Pesona Yogyakarta & Old Friend



Aku dan Ani merupakan teman semasa kecil. Sejak SD sampai SMU kami sekolah di sekolah yang sama, bahkan kami belajar agama Islam di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang sama. Kami sering menghabiskan waktu bersama. Aku sering sekali main ke rumahnya dan memanjat pohon jambu di pekarangan rumahnya, menikmati buah jambu di pohonnya seakan-akan pohon jambu itu milikku. Kami juga pernah masak-masak di rumahnya sewaktu SMP bersama teman-teman lain. Kami masak nasi, ikan goreng, kue Kelepon, sambal dan lalapan daun singkong rebus. Hm, lucu sekali jika membayangkanya sekarang. Terkadang aku dan Ani janjian untuk 'botram' atau rekreasi ala kampung/ hang out untuk makan di sawah atau kebun dengan membawa bekal makanan dari rumah. Kadang kami botram di kebun dekat rumahnya atau di kebun pamanku sambil menikmati pemandangan pesawahan dan perbukitan. 

Lama aku tak berjumpa dengannya. Setelah lulus SMU aku melanjutkan studi di Universitas Lampung, Bandar Lampung sedangkan Ani di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Kami sempat bertemu beberapa kali saat libur lebaran, namun karena aku dua kali tidak pulang lebaran maka aku pun tak berjumpa dengannya. Akhir 2010 atau awal 2011 *lupa-lupa ingat sih* aku mendapat kabar bahwa Ani akan menikah dengan seorang pemuda asal Yogyakarta yang merupakan teman kuliahnya, namun sayang aku tak bisa menghadiri pernikahanya sebab saat itu aku sedang sangat sibuk dengan urusanku sendiri dan benar-benar tak memiliki waktu luang untuk pulang kampung dan menghadiri pernikahannya. 


Liburan kali ini aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah Ani di Klaten, dekat situs Candi Prambanan, Yogyakarta.  Ani tinggal bersama mertuanya sebab suaminya merupakan anak bungsu *hihihihi pondok mertua indah*. Aku bertemu dengan suaminya, kedua mertuanya dan putri kecilnya yang masih berusia 4 bulan, Raihana. Pagi hari ini kami sempat menyiapkan sarapan bersama, dan mengenang kisah sewaktu kecil saat aku sering main ke rumahnya dan menikmati masakan ibunya. Aku tahu dulu Ani tidak piawai masak, namun kini aku tahu bahwa ia berusaha untuk bisa memasak walau belum cekatan. Ia sedang berusaha menjadi yang terbaik: istri terbaik, mama terbaik dan menantu terbaik. Lucu juga melihat Ani menjalani aktivitas sebagai seorang istri, ibu dan menantu. Dimataku, kami masih kecil jadi aku memandang Ani masih kecil, sampai-sampai aku merasa lucu saat melihat Ani menyusui, memandikan dan menimang-nimang bayi kecilnya. Ah, dunia telah lama bergerak dan menjadikan kami jauh meninggalkan masa kecil yang masih memenuhi kepala sebagai kenangan.

Yogyakarta, 5 Juli 2012

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram