Fayetteville Farmer Market


I have been living in Fayetteville, Arkansas for 4 days. This Saturday is my first weekend. My group and me, IFP's fellows, went to Fayetteville farmers market (hahaha, actually i forgot what name for that place). There are many farmers who sold their product like vegetables, fruits, paintings, flowers and many beautiful things. Everyone smiled and said "Good morning?". Some seller are Chinese people who have been living in Fayetteville for several years, maybe for 2-11 years.

Cuacanya cerah dan matahari bersinar terang, tapi tetep aja dingin kayak di kulkas (i'm freeze like ice in the north pole, maybe i'm a bear hahahaha). Setiap orang menggunakan baju hangat, jaket, boot dan syal. Aku sedang tidak enak badan karena udara yang dingin dan semalam kebanyakan tidur setelah sengaja tidak datang ke Hallowen welcome party di West Uptown Building. Maybe karena sudah empat hari aku nggak bisa pup atau karena aku kurang minum. Udara yang dingin tidak membuatku haus, sungguh. Aku harus menggunakan kaos tangan atau aku tidak bisa merasakan jari-jariku sendiri karena dingin yang menggigit. Ohhhh my God....




Oh ya, karena aku membawa handycam jadi kuabadikan saja farmers market ini. Tapi di Amerika, aku harus minta izin jika aku hendak mengambil gambar atau video seseorang atau kegiatan seseorang. So, setiap aku mengunjungi sebuah stand maka aku bilang : "Excuse me, may i take some video here?" dan mereka selalu bilang, "Of course, you can." atau basa-basi dulu sebelum minta izin ambil video, misalnya: "Hai, good morning. There are so many fresh vegetables here," saat aku ke stand yang menjual sayuran dan buah atau "How much this one?" saat melihat barang tanpa harga atau "Wow, this one is beautiful painting,!" saat mengunjungi stand yang menjual lukisan atau tas bergambar lukisan. Suerrrr aku takjub sama orang-orang ini, 100%.

Mereka menjelaskan hal-hal krusial seperti bagaimana caranya mencuci tas bergambar lukisan atau bagaimana mereka menjelaskan cara menanam tanaman pada musim dingin. "This one for free?" atau "May i take this one?" saat melihat brosur di salah satu stand yang memang memuat banyak brodur tentang pentingnya makanan organik. Beberapa barang yang dijual merupakan barang yang uangnya digunakan untuk membiayai kegiatan farmers market. Salah satunya adalah tas berbahan karung gandum yang bergambar lukisan dari pelukis asal Arkansas.Harganya lumayan tinggi, USD 20, dan sayangnya aku hanya punya USD 1 di dompetku, hehehehe. Then, tentu saja mengucapkan terima kasih saat meninggalkan stand sebagai sikap sopan santun.

Puas berkeliling dan berkata WOW saat melihat sayuran dan buah-buahan organik yang segar, kami menuju Fayetteville Public Library/ Blair Library. Perpustakaan ini adalah yang kedua terbesar di Fayettevile, tapi sekali lagi WOW buat segala kehebatan yang ada. Perpustakaan ini terdiri dari beberapa lantai dan tentu saja memiliki koleksi yang lengkap. Hari ini nampaknya ada acara buat anak-anak, sebab kulihat anak-anak diantar keluarga mereka menuju bagian lain perpustakaan dengan kostum yang unik dan menarik *kostum princess, hero dan lain sebagainya*. Perpustakaan ini terletak di Mountain Street dan menurutku lokasinya strategis untuk dicapai.
 
Mengunjungi Mount Sequoyah
Yes. I am here!

Lalu kami pergi ke Mount Sequoyah *meski sempat nyasar karena  guide kami gak tahu jalan ke tempat ini*, semacam pusat kegiatan umat Kristiani di Fayetteville. Disana ada gereja, tempat khusus menggelar pernikahan ala Kristen dan pusat konsultasi dan charity. Tempat ini tenang, cantik, penuh pohon warna-warni dan memiliki banyak rumah bagus milik orang kaya dengan tulisan 'private property' (kalau di Indonesia ya villa orang gedean macam di Bogor). Aku dan teman-teman narsis dan take many pictures dimana-mana sampe-sampe membuat pengunjung lain tertawa-tawa melihat tingkah kami. Kami sih nggak peduli, ini kan happy time and there is no need to doing homework, hehehehehe. Dan mungkin cuma sekali seumur hidup kami.

Lalu kami ke Lake Fayetteville yang lokasinya tuh sebenarnya gak jauh dari West Uptown Buidling tempat kami belajar sehari-hari, ya meski sempat nyasar juga (there are so many 'dead end' sign on the road) dan yah cuma jalan-jalan buat take so many pictures dan berkata hal-hal lebay untuk memuji keindahan danau seperti "Wow, this is very beautiful place!" or "Wow, I wanna take more pictures here. Take my picture, please! atau "Come on, come on guys, we have to take picture here!". Bagiku, tetep aja menyiksa sebab anginnya dingin banget bikin jari-jariku seperti berada dalam freezer. Danaunya memang cantik, tenang dan menurutku sedikit misterius dengan airnya yang sedikit berwarna hijau karena lumut. Kupikir di danau tersebut hidup beberapa buaya yang cukup besar dan ular seperti di film-film Amerika yang siap menelan siapa saja yang nekat berenang di danau, hehehe 

Aku dan teman-temanku
Time for lunch. Seorang kawan dari Tibet menawarkan opsi tempat kami lunch di salah satu restoran China dekat Walmart terdekat, so kami pergi kesana. Namanya China Buffet. Yup, ini restoran prasmanan, namun kami bisa memesan makanan yang kami mau dari daftar menu. Sebagai Muslim aku harus hati-hati, sebab banyak makanan berbahan pork/daging babi. Jadi, aku hanya memilih makanan berbahan jamur, sayuran dan udang. Meski mungkin tempat masaknya terkontaminasi pork, aku nggak tahu deh, yang pasti aku harus makan supaya aku nggak sakit dan sebisa mungkin menghindari makanan-makanan haram seperti pork, atau beef dan chiken yang tidak disembelih oleh orang Islam. Untung saja ada nasi goreng ala China, dan spicy cabbage seperti Korean Kimchi, udang dan tumis jamur. Hm, ini cukup melegakan. Dan ada banyak ragam buah-buahan sebagai pelengkap. Untuk semua itu aku hanya harus membayar USD 8.5 dan USD 1.6 untuk tips *kalau dirupiahkan ya sekitar Rp 100.000an* 

Something interesting: 
Oh ya, ada hal yang kutahu tentang perempuan Arab *there are many Arabian students in SILC in every term* tapi baru kulihat faktanya hari ini. Aku sedang mondar-mandir antara menjerang air panas untuk membuat kopi, melihat cucian di ruangan laundry dan mengunjungi apartemen beberapa kawan untuk meminjam camera simcard, saat dua orang perempuan Arab berkunjung ke kamar Hui, teman dari China. Mereka menyapaku saat melihatku hendak menuruni tangga menuju ruang tamu. So, aku mendatangi mereka dan menjabat tangan mereka sambil mengenalkan diriku. "I'm Ika from Indonesia" dan mereka mengenalkan nama mereka, dan aku tahu mereka dari Saudi Arabia. Tapi salah seorang diantara mereka berkata "Do you know who i'am? i'am your classmate," dan aku bilang nggak tahu *nyambi bingung, classmate-ku yang orang Arab kan pada berjilbab dan bercadar*, mungkin aku lupa namanya. Dan dia bilang di adalah my classmate. Dan setelah kuingat-ingat ya, dia classmateku di kelasnya Wendy dan saat belajar dia mengenakan gamis dan bercadar, tapi hari ini dia mengenakan pakaian layaknya perempuan Amerika dan membawa pashmina yang disampirkan di kepalanya. Oh my GOD!!! *aku tahu fakta tentang ini dari buku yang ditulis Rajaa Alsanea beberapa tahun lalu yang berjudul "Girls of Riyadh".* Apakah sebagian para perempuan Arab bersikap seperti itu saat keluar dari negaranya? Ah, kuper banget sih aku!!! 

Fayetteville, 27 Oktober 2012 
-in the end of fall season dan in the beginning of winter season-



Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram