Supernova: Partikel

Amanita Muscaria: Jamur cantik pembawa kematian

Ahhhhhhhh, lega rasanya telah menyelesaikan Supernova: Partikel atau buku keempat dari serial Supernova (pada 19 Juli 2012 beberapa hari setelah pulang dari Surabaya). Jika sebelumnya dalam Supernova: Petir, aku terpingkal-pingkal karena lucu, buku yang teranyar ini justru bikin aku pusing lagi. Biologi. Kerajaan tumbuhan dan hewan. Jamur. Annunaki. Aaarrrgggghhh, ada juga bagian tersebal dari buku ini. Imajinasi Dee tentang asal usul manusia masuk ke ranah kontroversi tingkat dunia, tentang Annunaki, Alien dan hubungan kekerabatan manusia dengan reptil. Yang terakhir ini lebih mirip dengan imajinasi para pendukung teori evolusi Charles Darwin. Masa iya asal usul manusia dari kodok!!!!

Hampir 2 minggu aku gak nulis di blog ini padahal sumber dayaku segunung. Ada banyak yang harus kuceritakan mulai dari buku yang kubaca, kegiatanku selama di Surabaya, perjalanan pulang ke Depok, dilemma Ramadhan hingga hal-hal lucu terkait bunga dan kucing di kosan. Daripada bingung mau nulis yang mana dulu, kali ini aku mau menyelesaikan kisah orang-orang dalam Supernova karya Dewi Lestari. Lucu juga sih bahwa kisah besar ini ternyata ide dasarnya adalah jamur cantik nan beracun, dan nyerempet ke annunaki segala. Hehehehehe, Dee kayaknya juga lagi merenung soal asal-usul manusia dan ia kebetulan aja tertarik dengan teori Annunaki, Jamur de el el de el el.....

Buku keempat ini bercerita tentang gadis Arab-Sunda bernama Zarah Amala yang selama belasan tahun melakukan aneka pencarian dalam hidupnya. Zarah hidup dalam keluarga kecil yang bahagia di Bogor bersama ayahnya, ibunya dan adiknya yang bernama Hara. Namun, kebahagiaan keluarga itu berubah saat sang ayah dikeluarkan dari universitas tempatnya bekerja dan memasuki Bukit Jambul (yang dikenal masyarakat setempat sebagai daerah angker) untuk melakukan penelitian mengenai asal-usul kehidupan manusia dan hubungan antara manusia dengan alien dan jamur. Zarah tidak sekolah di sekolah formal namun mendapat pendidikan langsung dari ayahnya yang mengakibatkan Zarah tak bisa mengaji dan shalat yang membuat ibunya dan kakeknya murka. Kehancuran keluarga itu semakin fatal manakala ayahnya hilang tak lama setelah kematian adik Zarah yang lahir dengan tubuh mengenaskan karena kelainan gen, serta kehancuran psikologi Zarah akibat kehilangan ayah yang sekaligus gurunya. Semua barang-barang ayahnya disita pihak kepolisian sebagai barang bukti, meski zarah berhasil menyembunyikan beberapa jurnal ayahnya tentang pekerjaannya selama ini. Untuk meredam kesedihannya Zarah memutuskan untuk masuk sekolah formal dan belajar mengaji dan shalat. Di SMU ia menjadi murid termuda dan tercerdas untuk beberapa mata pelajaran namun sangat tidak bisa diandalkan dalam pelajaran agama dan PMP. Karena keanehannya ia duduk sendirian, sampai ada anak dari Afrika bernama Koso yang menderita Disleksia yang mau duduk sebangku dengannya dan mereka menjadi sahabat.

beberapa kalimat menarik:

Ayah menangkupkan tangannya dipipiku, berkata sungguh-sungguh, "Kita, manusia, adalah virus terjahat yang pernah ada di muka bumi. Suatu saat nanti orang-orang akan meyakinkanmu bahwa manusia adalah bukti kesuksesan evolusi. ...Kita adalah kutukan bagi bumi ini. Bukan karena manusia pada dasarnya jahat, melainkan karena hampir semua manusia hidup dalam mimpi. .... Manusia adalah spesies yang paling berbahaya karena ketidaksadaran mereka"  (hal 71)

Setelah lulus SMU, Zarah mengajar bahasa Inggris di sebuah lembaga bimbingan belajar, dan karena penasaran ia sering ke bukit Jambul untuk mencari ayahnya dan mengagumi keperawanan bukit jambul. Suatu hari, ibunya menemukan jurnal-jurnal yang disembunyikan itu dan membakarnya. Zarah keluar dari rumah dan tinggal di tenda di kebun ayahnya. Pada suatu hari ia mendapatkan kiriman karena canggih tanpa tahu siapa pengirimnya yang mengingatkannya pada ayahnya yang berjanji akan menghadiahkannya kamera saat ia berusia 17 tahun. Zarah lalu belajar menggunakan kamera secara professional pada seorang juru potret di Kebun Raya Bogor. Saat ia tengah menikmati hidupnya dengan karena barunya dan aktivitasnya mengajar di bimbel, Hara memberi tahu bahwa Zarah menjadi juara satu lomba photo. Meski bukan Zarah yang mengirimkan photo itu akhirnya ia menerima hadiahnya untuk berlibur di Tanjung Puting, Kalimantan, yaitu suatu tempat penangkaran orang utan.

Zarah terpesona oleh keindahan alam di Tanjung Puting dan memutuskan untuk meneruskan liburannya meski rombongan yang mengantaranya sudah pulang ke Jakarta. Kemudian ia bertemu dengan Ibu Inga yang memberinya kepercayaan menjadi timnya dan menjadi ibu asuh bagi seekor bayi orangutan yang baru saja diselamatkan tim dari praktik penyelundupan hewan langka. Kejutan lain datang saat Zarah bertemu dengan kru film dari Inggris, terutama seorang photografer kondang bernama Paul, yang menjadi jembatannya menuju London dan bergabung dengan A-Team.

Beberapa kalimat menarik lain:

"Orangutan seperti Melly membuatku merenungi lagi garis evolusi yang memisahkan manusia dan makhluk lain di Bumi.  Manusia berbagi 63% kesamaan gen dengan protozoa, 66% kesamaan dengan gen jagung, 75% dengan cacing. Dengan sesama kera-kera besar perbedaannya tak lebih dari 3%, kita berbagi 97% gen yang sama dengan orangutan. Namun, sisa 3% itu telah menjadikan manusia pemushan spesiesnya. manusia menjadi predator nomor satu di planet ini karena segelintir gen saja berbeda. ... Ayah pernah bilang ... manusia menyangka dirinya yatim piatu di bumi ini, padahal ia bersepupu dengan orangutan, simpanse dan gorila. Ia bersaudara jauh dengan pohon. satu-satunya yang perlu disembuhkan dari manusia adalah amnesianya. Manusia perlu kembali ingat ia diciptakan dengan bahan baku sama dengan semua makhluk di atas bumi" (hal 227)

Setiba di London Zarah menemukan cintanya dan pacaran dengan photografer bernama Storm dan bertemu dengan sahabat lamanya Koso yang telah menjadi penari terkenal. Sebagai bagian dari kelompok photografer professional Zarah seringkali dikirim ke beberapa negara untuk memotret hewan-hewan buas di alam liar. Namun tujuan Zarah sesungguhnya adalah demi bertemu denagn ayahnya. Saat ia tengah berusaha melakukan pencarian tentang ayahnya, ia mendapati bahwa Koso dan Storm pacaran dan keduanya mengkhianati Zarah, hingga akhirnya Zarah meninggalkan London dan memutuskan mencari ayahnya berdasarkan data pemilik seri kamera yang dimilikinya.

Sampailah Zarah di Glastonburry, suatu wilayah di utara Inggris yang bersuhu dingin. ia menemukan fakta bahwa kamera yang dihadiahkan padanya adalah milikn konglomerat Indonesia berna aSimon Hardiman yang tinggal di weston Palace, salah satu kastil indah yang dulu milik keluarga kerajaan Inggris. Di tempat itu tengah berlangsung The Glastonburry Symposium yang merupakan konferensi akbar para eminat crop circle, UFO, metafisika, geometri sakral dan sejenisnya. Berharap bertemu Pak Simon Hardiman di konferensi itu, Zarah memberanikan diri duduk bersama peserta lain dan mendengarkan penjelasan seorang Shaman yang tengah berkisah tentang perpindahan manusia ke berbagai dimensi dengan menggunakan tumbuhan tertentu yang disebut enteogen. lagi-lagi jamur.

Bertemulah Zarah dengan Simon Hardiman, konglomerat Indonesia yang membeli the Weston Palace dan memiliki ketertarikan akan enteogen, crop circle, dan Alien. Pak Simon juga mengaku memiliki pengalaman bertemu Alien. dari Pak Simon pula Zarah tahu mengenai hubungan ayahnya dan pak Simon, meski pak Simon sesungguhnya tak tahu dimana ayah Zarah berada. Ayah Zarah amat terobsesi oleh jamur bernama Amanita Muscaria, jamur yang dikatakan ayahnya merupakan penyumbang terbesar unsur kehidupan di bumi, jamur yang pernah Zarah makan di Bukit Jambul dan membuatnya merasa mengalami halusinasi. Bahkan kini Zarah tahu bahwa ada teori yang mengatakan bahwa keluarnya Adam dan Hawa dari Surga bukan karena buah Apel melainkan karena jamur. Pak Simon juga mengajak Zarah tur crop circle dan berwisata ke Stonehage dan becerita tentang pesan-pesan nenek moyang melalui aneka pertanda dengan titik-titik tertentu di bumi.

Zarah ingin bertemu dengan ayahnya, tapi Pak Simon tak tahu keberadaan ayah Zarah. Akhirnya Pak Simon memutuskan untuk meminta bantuan shaman ternama bernama Hawkeye untuk membatu Zarah menemukan ayahnya lewat bantuan enteogen. Maka Hawkeye meramu tumbuhan khas bernama Iboga untuk membantu Zarah masuk ke dimensi lain dan menemukan ayahnya sudah mati apa belum. Dalam kondisi serba aneh setelah menalan ramuan Iboga dosis tinggi, Zarah justru memperoleh gambaran masa lalunya mulai sejak ia masih kecil hingga kepergiannya dari London gara-gara pengkhianatan Storm dan Koso (cerita kondisi tidak sadar Zarah kayaknya mirip pengalamanku kalau demam tinggi, ada hal-hal aneh dan serba geometris yang bisa dirasakan tubuh, dilihat mata hati tapi gak bisa diceritakan. kayaknya mereka yang pernah kena demam sangat tinggi mengalami ini deh, tapi gak bisa cerita....). Namun, diakhir prosesnya Zarah justru bertemu dengan kakeknya yang mengatakan bahwa Zarah merupakan cucu kesayangannya dan paling pemberani. Zarah tak bertemu dengan ayahnya, berarti ayahnya belum mati.

Zarah kemudian kepikiran keluarganya di Indonesia terutama kakeknya, dan saat ia menelpon Hara ia mendapat kabar bahhwa kakeknya telah meninggal dunia. Sebelum ia memutuskan pulang ke Indonesia, pak Simon memberikan salinan 5 jilid jurnal ayahnya yang membuatnya sangat terkejut sebab ia kita ia tak akan pernah membaca kembali jurnal tersebut ketika ibunya membakar seluruh jurnal asli ayahnya. Namun ada yang aneh, di halaman terakhir jurnal kelima ayahnya, Zarah menemukan tulisan yang diketik rapi yang berisi sebuah surat yang ditujukan kepadanya. Surat itu menyatakan bahwa ada dua orang lain yang tengah menunggunya dan selamat menjadi S.

Pada saat yang bersamaan, di kota Bandung, Elektra akhirnya bertemu dengan Bodhi dan mereka menyadari bahwa Elektra adalah Petir dan Bodhi adalah Akar. Maka otomatis Partikel adalah Zarah yang akan segera bertemu mereka berdua dalam buku kelima.....

Depok, 23 Juli 2012

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram