum'at, pukul 7.30 aku keluar rumah dengan jaket dan sarung tangan tebal. Kami berangkat menuju West Uptown Building, atau kantor SILC, dengan menumpang bis gratis yang disediakan pemerintah. Tidak menyesal aku membayar pajak saat berbelanja, sebab pajak yang kubayarkan dikembalikan dengan angkutan umum gratis dan pelayanan lain yang membuatku kagum. Kadang, jika udara sangat dingin rumput diselimuti embun yang membeku layaknya salju, sementara disisi lain rumput masih terlihat hijau atau coklat, benar-benar menggelitik otak untuk bertanya, how can? kawanan burung terbang bebas dan bercericit riang, dan cuaca *sayang sekali* tak bisa ditebak. Kadang dingin kadang hangat, kadang hujan. Pagi hari harus menggunakan jaket tebal, tapi siang hari terkadang jaket itu tidak berguna dan malah bikin gerah. Ribet.

Oh ya, aku punya pengalaman menarik ketika pertama kali belanja di Walmart. Katanya, Walmart adalah mall termurah di seantero Amerika. Kalau di Indonesia mungkin Hypermart. Segala hal ada disini, mulai dari kuaci sampai tablet nexus dan Iphone, kasur hingga apotik, bahkan menu untuk makan siang. Lengkap. Bersama teman-teman fellow IFP, aku keliling Walmart dan mencooba sistem yang mereka terapkan. Misalnya menimbang buah atau sayuran secara otomatis di mesin, tanpa bantuan SPG atau menghitung beanjaan di mesin otomatis sekaligus melakukan pembayaran tanpa bantuan kasir. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai, ataupun menggunakan kartu dan asyiknya bisa tarik tunai, sehingga aku nggak perlu repot-repot nyari mesin ATM. Mesin ATM sangat jarang dijumpai, sebab bangunan di Fayetteville sangat jarang. Yang paling mudah ditemukan adalah lapangan parkir, sebab sebagian besar orang menggunakan kendaraan pribadi. Kadang-kadang lapangan parkir terlihat seperti dealer. 

Next time, aku akan cerita hal-hal detail tentang Fayetteville. 

Fayetteville, 31 Oktober 2012



Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram