Pesona Yogyakarta # Jogja-Japan Week


Photo by: Mbak (?) penjaga stan
 Akhirnya rasa penasaranku tertebus juga hari ini. Mengunjungi Jogja-Japan Week 2012 yang pada pembukaannya dihadiri langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku raja Jogja. Setelah harus bersabar di perjalanan yang lumayan lama meski naik kendaraan umum, akhirnya sampai aku di lokasi yaitu Museum Nasional Yogyakarta diantar becak. Hm hm hm hm lumayan jauh dari perkiraanku. Ternyata tidak ada orang Jepang sama sekali. Kecewa? Iya lah. Rencananya mau pakai kimono trus photo sama orang Jepang gitu, eh karena orang Jepangnya gak ada males jadinya. Padahal ada spot bagus untuk photo ala Jepang. Akhirnya aku hanya muter-muter lokasi nyambi motret sana-sini dan memperhatikan dinamika yang terjadi di lokasi pameran. 

Game tradisional. Photo by Smart Girl (???)
Ngantri sewa Kimono untuk berphoto
Belajar Origami/ seni melipat kertas
Berbusana ala kartun kesayangan

Di Jogja-Japan Week ini kutemui hal-hal unik. Misalnya ketiadaan orang Jepang, dan mereka hanya menitipkan saja produk dari Jepang untuk dipamerkan. Kegiatan ini didominasi oleh anak-anak muda sekitar usia SMU dan kuliah S1 lah yang memakai kostum ala tokoh kartun dan robot. Lokasi dibagi kedalam beberapa bagian. Bagian depan dibuka dengan outdoor restaurant yang mengajikan makanan khas Jepang seperti Ramen dan sebagainya *sayang kehabisan hiks hiks hiks*, lalu lantai dasar gedung pertama diisi oleh stand produk kedelai hijau Jepang *ada nyicip gratis jadi ya kumanfaatkan aja, kacang kedelai hijaunya enak loh*, lalu bunga-bunga yang telah dirangkai, lukisan origami, ruangan khusus belajar origami dan 2 ruang photo yang memiliki latar rumah tradisional Jepang dan gunung Fujiyama *Aku nggak photo karena pengen ke Jepang beneran*, lalu ada ruangan lain yang memajang aneka produk hasil kreasi kepompong ulat sutra mulai dari wayang, bros, sepatu, vas bunga, tas, selendang, jepit rambut, dompet hingga jambangan bunga yang besar *semua itu produk dari Kyoto loh...*. Keren sih, tapi harganya itu lohhhhh jauh bangte dari kondisi kantongku, bagai dasar bumi dan langit ketujuh deh. Di lantai dua khusus untuk permaian tradisional, latihan menulis huruf kanji, belajar memanajen kereta di taman kereta hingga stand khusus untuk belajar membuat manga dan melihat komunitas pembuat manga mendemontrasikan keahlian mereka. Di lantai tiga khusus untuk photograpi tokoh manga dan studi kecil untuk membuat animasi manga. Seru deh.  

Di bagian belakang gedung ada semacam konser musik, ada beberapa lagi berbahasa Jepang yang nge-Rock gitu, tapi tetep gak ada orang Jepang. Di tempat ini banyak sekali pengunjung yang melakukan photo bersama dengan mereka yang berpakaian ala manga. Ada juga stand penjual produk-produk khas Jepang seperti kimono, hiasan dari kertas dan kain, aksesoris bertema kartun, hingga produk keripik kentang ala Yogyakarta. Nah, di pintu keluar pengunjung disambut oleh pohon bambu yang digantungi berbagai macam kertas yang berisi harapan dan keinginan. Entah disbeut pohon apa....

Produk kepompong ulat sutra made in Kyoto, Jepang.

Yogyakarta, 8 Juli 2012 

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram