Buka Puasa Bersama Kessos UI


Makannnnnnnn

28 Juli 2012, akhirnya terwujud juga rencana buka puasa bersama yang digagas beberapa kawan di kelasku. Aku sih ikutan aja, males jadi pengorganisir, ikutan makan aja hehehe....

Ceritanya, aku berangkat dari kosan sekitar pukul lima sore kurang lima belas menit. Trus naik angkot warna biru dengan tulisan Depok-Pal tepat jam 5 sore. Kuperkirakan paling lambat aku akan tiba di rumah makan Pondok Laras pukul 17.30 wib. Ternyata, ya ampunnnnnnn jalanan macet. Kendaraan segala jenis bergerak lambat bagai siput pincang. Sabar sabar sabar, ini puasa, kataku menghibur diri yang sudah kepanasan bagai dipanggang didalam oven penuh asap. Belum lagi polutan yang mulai menganggu penciumanku dan membuatku makin sebal. Langit mulai gelap, dan lokasi yang hendak kutuju masih jauh. 

Adzan Maghrib berkumandang, sementara angkot yang kutumpangi bernasib sama dengan kendaraan lain yang melaju tersendat-sendat, tak terkecuali motor yang bisa berkelit di celah-celah jalanan yang tak bisa ditembus kendaraan yang lebih besar. Yup kulihat dua temanku sedang berjalan terburu-buru menuju lokasi dan aku memutuskan untuk turun dan berjalan bersama mereka. Ternyata mereka naik angkot yang ada jauh di belakangku den memutuskan turun serta berjalan kaki untuk menuju lokasi. Sialnya, saat aku turun kemacetan seakan menguap ke udara dan jalanan normal. Ihhhhhhh, pada kemana kendaraan yang memenuhi jalanan tadi????

Pondok Laras, lokasi kami berbuka puasa merupakan rumah makan lesehan yang tempatnya lumayan sejuk, asri dan unik. Tapi, makanannya gak ada yang pas di lidahku. Nyaris semua makanan dikoreksi mata, otak, lidah dan perutku, kecuali beberapa saja seperti nasi, teh, dan sambal bawang. Aku punya beberapa alasan mengoreki makanan-makanan tersebut: 

Pertama, nampaknya makanan dimasak secara massal untuk memenuhi pesanan pengunjung sehingga dimasak jauh sebelum waktu makan tiba. Kulihat dengan jelas pada tumisan kangkung dan sawi yang daunnya sudah layu meski mereka memasaknya setengah matang. Ikan goreng dan ikan bakarnya kurang garam, kurang bumbu dan nggak fresh. Udang asam manisnya kurang matang dan kurang rempah sehingga nggak enak dilidah. 

Kedua, masa iya rumah makan besar, populer dan menunya mahal ini tidak punya peralatan masak yang modern sehingga meski makanan sudah dimasak beberapa jam sebelum jadwal makan tiba rasa dan penampilannya tidak mengenaskan. Misalnya pisang gorengnya aneh, tepungnya telah melempem menyerupai kue basah, dan buah yang disajikan sudah tidak segar lagi.

Alhasil, rencana makan lahapku gagal
Bener-bener bad mood

Meski begitu, akhirnya aku cukup terhibur dengan celoteh putri seorang kawan yang lucu. Serta kegiatan narsis kami saat berphoto-photo. Meski tidak sempurna, aku bersyukur kami bisa makan makanan sebanyak itu, tertawa-tawa serta menunda waktu tarawih dan tidak mengalami penderitaan yang dialami saudara-saudara Muslim di belahan dunia lain yang mungkin hanya punya ludah untuk membasahi bibirnya saat berbuka puasa. 

Photo by: stars (Jayanti dkk)

 
 
 

 Depok, 29 Juli 2012

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram